
Beberapa waktu kemudian, Kenzi, Devan, Denis, dan Alfaro sama - sama turun dari wahana yang baru saja berhenti dengan tubuh yang lemas dan wajah yang sangat pucat bahkan Kenzi kini sedang memuntahkan semua isi perut nya di pinggiran sana.
Yemi tampak mengusap punggung suami nya itu dengan perasaan yang merasa bersalah karena menyuruh suami nya untuk menaiki wahana itu. Sedangkan Devan, Alfaro dan Denis tampak langsung terduduk lemas di atas bangku yang ada di sana. Mia tampak memberikan botol minuman pada Devan dan Alfaro sedangkan Celin memberikan nya pada suami nya Denis.
" Minumlah!" Yemi memberikan satu botol air mineral pada suami nya itu setelah dia selesai memuntahkan isi perut nya dan kini mereka sedang duduk di bangku panjang yang berada dekat bangku yang di duduki yang lain nya.
Tanpa mengatakan apa - apa Kenzi langsung mengambil botol minuman itu dan langsung meminum nya. Jujur saja Kenzi saat ini sangat kesal pada istri kecil nya itu yang selalu memiliki keinginan yang sangat aneh, namun dia juga tidak bisa membantah atau pun marah karena dia sadar kalau ini juga salah nya. Siapa suruh dia terlalu rajin menanam benih di rahim Yemi sehingga kini benih itu tumbuh di sana.
" Apa uncle marah pada ku?" Yemi bertanya pada Kenzi yang belum mengatakan sepatah kata pun pada nya dengan mata yang sudah berkaca - kaca siap menumpahkan sesuatu yang sudah menggenang di sana.
" Tidak sayang, uncle tidak marah pada mu" Kenzi yang melihat istri kecil nya berwajah seperti itu menjadi tidak tega dan merasa bersalah.
" Benarkah?" Setetes Air mata Yemi kini sudah menetes pada pipi mulus nya.
" Benar sayang, aku tidak marah. Kemarilah!" Kenzi pun menarik tubuh mungil istri kecil nya itu ke dalam dekapan nya dan mengusap lembut kepala nya. Sungguh Kenzi pun kini mulai lebih baik setelah memeluk istri nya itu, rasa lelah dan pusing yang tadi sempat menghantam tubuh nya kini sudah menghilang entah kemana.
" Lihatlah pasangan itu, setelah mengajak kita menderita dia malah asyik - asyikan bermesraan sekarang!" Devan berkata dengan nada mengejek nya seraya berjalan mendekati Yemi dan Kenzi.
" Ish, kamu ini kenapa selalu sirik kepada kami. Oh ya, calon istri mu tidak mau memeluk mu ya? Kasihan sekali" Kenzi membalas perkataan Devan dengan nada yang sama setelah dia mengurai pelukan nya pada istri kecil nya.
" Perkataan mu benar Zi!" Celin terkekeh saat mengatakan nya.
" Siapa bilang? Hey kak, jangan bicara sembarangan ya! Tentu saja Mia juga mau memeluku, iya kan sayang?" Devan pun menarik tangan Mia agar dia masuk ke dalam dekapan nya namun Mia malah mendorong nya.
__ADS_1
" Pak, jangan macam - macam ya! Malu tahu!" Mia merengek manja dengan wajah yang sudah merona membuat semua nya tertawa menertawakan Devan.
" Aih, nasib menjadi seorang jomblo. Kenapa begini amat ya" batin Alfaro sambil mengusap dada nya sendiri melihat ke tiga pasangan yang ada di hadapan nya yang tampak memamerkan kemesraan mereka tanpa memperdulikan perasaan nya sedikit pun.
" Jadi, apa setelah ini kita akan pulang?" Tanya Denis pada Yemi.
" Emm, sebenar nya ada satu hal lagi yang aku inginkan" Yemi tampak berfikir.
" Apa? Jangan bilang kamu ingin kami menaiki wahana ekstrim yang lain nya?" tanya Devan dengan wajah yang panik. Begitu pun wajah Kenzi, Denis dan Alfaro saat ini, sama - sama panik menunggu jawaban dari bumil itu.
