
Devan terus melangkahkan kaki nya tanpa melihat Yemi yang ada di belakang nya sampai dia tiba di lobi penginapan dan akan pergi menuju kamar nya.
" Yemi, kembalilah ke kamar mu!" Devan menolehkan pandangan nya namun Yemi tidak ada di belakang nya. " Eh, kemana dia?" Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal seraya melihat kesana - kemari mencari sosok yang dia cari " Ah sudahlah, mungkin dia sudah kembali ke kamar nya" Devan mengangkat bahu nya acuh dan mulai melangkahkan kaki nya menuju ke arah kamar nya.
Sementara tak jauh dari sana tepat nya di balik tembok yang menghubungkan lobi dengan beberapa kamar yang ada di sana tampak Yemi yang sedang di sandarkan pada tembok dengan mulut nya yang di bekap serta tubuh yang di himpit oleh seseorang yang tak asing bagi Yemi namun tampak diragukan kehadiran nya oleh Yemi.
Saat ini mata Yemi membulat sempurna tidak percaya apa yang dia lihat saat ini dengan jantung yang berdetak sangat kencang karena berada dalam posisi yang sangat dekat dengan orang yang dia cintai, siapa lagi kalau bukan uncle Ken nya.
" Kenapa uncle ada di sini?" Yemi yang baru saja terbebas dari bekapan tangan Kenzi bertanya dengan terengah - engah.
" Aku mengejar istri kecil ku yang kabur" Kenzi menjawab dengan cuek seraya menarik tangan Yemi agar ikut bersama nya ke tempat yang sudah dia siapkan untuk menghabiskan waktu bersama dengan istri kecil nya itu.
" Apa tadi dia bilang, istri kecil ku?" batin Yemi merasa berbunga - bunga karena baru kali ini Kenzi mengakui nya sebagai istri nya. Jantung Yemi kini berdetak sangat cepat dan wajah nya juga sudah merona.
Kenzi terus melangkahkan kaki nya menuju ke tempat yang dia tuju seraya tangan yang tak lepas dari tangan Yemi, sedangkan Yemi hanya mengikuti langkah kaki uncle nya yang bersetatus sebagai suami nya itu tanpa memberontak atau pun protes. Mereka berjalan dalam keheningan, sibuk dengan fikiran mereka masing - masing.
Setelah berjalan kaki selama lima belas menit dan melewati pantai yang dingin, akhir nya Kenzi dan Yemi sampai di sebuah vila yang cukup besar. Kenzi menghentikan langkah nya secara tiba - tiba sehingga membuat Yemi menubruk punggung Kenzi dengan cukup keras karena dari tadi dia melamun.
__ADS_1
Brukk
" Aw" Yemi mengusap hidung nya yang agak ngilu karena mencium punggung Kenzi.
" Ish, apa kamu tidak bisa tidak ceroboh satu kali saja" Kenzi berdecak kesal memandang istri kecil nya yang sedang memegangi hidung nya.
" Aih, uncle sendiri yang salah karena berhenti - tiba - tiba. Malah menyalahkan ku" Yemi mendengus kesal seraya memalingkan wajah nya.
" Sudahlah, ayo cepat masuk!" Kenzi lagi - lagi menarik tangan Yemi dan memasuki vila yang ada di hadapan mereka. Yemi tampak pasrah saja tanpa banyak bertanya padahal dalam kepala nya ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada uncle nya itu.
Tak lama setelah dia menerima foto itu, Kenzi langsung menelfon sang pengirim foto yang sangat dia ketahui siapa itu yang tak lain adalah sahabat dari istri kecil nya Yemi, siapa lagi kalau bukan Mia. Mia mempunyai nomor ponsel Kenzi saat Yemi menghilang tak lama setelah kematian kedua orang tua nya. Kenzi menghubungi Mia untuk meminta bantuan nya mencari Yemi saat itu.
Bukan apa - apa Mia melakukan nya, Mia hanya ingin melihat sahabat nya bahagia dan kebahagiaan Yemi adalah Kenzi. Jadi Mia ingin membantu membuat Kenzi mengakui perasaan nya pada Yemi agar Yemi tidak selalu merasa kalau dia bertepuk sebelah tangan karena Mia yakin kalau Kenzi juga mencintai Yemi mengingat bagaimana cara Kenzi memperlakukan Yemi, hanya saja Kenzi terlalu gengsi untuk mengakui nya.
Tanpa basa - basi Kenzi langsung membawa Yemi ke dalam kamar yang sudah di siapkan untuk mereka berdua malam ini dan mendorong tubuh Yemi ke atas tempat tidur king size yang ada di sana dengan agak kasar.
" Aw, uncle kita ada di mana? Dan kenapa uncle membawa ku ke sini?" Yemi menatap kesal pada Kenzi karena dia dengan seenak nya menyeret nya ke tempat yang Yemi tidak tahu di mana dan dengan seenak nya mendorong diri nya dengan kasar.
__ADS_1
" Menurutmu? Bukankah seorang istri yang kabur dan asyik berduaan dengan seorang pria harus di berikan hukuman?" Kenzi menatap tajam pada Yemi seraya melangkah mendekati Yemi yang terduduk di pinggir tempat tidur.
Glek
Yemi menelan saliva nya susah saat melihat tatapan tajam dari suami nya itu bahkan saat ini tubuh Kenzi sudah mulai mendekat dan menghimpit tubuh mungil Yemi sehingga Yemi kini terbaring di bawah kungkungan Kenzi.
" A apa yang uncle akan lakukan?" ucap Yemi terbata dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang. Yemi memang centil dan terkesan agresif pada Kenzi, namun tetap saja kalau Kenzi melakukan sesuatu yang iya - iya pada nya di saat dia sadar akan merasa takut dan juga gugup.
" Coba aku fikirkan, hukuman apa yang pantas untuk mu" Kenzi tampak berfikir tanpa merubah posisi nya. " Pertama - tama, aku harus menghapus semua jejak sentuhan pria itu. Ayo kita lihat, bagian mana saja yang dia sentuh!" Kenzi mengambil ponsel pada kantong celana nya. " Ck ck ck, seperti nya sangat banyak sekali." Kenzi menunjukan foto yang dia terima di mana Yemi dan Devan terlihat sedang berpelukan.
" Dari mana uncle mendapatkan foto itu?" Yemi membulatkan bola mata nya saat melihat foto nya bersama dengan guru gila nya saat sedang berada di atas bukit. " Itu tadi pak Devan hanya meno_ hmmmpth" Yemi tidak bisa melanjutkan perkataan nya saat Kenzi menautkan bibir nya dengan bibir Yemi. Yemi mengedipkan mata nya berkali - kali dengan detak jantung yang berdetak kencang saat Kenzi melakukan itu pada nya.
Yemi tidak menolak atau pun membalas karena rasa kaget yang dia rasakan atas apa yang di lakukan uncle Ken nya pada nya saat ini. Bagi Yemi ini adalah ciuman pertama yang dilakukan uncle nya pada nya. Dia tidak tahu saja kalau Kenzi hampir setiap malam melakukan nya saat Yemi sedang tertidur.
Karena merasa tidak ada balasan dari Yemi, kenzi pun menggigit sedikit bibir Yemi agar terbuka dan benar saja, Yemi membuka mulut nya dan Kenzi mengambil kesempatan itu untuk masuk lebih dalam lagi dan mengabsen setiap rongga yang ada di dalam sana.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1