
"Sekarang katakan keinginan mu yang ke dua!" Alfaro menatap serius pada Simi yang kini sedang meminum minuman yang ada pada gelas di hadapan nya. Mereka berdua baru saja menghabiskan makanan mereka.
" Apa ya?" Simi menaruh jari telunjuk nya pada kening nya seolah dia sedang berfikir.
" Cepat katakan!" Alfaro terlihat tidak sabaran.
" Ish, om ini kenapa terburu - buru sekali!" Simi mengerucutkan bibir nya. " Kenapa om seperti nya sudah sangat tidak sabar untuk mengabulkan permintaan ku?" Simi menatap Alfaro dengan tatapan menyelidik.
" Tentu saja aku tak sabar, aku ingin segera mengabul kan nya dan mendapatkan maaf dari mu agar aku bisa cepat pergi menemui orang tua mu" jawab Alfaro dengan santai nya.
" Orang tuaku? Untuk apa?" Simi mengerutkan kening nya.
" Tentu saja untuk melamar mu dan menikahi mu"
" Ish, memang aku bilang mau menikah dengan om apa?" Simi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang terlihat kesal.
" Tentu saja, memang kamu tidak mau? Bukankah saat itu kamu yang bilang kalau aku calon suami mu?" Alfaro tersenyum menggoda seraya mengerlingkan mata nya pada Simi.
" Ish, itu kan dulu saat kita sedang bersandiwara" Simi memberengut kesal.
" Aku tidak perduli, yang pasti mau atau tidak mau kamu harus menikah dengan ku" Alfaro mengatakan itu dengan nada tak ingin di bantah.
" Ish, om nyebelin! Kalau seperti itu, kenapa om tidak langsung saja menemui papa ku dan melamar ku pada nya. Buat apa om pake ngomong sama aku segala kalau ujung - ujung nya jawaban ku tidak penting bagi om" Simi semakin memberengut kesal.
__ADS_1
" Ah iya ya, kenapa aku tidak kefikiran? Untuk apa aku membawa mu kemari? Lebih baik aku langsung menemui papa mu dan melamar mu pada nya" Alfaro menepuk pelan kening nya dengan telapak tangan nya.
" Cih" Simi berdecih.
" Baiklah, lebih baik aku mandi dulu sekarang. Bukan kah aku harus terlihat tampan dan wangi di mata calon mertuaku" Alfaro tersenyum manis sebelum akhir nya dia pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri nya.
" Dasar menyebalkan!" Simi mengerucutkan bibirnya. " Tapi aku menyukai nya, yeay!" Pekik Simi kegirangan dengan suara yang tertahan agar Alfaro yang sedang berada di kamar nya tidak mendengar sorakan nya seraya berjalan ke arah sofa ruang tamu dan melemparkan tubuh nya sendiri pada sofa itu. " I Love You om Alfa" Simi bergumam seraya memeluk bantal sofa dengan wajah yang terlihat gemas.
" I Love You too" tanpa di sadari Simi, Alfaro sudah berada di dekat nya dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Ya, tadi Alfaro memang sudah masuk ke kamar nya tapi keluar lagi karena ada sesuatu yang dia lupakan. Namun dia tidak menyangka saat dia keluar dari kamar nya, ternyata Simi sedang bersorak kegirangan dan saat dia mendekati nya tanpa suara Simi malah mengatakan kalau Simi mencintai diri nya. Sungguh perasaan Alfaro kini sangat bahagia.
Simi yang merasa kaget masih dalam posisi nya dengan wajah yang terlihat sangat terkejut, perlahan Simi menolehkan wajah nya untuk melihat asal suara itu yang tak lain adalah Alfaro. Simi pun merasa mati kutu saat ternyata Alfaro sudah berdiri di samping nya dengan senyum yang menurut Simi sangat menyebalkan. Senyum penuh kemenangan dengan gaya yang sangat arogan.