" Ish, bukan pak! Sebenar nya aku ingin naik biang lala bersama dengan uncle, lalu emm bagaimana aku mengatakan nya ya?" Wajah Yemi tampak bersemu merah dengan wajah yang tampak malu - malu saat mengatakan nya.
" Lalu apa?" Kenzi tampak menaikan sebelah alis nya.
" He he, kamu masih ingat?" Yemi nyengir kuda pada Mia sedangkan Mia tampak memutar bola mata nya malas.
" Melakukan apa? Cita - cita gila apa?" Kenzi semakin penasaran dengan apa yang ingin istri kecil nya itu lakukan.
" Ah sudah lah, lebih baik kita naik biang lala nya dulu setelah itu baru aku katakan apa yang aku mau lakukan di sana" Yemi pun berdiri dengan salah tingkah nya dan berjalan menuju apa yang dia inginkan, Kenzi pun mengikuti istri kecil nya itu dengan rasa penasaran nya.
" Bisa kamu katakan pada ku apa yang ingin Yemi lakukan di sana?" Tanya Devan pada Mia dengan wajah yang sangat penasaran.
" Nanti aku katakan saat kita naik biang lala" Mia pun melangkah mengikuti Yemi yang sudah duluan ke sana diikuti yang lain nya.
__ADS_1
" Maaf bos, nona, aku rasa aku tidak usah ikut naik karena aku kan tidak punya pasangan" ucap Alfaro saat mereka sudah sampai di dekat biang lala.
" Kenapa tidak, siapa tahu nanti kak Alfa bertemu dengan wanita cantik di dalam sana dan kalian berjodoh" Yemi berkata asal membuat Alfaro menghela nafas nya berat.
"Tapi nona_" Alfaro tidak bisa melanjutkan ucapan nya saat menerima tatapan tajam dari sang bos, siapa lagi kalau bukan Kenzi. "Baiklah nona!" Alfaro pun hanya bisa pasrah mengikuti istri kecil sang bos nya itu karena akan percuma untuk nya kalau menolak pasti tidak akan bisa.
Pada akhir nya Yemi naik bersama Kenzi, Devan bersama Mia dan Denis bersama dengan Celin, sedangkan Alfaro masuk sendirian. Namun baru pintu akan di tutup, tiba - tiba terdengar suara seorang gadis yang berteriak dengan cukup keras.
" Tunggu - tunggu, biarkan aku ikut naik!" Gadis itu tampak berlari dengan sangat cepat masuk kedalam biang lala yang sudah ada Alfaro di dalam nya dan karena lari nya yang sangat cepat sehingga tubuh gadis itu menabrak tubuh Alfaro sehingga kini mereka terlihat seperti sedang berpelukan. Mereka sama - sama terdiam dengan mata yang terpaku satu sama lain dan jantung yang berdetak sangat cepat dalam posisi mereka saat ini.
" Ish, apa yang om lakukan? Kenapa om memeluku? Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ya om !" Gadis itu tampak mendorong tubuh Alfaro dengan wajah yang kesal setelah dia tersadar dengan keadaan mereka.
" What, hey kamu bilang apa?" Alfaro menatap tajam pada gadis itu " Enak saja, dia sendiri yang memeluku kenapa aku yang di bilang mengambil kesempatan dalam kesempitan" gumam Alfaro seraya mengusap - usap pakaian yang dia pakai " Aku bisa terkena sial karena tubuh ku telah di sentuh oleh gadis gila seperti mu" Alfaro mendengus kesal.
" Apa om bilang, seharus nya aku yang mengatakan hal itu" gadis itu ikut mendengus kesal.
" Am om, am om, aku bukan om mu dan aku juga belum terlalu tua untuk kamu sebut om" Alfaro berkata dengan penuh penekanan.
" Ish, sudah tua tidak mau di bilang tua" gadis itu berkata dengan nada mengejek nya.
" Apa kamu bilang? Dasar gadis gila!" Alfaro merasa gemas dengan gadis yang ada di hadapan nya.
" Om hidung belang menyebalkan!" Kedua nya sama - sama memalingkan wajah mereka sambil mendengus kesal seraya melipat ke dua tangan mereka di dada mereka. Mereka berdua dalam posisi itu selama biang lala berputar.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