
Sore hari pun tiba, Yemi yang baru saja pulang dari kafe tempat pertemuan nya tadi dengan Kenzi dan Alfaro merasa sangat lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuh nya itu. Bukan hanya lelah fisik nya saja tapi kali ini batin Yemi juga merasa kelelahan karena dia harus menghadapi uncle Ken nya dan guru BK nya itu. Sungguh Yemi merasa serba salah dalam bersikap tadi di sana. Berada di antara dua orang pria itu rasa nya seperti tertangkap basah sedang berselingkuh dari suami nya, padahal kan tidak.
Ceklek
Yemi membuka pintu apartemen Kenzi dengan malas. Yemi melangkah gontai menuju saklar lampu untuk menghidupkan nya karena keadaan apartemen masih gelap dan itu pertanda Kenzi belum pulang sekarang ini. Yemi bernafas lega akan hal itu
Cetrek
Lampu apartemen terbuka, betapa kaget nya Yemi saat melihat sosok yang saat ini menatap nya tajam seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya duduk bersandar di atas sofa ruang tamu
" Ah Uncle, uncle sudah pulang?" Yemi tersenyum kikuk seraya menghampiri uncle nya itu dengan hati yang was - was.
" Kenapa kamu baru pulang? Apa kamu juga menemani guru mu itu pulang ke rumah nya?" Kenzi bertanya dengan nada dingin nya tanpa melepaskan tatapan tajam nya pada gadis yang ada di hadapan nya.
" Ish, uncle ini. Mana mungkin aku ikut pak guru gila menyebalkan itu ke rumah nya." Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Apa kamu bilang? Kamu memanggil dia apa?" Kenzi tampak mengulum senyum nya saat dia mendengar cara Yemi memanggil Devan. " Seperti nya Yemi tidak menyukai Devan" batin Kenzi tersenyum penuh kemenangan.
" Dia itu guru gila yang menyebalkan, masa aku selalu di hukum dengan hukuman yang berbeda dengan diswa lain nya"
" Maksud mu?"
" Ish, maksudku bila biasa nya siswa di hukum lari keliling lapangan atau membersihkan toilet. Tapi aku malah dia suruh membuatkan makanan untuk nya atau membereskan rak buku di ruangan nya sampai waktu nya jam pulang. Menyebalkan bukan? Dan yang terakhir ya tadi itu" Yemi mendudukan diri nya di samping Krnzi seraya melepaskan sepatu yang dia kenakan.
__ADS_1
" Berani nya dia mencari kesempatan untuk mendekati Yemi dengan menggunakan posisi nya sebagai guru BK." batin Kenzi dengan rahang yang mengeras. " Lalu ini baju dari mana? Seperti nya uncle baru melihat nya?" Kenzi menelisik baju yang di pakai Yemi saat ini.
" Tentu saja uncle baru melihat nya. Tadi guru gila itu yang membelikan nya sebelum kami bertemu dengan uncle" Yemi terkekeh saat mengatakan nya tanpa melihat wajah Kenzi yang berubah suram.
" Buang!" Kenzi berkata dengan penuh penekanan.
" Ya?" Yemi jelas merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Kenzi saat ini.
" Aku bilang buang baju itu" Kenzi kembali berkata dengan nada yang lebih tinggi.
" Aku tidak mau, sayang kan uncle ini masih baru" Yemi memberengut kesal pada uncle nya yang menyuruh nya membuang baju yang baru dia beli walaupun dengan uang guru gila nya itu.
" Uncle akan membelikan yang sama persis seperti itu, atau bila perlu yang lebih bagus dan juga lebih mahal" Kenzi tetap keukeuh pada pendirian nya.
" Tidak mungkin kan aku katakan kalau aku cemburu pada Devan kan?" batin Kenzi
" Ayo uncle, katakan! Kenapa uncle hanya diam saja ha?" Yemi kembali bertanya setelah tidak terdengar jawaban dari uncle nya itu. " Ayo uncle katakan kalau uncle cemburu pada pak Devan" batin Yemi dengan penuh harap seraya menatap Kenzi dengan tatapan menyelidik.
" Kalau aku bilang buang ya buang, aku tidak perlu menjelaskan apa pun pada mu" Kenzi berkata ketus.
" Ish, uncle curang! Aku tidak akan melepaskan baju ini apalagi membuang nya. Uncle dengar itu!" Yemi berjalan dengan menghentakan kaki nya beberapa kali sebelum dia benar - benar masuk ke dalam kamar nya.
" Yemi tunggu, uncle belum selesai bicara!" Kenzi mengejar Yemi sampai di depan pintu untuk mencegah Yemi masuk namun terlambat.
__ADS_1
Braaak
Yemi membanting pintu kamar nya dengan keras tepat di depan wajah Kenzi membuat Kenzi terperanjat kaget.
" Yemiii" Kenzi berteriak kesal pada Yemi yang sudah berada di dalam kamar nya.
" Bukankah sebarus nya aku yang marah di sini? Dan bukankah seharus nya aku menghukum Yemi karena dia telah berani berbohong kepadaku, tapi kenapa malah dia yang lebih marah dari ku" gumam Kenzi menatap pintu kamar Yemi yang tertutup rapat.
Kenzi pun dengan perasaan yang sangat kesal, memutuskan untuk pergi ke kamar nya sendiri untuk membersihkan diri nya. Tadi Kenzi terburu - buru pulang ke apartemen setelah pulang dari kafe tempat nya bertemu dengan Yemi dan Devan di sana. Kenzi yang tidak bisa mengontrol perasaan nya sendiri memutuskan untuk menunggu Yemi pulang di ruang tamu. Bahkan Kenzi tidak membersikan diri nya terlebih dahulu sebelum menunggu kepulangan Yemi.
Sementara di dalam kamar Yemi, terlihat Yemi yang duduk di pinggir tempat tidur nya sambil memberengut kesal pada uncle Ken nya itu.
" Dasar uncle menyebalkan!" Yemi memukul boneka beruang kesayangan nya.
" Kalau dia bilang dia cemburu, aku pasti akan dengan senang hati mau menurut untuk membuang pakaian ini" Yemi membuka kasar pakaian nya itu dan meleparkan nya ke sembarang arah karena dia juga akan mandi.
" Dasar baju sialan! Bukan nya membahas tentang pertemuan tadi siang, uncle malah marah tidak jelas karena baju. Apa - apaan ini" Yemi menginjak baju yang tadi dia lempar sebelum memasuki kamar mandi nya.
Butuh waktu dua jam untuk Yemi mandi kali ini karena dia merendam tubuh nya dalam air hangat dan aroma terapi untuk menenangkan tubuh dan fikiran nya dari beberapa kejadian yang menimpa nya belakangan ini. Apa lagi Yemi yang memang mudah tertidur dalam keadaan apa pun membuat waktu berendam Yemi semakin lama.
Sedangkan Kenzi hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk membersihkan diri nya. Setelah itu Kenzi langsung keluar untuk menyiapkan makan malam untuk nya dan Yemi karena sebentar lagi waktu nya makan malam. Setelah beberapa waktu Kenzi akhir nya menyelesaikan aktifitas memasak nya, kini tinggal menunggu Yemi keluar dari kamar nya untuk makan malam bersama.
Namun setelah satu jam berlalu, Yemi tak kunjung keluar dari kamar nya. Membuat Kenzi menjadi cemas.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