
" Jadi, bagaimana menurut mu? Apa aku harus memeriksakan diriku ke dokter?" Kenzi berkata dengan wajah bodoh nya membuat Alfaro mengulum senyum nya.
" Maaf bos, aku rasa itu bukan penyakit biasa yang bisa diperiksakan dan di obati oleh dokter" jawab Alfaro masih mengulum senyum di bibir nya. " Apa semua orang yang jatuh cinta akan gila seperti ini ya?" batin Alfaro melihat wajah Kenzi yang mulai panik.
" Apa penyakit ku ini berbahaya? Bagaimana ini?" Kenzi mulai panik.
" Bos , seperti nya bos hanya sedang jatuh cinta saja pada nona Yemi, jadi anda hanya memerlukan nona Yemi saja untuk mengobati nya." Alfaro berkata dengan santai.
" Ish, mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada anak kecil itu. Seperti nya otak mu juga rusak, bahkan seperti nya lebih parah dari ku" Kenzi berkata dengan nada cibiran.
" Saya hanya memberikan pendapat saya saja bos, kalau bos tidak setuju saya tidak apa - apa bos" Alfaro menghela nafas nya panjang " Enak saja dia bilang kalau otak ku rusak lebih parah dari dia, otak mu saja yang koslet" cibir Alfaro dalam hati nya. Dia tidak berani mengatakan nya langsung pada Kenzi karena takut.
" Apa mungkin aku sudah jatuh cita pada Yemi? Tidak boleh, kalaupun benar ini perasaan cinta, aku tidak boleh membiarkan cinta ini semakin tumbuh" batin Kenzi seraya memegang dada nya yang terasa sesak setiap kali dia menyangkal perasaan nya terhadap Yemi.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Siang ini sepulang sekolah, Yemi dan Mia pergi ke mall yang cukup besar di daerah mereka. Seperti yang sudah di rencanakam oleh mereka sebelum nya, hari ini Yemi dan Mia akan merubah penampilan Yemi dari gadis tomboy yang apa ada nya menjadi wanita dewasa untuk menarik perhatian dari uncle Ken nya itu.
" Sekarang kita akan memulai nya dari mana?" Yemi dan Mia saat ini baru menginjakan kaki mereka ke dalam mall itu.
" Eemm, seperti nya kita beli baju yang cocok buat lo dulu deh. Baju lo kan cuma celana sama rok jeans pendek aja sama kaos kegedean dan beberapa kemeja cowok, jadi kita harus beli beberapa dress yang cocok buat lo" Mia tampak memberikan saran nya.
" Oke, cuss!" Yemi dan Mia pun mulai memasuki toko demi toko untuk membeli beberapa dress untuk Yemi.
Tidak hanya membeli satu atau dua baju saja, Yemi membeli 10 baju sekaligus agar dia punya ganti untuk hari - hari berikut nya. Karena Yemi berencana akan berpenampilan seperti itu setiap hari di depan Kenzi
__ADS_1
Yemi membeli beberapa dress pendek yang masih sesuai usia nya. Yemi juga sempat mencoba nya dan semua tampak cocok pada tubuh mungil Yemi yang sedikit berisi di bagian - bagian tertentu.
Baju - baju sudah mereka dapat kan dan selanjut nya mereka akan pergi ke salon untuk mengubah penampilan Yemi, tapi saat mereka sedang asyik berjalan, tiba - tiba mata Yemi tertuju pada sebuah gaun tidur yang cukup terbuka dan berbahan tipis berwarna biru muda yang tampak indah di mata Yemi.
" Mi, lo lihat deh!" Yemi tampak menunujuk ke arah baju yang di maksud oleh nya. " Kalau gue pake itu di depan uncle, dia akan tergoda gak ya ?" Yemi menaik turunkan alis nya lucu.
" Pria normal mana pun kalau lihat lo pake baju begituan, ya pasti tergoda lah, kecuali kalau uncle Ken lo itu punya kelainan" Mia berkata dengan enteng sehingga mendapatkan pukulan di kepala nya.
Pletak
" Aw" Mia meringis kesakitan seraya mengusap kepala nya yang tadi terkena pukulan dari Yemi.