" Ya, tadi aku memang mau mandi. Tapi aku melupakan sesuatu. Untung saja aku kembali sehingga aku bisa mendengarkan pengakuan cinta dari mu." Alfaro mendudukan diri nya di samping Simi.
" Pengakuan cinta apa maksud om?" Simi memalingkan wajah nya untuk menyembunyikan rona merah pada wajah nya dengan salah tingkah.
" Ucapan mu barusan" Alfaro menaik turunkan alus nya lucu.
" Ucapan yang mana? Aku tidak mengatakan apa pun" Simi masih tidak mau mengakui nya.
" Akh" Simi terpekik kaget saat tubuh nya tiba - tiba melayang karena Alfaro mengangkat tubuh mungil Simi dan mendudukan nya kembali di atas pangkuan nya. " Lepaskam om, apa yang om lakukan" Simi memberontak namun tangan Alfaro memegang erat pinggang Simi untuk menahan nya agar tidak bisa turun dari pangkuan nya.
__ADS_1
" Aku akan melepaskan mu, asal kamu mau mengulangi ucapan mu tadi" ucap Alfaro santai.
" Ish, aku tidak mau!" Simi mengerucutkan bibir nya lucu. " Biarkan saja kalau om ma_ hmmmpth" belum sempat Simi meneruskan kata - kata nya, Alfaro sudah membungkam bibir Yemi dengan bibir nya.
Alfaro mulai menghisap dan ******* bibir Simi dengan lembut sedangkan Simi tampak membulatkan ke dua bola mata nya saat Alfaro melakukan hal itu pada nya.
" A apa yang om lakukan?" Tanya Simi terbata saat mereka melepaskan tautan pada bibir mereka.
" Manis" Alfaro tersenyum penuh arti seraya tangan nya menyeka air liur yang tersisa di bibir nya.
" Apa om bilang? " Simi menatap Alfaro dengan wajah yang tidak percaya nya.
" Rasa nya manis" Alfaro menyentuh bibir mungil Simi lalu kemudian dia menurunkan tubuh Simi dari pangkuan nya dan berlalu pergi masuk kembali ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri nya dan meninggalkan Simi yang sedang berwajah kesal.
" Dasar om mesum menyebalkan!" Simi berteriak dengan cukup kencang namun Alfaro tampak tidak mèmperdulikan teriakan Simi sama sekali.
" Apa itu tadi?" Simi menyentuh bibir nya sendiri " Tadi itu aku berciuman? Om Alfa mengambil ciuman pertamaku" Simi tersenyum sendiri saat mengingat kejadian barusan.
Tak lama Alfaro sudah selesai dengan ritual mandi nya dan tampak sudah terlihat rapi dengan kemeja dan celana bahan nya. Pakaian nya kali ini terlihat lebih santai dari biasa nya dan membuat aura ketampanan yang di miliki Alfaro semakin terpancar dari wajah nya.
Simi lagi - lagi merasa terpesona pada om menyebalkan nya namun Simi berusaha terlihat secuek mungkin saat melihat nya. Hari itu Alfaro benar - benar menemui orang tua Simi dan melamar nya, tentu saja ke dua orang tua Simi menerima lamaran dari Alfaro dengan senang hati karena mereka tahu akan perasaan Simi pada pemuda itu walaupun Simi tidak pernah mengatakan nya secara langsung. Dari cara Simi memandang dan memperlakukan Alfaro saja mereka sudah bisa mengetahui nya.
Mereka memutuskan untuk segera mengadakan pernikahan mereka setelah Alfaro membicarakan nya dengan keluarga nya yang ada di Singapura, bagaimana pun ini adalah keputusan yang sangat besar dalam hidup nya dan keluarga nya harus tahu tentang hal itu. Apa lagi keluarga Simi juga ingin bertemu terlebih dahulu dengan keluarga Alfaro dan baru setelah itu mereka akan membicarakan hari pernikahan mereka.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