
Yemi dan Kenzi kini sedang menikmati pemandangan yang mereka lihat dari dalam biang lala yang di naiki oleh mereka sekarang. Ke dua nya tampak duduk berhadapan dengan pemikiran mereka masing - masing.
" Uncle" Yemi memanggil Kenzi dengan ragu.
" Kenapa hem?" Kenzi berkata dengan lembut. " Apa ada yang kamu inginkan?" Kenzi kembali bertanya saat melihat istri kecil nya itu hanya diam sambil menunudukan wajah nya.
" Aku ingin emm" Yemi tampak ragu - ragu dengan wajah yang sudah merona karena malu.
" Aku apa? Oh ya, bukankah kamu ingin memberitahukan pada ku apa yang kamu inginkan?" Kenzi kembali teringat akan apa yang di inginkan oleh istri kecil nya itu menaiki biang lala saat ini.
" Sebenar nya aku ingin uncle mencium ku saat biang lala ini berada di puncak, bagaiman uncle mau kan?" Akhir nya Yemi mengatakan juga keinginan nya yang ingin melakukan adegan yang sering dia tonton pada drakor atau film Jepang yang sering dia tonton selama ini.
Seketika tawa Kenzi pecah saat mendengar perkataan istri kecil nya barusan, apa lagi saat dia melihat wajah Yemi yang terlihat sangat imut di mata nya saat mengatakan hal itu dengan wajah yang merona dan terlihat malu - malu. Sungguh saat ini Yemi terlihat sangat imut sekali.
" Iiiih, kenapa uncle tertawa? Nyebelin!" Yemi memberengut kesal pada suami nya itu.
" Maaf, maafkan aku. Aku hanya merasa lucu saja dengan permintaan mu dan wajah mu yang terlihat malu - malu itu" Kenzi berusaha untuk menghentikan tawa nya. " Kamu tahu, itu adalah permintaan yang paling aku suka selama masa kehamilan mu" Kenzi berbicara serius. Ya memang baru kali ini permintaan istri nya itu membuat dia senang, tidak seperti permintaan nya yang lain nya yang selalu membuat dia merasa sangat pusing.
" Jadi uncle mau melakukan nya untuku?" Wajah Yemi kini tampak berbinar.
" Tentu saja sayang, dengan senang hati" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya. " Apa kita akan melakukan nya sekarang?" Kenzi menaik turukan alis nya lucu.
" Tidak uncle, sebentar lagi tunggu sampai kita berada di posisi paling atas" Yemi pun tersenyum manis membuat Kenzi merasa gemas dan langsung menautkan ke dua bibir mereka dengan lembut dan itu bertepatan dengan posisi biang lala yang mereka naiki berada di posisi paling atas. Yemi pun menikmati apa yang di lakukan oleh suami nya itu dan mulai membalas ciuman itu dengan senang hati.
Sementara di dalam biang lala yang di tempati Devan dan Mia saat ini, tampak Mia dan Devan yang saling diam dengan pemikiran mereka masing - masing. Devan dan Mia sama - sama tidak tahu harus berbicara apa satu sama lain nya.
__ADS_1
" Ekhem, em bukan nya kamu akan memberi tahu ku tentang apa yang ingin di lakukan oleh Yemi di dalam biang lala bersama dengan suami nya itu?" Devan memecah keheningan di antara mereka seraya menatap Mia dengan dahi yang mengerut.
" Emm, i itu ya" Mia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Ya, cepat katakan!" Devan semakin penasaran saja, apa lagi saat ini wajah Mia sudah merah merona seperti tomat dengan sikap yang menjadi salah tingkah.
" Kemarilah!" Mia pun mendekatkan wajah nya pada telinga Devan dan membisikan sesuatu pada nya.
" Oh seperti itu!" Devan tersenyum penuh arti menatap calon istri nya yang berada di hadapan nya " Apa kamu juga ingin melakukan nya?" Devan tersenyum menggoda pada Mia.
" Ish, aku tidak mau!" Mia memalingkan wajah nya yang semakin merona saja setelah mendengar ucapan Devan kepada nya.
