Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 6


__ADS_3

" Ini" Kenzi menyodorkan sebuah paper bag yang ada ditangan nya pada Yemi


" Apa ini?" Yemi mengerutkan kening nya


" Baju untuk mu, pakailah dan ganti bajumu!" Yemi pun menerima paper bag itu seraya tersenyum manis pada Kenzi dan langsung melesat masuk kedalam kamar Kenzi untuk mengganti baju nya.


" Bagaimana penampilanku? Cantik bukan?" Yemi mematut diri nya di depan Kenzi setelah mengenakan pakaian yang diberikan Kenzi pada nya yang nampak pas pada tubuh nya.


" Emm , lumayan" ucap Kenzi cuek tanpa menolehkan pandangan nya. Kini Kenzi sedang sibuk dengan pekerjaan nya membuat Yemi mendengus kesal.


Dengan bibir nya yang mengerucut tajam, Yemi pun mendudukan diri nya di atas sofa tempat menonton tv dan menyalakan tv nya untuk dia tonton. Beberapa jam telah berlalu dan Yemi tampak menikmati film yang sedang ia tonton saat ini sehingga dia sedikit melupakan kekesalan nya pada Kenzi.


" Nanti sore uncle akan antar kamu kembali ke rumah" Kenzi menghampiri Yemi yang sedang menonton tv setelah tadi dia menyelesaikan pekerjaan nya.


Hari ini memang hari minggu dan ini hari libur untuk Kenzi, tapi saat ini dia harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum dia selesaikan kemarin.


" Aku tidak mau pulang" Yemi mendengus kesal " Apa - apaan uncle menyuruhku untuk pulang, apa uncle merasa terganggu dengan kehadiranku di sini huh" Yemi semakin mengerucutkan bibir nya.


" Uncle tidak merasa terganggu, tapi tetap saja kamu tidak bisa tinggal di sini bersama dengan uncle" Kenzi mencoba bicara lembut pada Yemi


" Lalu kenapa uncle menyuruh ku untuk pulang?" Yemi menatap tajam pada Kenzi.


" Kamu tahu pasti alasan kita tidak bisa tinggal bersama iya kan? "


" Apa?" Yemi berpura - pura tidak tahu walaupun sebenar nya dia sangat tahu betul apa yang di maksud oleh Kenzi, namun dia tidak ingin pergi dari apartemen Kenzi dan harus tinggal sendiri lagi dirumah yang besar itu. Walaupun dia tidak benar - benar sendiri tinggal disana karena ada beberapa pelayan yang menemani nya. Namun itu sangat berbeda, tidak seperti bila yemi bersama dengan Kenzi atau kedua orang tua nya.


Apa lagi saat Yemi sendiri dirumah itu, Yemi akan selalu ingat akan kedua orang tua nya yang sudah pergi meninggalkan nya untuk selama - lama nya dan itu pasti akan membuat Yemi merasakan kesedihan nya lagi.

__ADS_1


Kenzi menarik pelan nafas nya, sungguh butuh stok kesabaran yang banyak untuk menghadapi Yemi.


" Kita bukan muhrim Yemi, dan aturan dilingkungan kita tidak memperbolehkan dua orang berbeda jenis yang bukan muhrim untuk tinggal satu rumah, kamu mengerti kan?" Kenzi menatap wajah cantik Yemi yang tampak berfikir.


" Baiklah kalau begitu, aku sudah memutuskan nya" ucap yemi tiba - tiba dengan wajah yang bersemangat.


" Memutuskan, memutuskan apa?" Kenzi mengangkat alis nya sebelah.


" Ayo kita menikah uncle!" Ucap Yemi dengan enteng nya


Kenzi tampak mengerjapkan mata nya berkali - kali karena terkejut dengan apa yang dikatakan oleh gadis kecil yang ada di hadapan nya itu. Bisa - bisa nya dia melamar seorang pria yang sudah jauh lebih dewasa dari diri nya.


" Apa itu tadi? Aku dilamar oleh anak kecil?" batin Kenzi dengan wajah yang tampak terkejut.


" Oh god, sebenar nya apa yang kau fikirkan huh?" Kenzi menyentil kening Yemi


" Aw" Pekik Yemi seraya tangan nya menggosok kening nya yang terasa panas akibat sentilan jari Kenzi yang lumayan keras " sakit uncle!" Yemi merengek manja.


