
" Jangan berteriak!" Devan membekap mulut Mia dengan tangan nya karena gadis itu berteriak dengan sangat keras. Devan takut tetangga Mia mendengar nya dan berdatangan ke dalam kontrakan Mia tanpa menjauhkan wajah nya dari wajah Mia. " Berisik tahu, lagi pula bibir ku belum menempel dengan bibir mu" Devan mendengus kesal. Entah itu karena Mia yang berteriak lebay atau entah karena gagal mencium bibir Mia, entahlah hanya babang Devan yang tahu wkwkwk.
" Jadi maksud bapak kalau aku tidak bangun, bapak akan mencium ku begitu?" Mia memberengut kesal setelah menyingkirkan tangan Devan yang membekap mulut nya." Enak saja, bapak sudah mengambil ciuman pertama ku dan bapak juga ingin mencuri ciuman ke dua ku begitu?"
Dugh
Mia langsung bangun dari posisi tidur nya dengan perasaan yang sangat kesal dan tak sengaja kepala nya dan juga Devan terbentur dengan cukup keras karena wajah Devan tadi tepat di atas wajah Mia.
" Aw" Pekik ke dua nya meringis kesakitan seraya mengusap kening mereka yang sakit dan sedikit berdenyut.
" Kamu ini bisa hati - hati gak sih? Dasar gadis bodoh!" Devan masih mengusap kening nya dengan perasaan kesal. " Ish, Lagi pula siapa yang mau dengan gadis yang tidur nya saja berantakan seperti mu"lanjut Devan lagi dengan berkata bohong, karena jujur saja dalam hati nya,Devan tertarik pada Mia yang menurut nya sangat unik dan apa ada nya. Bukan hanya itu saja, Devan juga sangat mengagumi ketegaran dan kekuatan yang di miliki Mia dalam menghadapi hidup nya yang jauh dari kata mudah.
" Kalau bapak tidak tertarik dengan ku, kenapa bapak mau menciumku. Cih, bilang saja kalau bapak sudah jatuh cinta pada ku" Mia berkata dengan nada mengejek seraya mengusap kening nya yang masih terasa berdenyut.
" Ma mana ada, jangan terlalu pd kalau jadi orang! Kalau pun aku mau jatuh cinta lagi, aku juga akan pilih - pilih. Tidak mungkin pada gadis bodoh dan malas seperti mu" jawab Devan dengan salah tingkah
" Ish, tak perlu menghinaku juga dong pak" Mia mengerucutkan bibir nya lucu.
" Sudah lah, cepat kau cuci muka mu dan kita mulai belajar nya!" Devan memilih untuk mengalihkan pembicaraan mereka sebelum dia ketahuan oleh gadis itu kalau dia sudah mempunyai perasaan pada nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
Di malam hari nya di apartemen milik Kenzi, Yemi sedang serius berkutat dengan buku - buku nya walaupun hari sudah malam. Kenzi yang sudah pulang sejak satu jam yang lalu merasa heran karena tidak biasa nya istri kecil nya itu belajar di jam segini.
" sayang, apa masih belum selesai?" Kenzi mulai mendekatkan diri nya pada Yemi yang sedang duduk di meja belajar nya dengan buku - buku di hadapan nya.
" Sebentar lagi uncle" Yemi berbicara tanpa menoleh.
" Tumben kamu belajar sampai malam? Biasa nya juga kalau uncle pulang udahan belajar nya" Kenzi menempelkan wajah nya pada ceruk leher Yemi dan tangan nya memeluk leher Yemi dengan posesif membuat tubuh Yemi meremang seketika.
" Besok ujian uncle, jadi aku harus ekstra belajar nya. Apa lagi ini kan ujian akhir" Yemi berusaha menahan sesuatu yang mulai bergejolak di dalam sana.
" Tapi ini sudah malam sayang, dan kamu sudah belajar cukup lama. Jadi sekarang waktu nya untuk ku" Kenzi malah menelusupkan tangan nya ke dalam baju tidur yang di kenakan oleh Yemi dengan posisi wajah yang sama yaitu di ceruk leher Yemi. Bahkan kali ini Kenzi menggosok - gosok kan hidung mancung nya di sana.
" Aaahk" suara de sahan lolos begitu saja dari bibir mungil Yemi, fikiran nya kini sudah tidak fokus pada pelajaran nya karena fikiran nya kini sudah bertraveling ke mana - mana. Apa lagi tangan Kenzi yang berada dalam baju nya kini mulai nakal memainkan mainan favorit nya di dalam sana. membuat Yemi semakin menggila di buat nya.
