Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 37


__ADS_3

Kenzi terus melihat jam dinding yang di letakan tidak jauh dari nya dengan wajah yang sulit untuk di artikan. Sudah satu jam lebih dua puluh menit setelah Kenzi menyelesaikan acara memasak nya dan itu berarti sudah dua jam sejak dia selesai dari ritual mandi nya. Sedangkan Yemi masih belum keluar juga.


" Apa yang sebenar nya sedang anak kecil itu lakukan?" Kenzi menggerak - gerakan kaki nya sebelah karena gelisah sekaligus kesal pada istri kecil nya itu. " Apa dia masih marah pada ku masalah baju itu ya?" Kenzi tampak berfikir.


Setelah bebrapa menit berlalu, Yemi tak kunjung muncul juga. Kenzi pun memutuskan untuk menghampiri Yemi ke kamar nya saja.


Tok


Tok


Tok


Kenzi mengetuk pintu kamar Yemi dari luar, namun tidak ada suara Yemi yang terdengar. Hanya keheningan yang terdengar saat ini di sekitar Kenzi.


" Yemi, buka pintu nya! Apa kamu masih marah pada uncle karena baju itu?" Kenzi berusaha membujuk Yemi yang ia kira masih marah pada nya. Namun keadaan masih sama, tidak ada sahutan sama sekali dari Yemi.


" Aneh, apa dia sudah tidur ya?" gumam Kenzi seraya memegang handle pintu bersiap untuk membuka nya.


Ceklek


Suara pintu terdengar di buka dari luar oleh Kenzi, namun tak ada tanda - tanda keberadan Yemi di sana. Tempat tidur yang terlihat masih rapi dan belum terpakai, hanya ada baju berserakan di lantai. Baju yang tadi menjadi alasan mereka bertengkar.

__ADS_1


" Gara - gara kau, aku dan Yemi jadi bertengkar dan Yemi marah pada ku" Kenzi memegang baju yang tadi di kenakan oleh Yemi dan mengangkat nya sejajar dengan wajah nya.


" Cih, apa bagus nya baju pemberian si Devan itu? Aku bisa memberikan yang lebih bagus lagi dari pada ini" Kenzi mendengus kesal seraya melemparkan baju yang tadi dia pegang ke sembarang arah.


" Dimana dia?" Kenzi tampak berfikir, kira - kira ke mana Yemi akan pergi malam - malam begini dan lagi pula Kenzi sedari tadi ada di luar dan tidak melihat Yemi keluar dari kamar nya.


Setelah beberapa detik Kenzi berfikir, entah kenapa mata Kenzi kini tertuju pada kamar mandi yang pintu nya tertutup namun tidak rapat.


" Apa dia ada di sana?" Gumam Kenzi seraya melangkahkan kaki nya mendekati pintu kamar mandi di kamar Yemi. " Yemi, apa kamu di dalam?" Kenzi mengetuk pintu kamar mandi Yemi seraya memanggil gadis itu tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam sana.


Ceklek


Pintu kamar mandi Yemi di buka dari luar dan betapa terkejut nya Kenzi saat melihat orang yang dia cari sedang asyik tidur nyenyak dalam bathup sambil berendam air hangat yang sudah mulai dingin dan busa sabun aroma terapi yang harum nya khas harum tubuh Yemi yang selalu di sukai Kenzi dan menjadi candu bagi nya.


" Yemi, bangunlah! Kalau tidak, kamu bisa sakit" Kenzi menepuk pelan pipi Yemi yang tertidur pulas itu. Kenzi tidak mungkin langsung mengangkat Yemi begitu saja karena saat ini pasti tubuh Yemi tidak memakai sehelai benang pun pada tubuh nya. Walaupun Kenzi sudah sering melihat tubuh telanjang Yemi bahkan sering menyentuh nya tapi itu hanya bagian atas saja. Dan saat melihat dan menyentuh itu, Kenzi selalu kehilangan kesadaran nya dan di penuhi nafsu dan gairah yang membara. Apa lagi kalau Kenzi melihat semua nya seperti saat ini, bisa - bisa gawang Yemi di bobol malam ini juga oleh Kenzi.