Devan tampak mengulum senyum nya melihat calon istri nya yang kini sedang salah tingkah setelah dia menggoda nya. " Bagaimana hem? Mungpung kita masih belum sampai puncak, kita bisa bersiap dari sekarang kalau kamu mau" Devan semakin menggoda Mia.
Biang lala terus berputar pada poros nya dan setelah beberapa kali berputar pada akhir nya biang lala itu pun berhenti. Pertama - tama biang lala yang di naiki Denis tampak berhenti dan Keluar dari dalam biang lala itu kemudian di susul oleh turun nya Devan dan Mia. Sesaat setelah itu baru lah biang lala yang di naiki Yemi dan Kenzi yang berhenti dan keluarlah pasangan suami istri yang sudah menyebabkan mereka semua datang ke tempat ini dan menaiki berbagai wahana yang ada di sini.
" Bagaimana, apa kamu sudah melakukan nya?" Mia bertanya dengan antusias nya sambil berbisik. Yemi pun menganggukan kepala nya dengan wajah yang merona seraya mengembangkan senyum di bibir nya.
Tak lama biang lala yang di naiki Alfaro pun berhenti, jarak biang lala yang di naiki Alfaro dan yang lain nya memang agak jauh jadi saat berhenti pun waktu nya juga agak berbeda.
Alfaro hendak keluar, namun tangan gadis yang sejak tadi bersama nya menarik tangan nya. "Kita keluar sama - sama, aku akan ikuti om dari belakang" gadis itu celingak - celinguk seperti mencari sesuatu dengan wajah yang waspada.
" Enak saja, tadi kamu bilang aku om - om hidung belang. Dan sekarang kamu malah mau ikut dengan ku, dasar gadis gila!" Alfaro mendengus kesal seraya menepis kasar tangan gadis itu dari tangan nya.
" Ish, aku tidak perduli. Pokok nya aku ikut!" Gadis itu mengerucutkan bibir nya seraya tangan nya memegang ujung jas yang di pakai Alfaro.
__ADS_1
" Dasar gadis gila" gumam Alfaro seraya melangkah kan kaki nya tanpa menghiraukan gadis yang mengikuti nya dari belakang nya.
" Kak Alfa beneran dapat pacar di dalam biang lala itu?" Tanya Yemi dengan wajah terkejut saat melihat Alfaro keluar dengan seorang gadis yang mengikuti nya.
" Ish, mana ad_" belum sempat Alfaro melanjutkan kata - kata nya gadis itu lebih dulu menyela.
" Jadi nama om ini Alfa, lumayan juga. Perkenalkan nama ku Simi, aku bukan pacar nya om ini tapi calon istri nya" ucap gadis itu dengan enteng.
" What?" Ucap mereka bersamaan termasuk Alfaro yang begitu kaget dengan ucapan gadis gila yang mengikuti nya.
" Apa kamu bilang, kamu calon istri kak Alfa? Oh God kenapa kak Alfa merahasiakan ini dari kami?" Yemi menampilkan wajah kecewa nya.
" Wah daebak, kak Alfa ini hebat juga ya. Tadi saat masuk kakak masih jomblo, eh sekali nya naik biang lala langsung dapat calon istri mana cantik lagi" wajah Mia tampak terkejut.
" Ish, kau ini kenapa tidak memberitahuku kalau kamu akan menikah. Tahu begini kan aku akan menyiapkan hadiah untuk mu" Kenzi ikut menimpali dengan wajah datar nya.
" Selamat ya bro, kamu ternyata hebat juga" Ucap Devan.
" Ya, selamat untuk mu! Jangan lupa undangan nya ya!" Celin berucap dengan nada menggoda nya
" Ya, kami menunggu nya!" Denis pun melakukan hal yang sama dengan istri nya.
Sedangakan Alfaro tampak menggelengkan kepala nya seraya menggerakan tangan nya ke kanan dan ke kiri di samping Simi tanpa ada kesempatan untuk berbicara sedikit pun oleh mereka dengan wajah yang putus asa sedangkan Simi tampak menyunggingkan senyum di bibir nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1