" Ish, uncle ini. Aku hanya mengatakan apa yang aku fikirkan saja, lagi pula bukankah kalau kita menikah kita bisa tinggal bersama bahkan aku juga bisa tidur memeluk uncle setiap malam" Yemi tampak mengembangkan senyuman nya seraya membayangkan masa depan nya bila dia menikah dengan uncle Ken nya yang sangat dia idamkan sejak dia menginjak usia remaja


" Dasar mesum! Apa yang hanya ada di fikiran mu itu kalau menikah hanya tidur sambil berpelukan saja, begitu?" Kenzi tak habis fikir dengan apa yang di fikirkan oleh Yemi. " Asal kamu tahu, kalau kamu sudah menikah, kamu harus melayani suami mu dengan baik, dari mulai menyiapkan pakaian suami, makanan dan keperluan yang lain nya, apa kamu akan siap dan bisa melakukan nya?" ucap Kenzi


" Aku siap, aku akan berusaha keras untuk menjadi istri yang baik untuk uncle " Yemi tampak bersemangat saat mengatakan nya.


Kenzi tampak berfikir keras, apa yang harus dia katakan lagi untuk membuat Yemi menghentikan keinginan nya itu. Tiba - tiba terlintas ide gila di kepala Kenzi saat itu.


" Dan apa kau tahu, bila ingin menjadi istri yang baik, kamu juga harus bisa memuaskan suamimu dalam urusan ranjang. Apa kau sanggup?" Kenzi berbicara dengan nada menggoda. Jujur saja dia enggan untuk mengatakan nya . Namun Kenzi ingin melihat Yemi menyerah akan keinginan nya untuk menikah dengan diri nya.

__ADS_1


Glek


Yemi menelan saliva nya susah saat mendengarkan perkataan Kenzi barusan. Yemi memang gadis yang polos namun dia tak sepolos iti dan dia tahu pasti apa maksud dari perkataan Kenzi barusan


" A aku, bila uncle memang ingin melakukan nya aku siap" ucap Yemi tergagap dengan jantung yang berdetak sangat kencang dan wajah yang sudah merona seperti tomat.


Sedangkan Kenzi tampak membulatkan kedua bola mata nya menatap tak percaya akan apa yang menjadi jawaban dari gadis cantik yang ada di hadapan nya itu.


" Seperti nya akan percuma bila berbicara dengan Yemi agar dia tidak jadi ingin menikah dengan ku, apa aku terima saja ajakan Yemi dengan begitu aku sudah menjalankan wasiat dari pak Davin dan aku bisa menjaga Yemi dengan lebih leluasa." batin Kenzi menatap wajah cantik Yemi dengan lekat.


" Baiklah, aku akan menikah dengan mu" putus Kenzi pada akhir nya.


" Yes" Yemi bersorak kegirangan seraya berdiri dari duduk nya dan melompat - lompat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru saat mendengar keputusan Kenzi yang bersedia untuk menikah dengan nya.


" Tapi" Kenzi menggantung ucapan nya membuat Yemi terduduk kembali dengan dahi yang mengkerut melihat ke arah uncle nya itu


" Tapi apa?" Yemi semakin penasaran akan apa yang akan dikatakan oleh Kenzi selanjut nya.


" Uncle ingin nilai ujian mu besok mendapat nilai yang tinggi, minimal 80 untuk setiap mata pelajaran. Bukankah besok kamu akan menghadapi ujian?" Kenzi tampak menyunggingkan senyuman nya.


" Aih, aku lupa kalau besok sudah mulai ujian" Yemi menepuk kening nya sendiri dengan wajah yang panik membuat Kenzi tersenyum penuh kemenangan. Namun sepersekian detik kemudian Yemi tampak tersenyum " Tapi tenang saja, kalau itu syarat yang harus aku lakukan. Aku akan terima dengan senang hati" Yemi tersenyum menyeringai pada Kenzi.


" Kenapa dia malah tersenyum seperti itu? Seharus nya dia kelabakan dengan syarat yang aku ajukan mengingat dia terpuruk selama satu minggu ini dan tidak ada waktu untuk belajar" batin Kenzi menatap heran pada Yemi.


" Ingat uncle, uncle tidak bisa mundur lagi dari kesepakatan ini! Deal!" Yemi mengulurkan tangan nya pada Kenzi dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.


" Deal" Kenzi membalas uluran tangan Yemi dengan perasaan ragu.

__ADS_1


" Semoga keputusan ini akan menjadi keputusan yang terbaik untuk kami kedepan nya" batin Kenzi dengan perasaan ragu dalam hati nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan juga ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2