" Kepala lo tuh, yang gak normal" Yemi mendengus kesal mendengar perkataan sahabat nya itu. Enak saja suami nya yang sangat tampan dan begitu sempurna di mata Yemi dikatai tidak normal oleh sahabat lucnut nya itu.
" Ish, gue kan bilang kalau uncle Kenzi tidak tergoda sama lo, itu berarti uncle Kenzi tidak normal" Mia masih mengusap kepala nya.
"Gimana, lo jadi beli baju itu?" Mia yang melihat Yemi melamun, menyenggol tubuh Yemi agar tersadar dari lamunan nya.
" Gue mau beli beberapa buat senjata gue, ayo kita lihat?" Yemi menarik tangan Mia dengan semangat memasuki toko pakaian yang menjual pakaiaan terbuka dengan kain yang sangat tipis dan menerawang yang sering di sebut lingeri itu.
" Apa ini bagus?" Yemi menunjukan sebuah lingeri berwarna hitam pada Mia.
" Bagus apa nya, kain nya saja menerawang sepert itu, pasti akan malu bila memakai nya" Mia menjadi ngeri sendiri saat membayangkan Yemi memakai pakaian itu.
" Ish, lo ini. Ini kan memang model nya, dan tujuan gue kan mau ngerayu uncle Ken" Yemi mendengus kesal .
__ADS_1
" Apa lo yakin mau pakai baju itu nanti di hadapan uncle Kenzi?" Mia memincingkan mata nya menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Tentu saja tidak, aku akan menyimpan ini sebagai senjata terakhir" Yemi tersenyum menyeringai membayangkan wajah uncle Kenzi nya yang akan terpesona saat melihat nya mengenakan salah satu dari lingeri itu.
" Terserah lo aja deh!" Mia memutar bola mata nya malas melihat kelakuan ajaib dari sahabat nya itu.
" Sekarang kita akan ke mana?" Yemi sudah membeli 2 buah lingeri dari toko itu dan mereka baru keluar dari sana.
" Ke salon, kita make over penampilan lo" Mia sudah lelah dan ingin segera memanjakan diri nya di tempat yang menjadi surga nya para wanita itu.
" Ya udah, tunggu apa lagi? Cuss lah" Yemi menarik tangan Mia seraya melangkahkan kaki mereka menuju salah satu salon yang ada di dalam mall itu.
" Selamat datang! Ada yang bisa kami bantu?" Seorang pegawai salon tampak menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
" Iya mbak, tolong ubah teman saya ini supaya terlihat seperti wanita dewasa" ucap Mia pada pegawai salon tersebut.
" Baiklah, silahkan ikut kami" Pegawai itu membawa Yemi ke sebuah ruangan di mana mereka melakukan pekerjaan mereka untuk mempercantik seseorang.
Rambut Yemi dipotong sedikit agar terlihat lebih rapi, wajah Yemi juga di berikan beberapa sentuhan make up natural yang terlihat cocok untuk wajah nya tak lupa juga mereka pun merawat kuku - kuku Yemi yang selama ini tidak terawat.
Dua jam telah berlalu Yemi yang sudah selesai di make over oleh pegawai salon keluar dari ruangan itu menghampiri Mia yang sedang menunggu Yemi sambil memain kan ponsel nya. Mia sudah selesai perawatan dari tadi karena dia hanya mengerimbath rambut nya saja untuk mendinginkan kepala nya yang memanas karena berurusan dengan sahabat ajaib nya itu.
" Woy, gimana penampilan gue?" Yemi terlihat mematut diri nya sendiri di depan Mia.
" Wow!" Satu kata yang meluncur dari mulut Mia dengan pandangan penuh kagum pada Yemi. " Perfect" tambah nya lagi seraya membentuk jari telunjuk dan ibu jari nya membentuk huruf O.
__ADS_1
Penampilan Yemi kini sangat cantik dan terlihat seperti wanita dewasa pada umum nya. Rambut yang biasa nya dia ikat asal sekarang dia biarkan tergerai begitu saja dengan rambut yang sudah di potong rapi dan sedikit di curly pada ujung nya. Wajah Yemi pun tampak sangat cantik dengan riasan wajah yang natural, sangat cocok dengan diri nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