" Yemi, bangun lah!" Kenzi sekali lagi membangunkan Yemi dan kali ini seperti nya berhasil karena terlihat mata Yemi yang mengerjap dan tubuh nya yang menggeliat.


" Nnghh" Yemi melenguh seraya membuka mata nya dan mengerjapkan mata nya berkali - kali. Dan yang pertama Yemi lihat adalah wajah tampan uncle sekaligus suami nya yang memperlihatkan wajah dingin nya.


" Eh uncle, kenapa uncle di kamar ku?" Yemi seperti nya belum menyadari keadaan nya saat ini yang sedang tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuh nya.

__ADS_1


" Katakan, bisa - bisa nya kamu tertidur di kamar mandi di saat berendam seperti itu. Bagaimana kalau aku tidak menemukan mu, apa kamu akan tertidur sampai membeku ha?" Kenzi menatap tajam Yemi, jujur saja dia sangat menghawatirkan keadaan Yemi. Kenzi takut Yemi akan jatuh sakit karena terlalu lama berendam.


" Maaf" Yemi menundukan kepala nya dan sepersekian detik kemudian. " Aaaaah" Yemi berteriak kencang seraya menutupi tubuh bagian atas nya yang sudah terlihat oleh Kenzi sedari tadi " uncle mesum, cepat keluar!" Yemi mengusir Kenzi.


Sedangkan Kenzi yang merasa kaget mendengarkan teriakan Yemi yang lumayan keras itu tampak kaget dan panik sehingga tidak sengaja menjatuhkan sabun yang di letakan Yemi di pinggir bathup dan menginjak nya


Byuuurrr


Kenzi yang terpeleset karena menginjak sabun yang tidak sengaja dia jatuhkan akhir nya malah ikut masuk ke dalam bathup dan jatuh menimpa tubuh Yemi yang tidak memakai sehelai benang itu dengan posisi kepala Kenzi jatuh tepat di dada Yemi yang sudah sering Kenzi pegang dan mainkan itu tanpa sepengetahuan si empunya tubuh itu sendiri.


Deg


Jantung Yemi tiba - tiba berdetak sangat kencang, wajah nya pun kini sudah memerah seperti kepiting rebus sekarang. Yemi merasakan sensasi yang baru pertama kali dia rasakan saat wajah Kenzi mendarat tepat pada dua gundukan berharga nya.


" Aaaah" Yemi kembali berteriak, kali ini bahkan lebih kencang lagi. Kenzi pun dengan susah payah keluar dari dalam bathup.


" Berisik! Jangan berteriak!" Setelah mengatakan itu Kenzi langsung berlalu dari kamar mandi Yemi dengan keadaan basah kuyup, Kenzi mendengus kesal seraya berjalan ke kamar nya untuk segera mengganti baju nya yang basah.


" Aaaah, uncle mesum!" Yemi berteriak kesal seraya terburu - buru keluar dari dalam bathup dan menyambar handuk yang di gantungkan tak jauh dari tempat nya berada.


" Apa itu tadi? Aaah aku malu" Yemi memegang kedua pipi nya yang terasa panas dan sudah di pastikan warna nya sekarang sudah memerah " Bagaiman aku bisa menghadapi uncle lagi mulai dari sekarang" Yemi menutup wajah nya sendiri dengan ke dua telapak tangan nya. " Aish, memalukan sekali" Yemi menggeleng - gelengkan kepala nya dengan wajah yang malu - malu.

__ADS_1


Yemi seperti nya mengira kalau itu adalah yang pertama kali nya uncle Ken nya yang bersetatus sebagai suami nya itu menyentuh bagian tubuh nya yang itu, padahal tanpa sepengetahuan nya Kenzi sudah sering memegang bahkan memainkan nya dan tak jarang juga dia menghisap nya dan meninggalkan tanda kepemilikan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2