" Aahk, un cle... Henti kan!" ucap Yemi terbata dengan wajah yang sudah merona dan mata yang sudah sayu karena kabut gai rah yang dia rasakan. Sungguh uncle Ken nya itu sangat pintar membuat Yemi merasakan kenik matan dunia yang tiada tara.
" Aku sudah tidak tahan lagi sayang" Kenzi pun membalikan kursi yang di duduki Yemi dengan cara memutar nya agar menghadap pada diri nya dan dengan rakus nya Kenzi mulai menautkan bibir nya dan bibir Yemi, Kenzi mulai menye sap dan me ***** nya dengan rakus dan penuh naf su. Tangan Kenzi bahkan menahan tengkuk Yemi agar Yemi tidak bisa melepaskan diri nya dari kegiatan yang sudah menjadi candu bagi nya itu, sementara tangan yang satu nya sibuk membuka kancing piama yang di kenakan oleh istri kecil nya itu.
Tak membutuhkan waktu lama sampai semua kancing terlepas dan tangan Kenzi bebas memegang dua gundukan kembar yang selalu menjadi favorit nya itu.
Kenzi melepaskan tautan nya dan turun menge cupi bagian leher Yemi dan meninggalkan beberapa jejak kepemilikan nya di sana. Bibir Kenzi semakin turun dan sampai lah pada ke dua gundukan kembar milik Yemi, Kenzi menyesap nya dengan rakus salah satu nya dan yang lain nya ia mainkan dengan tangan nya. Posisi Kenzi saat ini sedang berlutut di atas lutut nya yang di tekuk dengan wajah menghadap pada tubuh Yemi.
__ADS_1
"Aahk" Tubuh Yemi menggelinjang nik mat menik mati setiap sentuhan yang di berikan oleh suami nya itu. Tangan Yemi bahkan meremas rambut Kenzi dan menekan kepala Kenzi pada dada nya untuk menyalurkan rasa yang tak bisa di ungkapkan oleh kata - kata itu
Kenzi semakin bersemangat saat merasakan istri kecil nya sudah sama - sama terbakar gai rah yang sama, Kenzi pun tak menunggu lama lansung membuka semua kain penutup yang menutupi tubuh kekar nya sehingga terpangpanglah sang belut albino milik Kenzi yang sudah tampak menegang pertanda dia siap untuk bertempur. Tak lupa juga Kenzi membuka kain penutup yang tersisa pada tubuh Yemi sehingga terpangpang lah sesuatu milik Yemi yang selalu terlihat menggoda di mata Kenzi.
" Kita lakukan gaya baru oke!" Kenzi berbisik tepat di telinga Yemi.
" Gaya baru, maksud nya?" Yemi mengerutkan kening nya menatap wajah Kenzi dengan wajah polos nya membuat Kenzi menjadi gemas saat melihat nya.
Tanpa banyak bicara Kenzi langsung menggendong tubuh mungil Yemi dari atas kursi dan dia sendiri menggantikan Yemi dengan duduk di atas kursi itu dengan masih menggendong tubuh istri nya.
" Sekarang buka kaki mu dan menghadap pada ku!" Kenzi mengangkat sedikit tubuh Yemi untuk merubah posisi Yemi saat ini agar menghadap pada nya.
Dapat Yemi rasakan belut albino milik Kenzi yang sudah menegang terasa menusuk - nusuk pada bagian bawah nya. Kenzi pun kembali menautkan bibir nya pada bibir Yemi seraya tangan nya mengatur tubuh Yemi agar belut albino nya bisa masuk dengan sempurna pada goa milik Yemi.
" Aw" Pekik Yemi tertahan saat bagian milik nya di masuki belut albino milik Kenzi. Mungkin karena ini pertama kali mereka melakukan nya dengan posisi itu membuat milik Yemi sedikit kesakitan saat pertama kali di masuki, namun setelah di gesekan beberapa kali akhir nya belut albino terbenam dengan sempurna di dalam goa milik Yemi.
" Bergoyanglah sayang!" Kenzi menge rang nik mat saat Yemi menggerakan pinggul nya dan menggesekan bagian bawah nya dengan ritme yang tak beraturan, hingga suara de sahan dan era ngan terdengar bersahutan di seluruh kamar dari bibir ke dua nya
Malam itu Kenzi dan Yemi sama - sama menik mati sensasi yang baru mereka rasakan dalam perjalanan pernikahan mereka. Dan mungkin besok atau lusa mereka akan melakukan hal yang lain nya lagi, entahlah.
**Pagi - pagi kita berhareudang ria guys 😜😜
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**