Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 60


__ADS_3

Keesokan hari nya Mia dan Yemi masuk sekolah agak pagi karena hari ini sudah mulai ujian, tidak mungkin kan mereka datang terlambat lagi. Untung nya paman Mia menyuruh nya untuk tidak datang ke bar dulu selama dia ujian dan Mia pun menurut saja karena memang Mia takut terlambat masuk bila malam hari nya harus datang ke bar untuk bekerja.


" Pagi" Sapa Mia pada Yemi yang baru keluar dari mobil uncle Kenzi, ya Yemi di antarkan oleh suami nya kali ini.


" Pagi, tumben lo gak telat" Yemi menutup pintu mobil Kenzi setelah tadi dia memcium tangan suami nya itu.


" Gue libur selama ujian, tumbel si uncle nganterin. Pagi uncle" Mia tersenyum ramah menyapa Kenzi dari kaca mobil yang terbuka.


" Pagi, tolong kamu awasi Yemi! Jangan sampai ada teman pria kalian yang mendekati nya" Kenzi berkata dengan nada datar nya.


" Siap uncle!" Mia memberi hormat pada Kenzi seraya terkekeh.


" Yemi, uncle berangkat. Ingat belajar yang benar dan semoga ujian nya lancar!" ucap Kenzi dengan senyum tipis di bibir nya.


" Siap uncle" Yemi pun meniru gerakan sahabat nya Mia seraya ikut terkekeh. Kenzi pun menancap gas nya dan berlalu dari hadapan Mia dan Yemi untuk pergi ke perusahaan nya.


Yemi dan Mia sama - sama berjalan ke arah kelas mereka dengan sesekali mengobrol dan tertawa bersama. Ditengah perjalanan tiba - tiba ada sebuah tangan yang melingkar di atas pundak Mia dengan cuek nya.


" Tumben lo berdua gak telat?" Dika datang dengan gaya slengean nya seraya merangkul pundak Mia yang berada di disi kiri nya. Dika mana berani merangkul Yemi karena Dika sudah tahu kalau Yemi sudah menikah dengan Kenzi dan Dika mana mau berurusan dengan manusia yang dingin dan datar seperti Kenzi.


" Cih, kita datang pagi salah. Datang telat lebih salah" Mia mendengus kesal.


" Iya Mi, serba salah kita" Yemi mengerucutkan bibir nya.


" Ha ha ha... Bukan begitu, aneh aja lo berdua datang pagi - pagi kayak gini. Kalau aja tiap hari kayak gini, tentram kali ni sekolah, si pak Devan gak perlu tuh marah - marah setiap hari" Dika tertawa renyah masih dengan posisi nya yang tidak berubah. Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ke kelas dengan mengobrol dan bercanda. Sampai suara deheman seseorang menghentikan langkah mereka.


" Ekhem" Devan tampak menatap tajam pada ke tiga orang yang ada di hadapan nya, lebih tepat nya pada pria yang kini sedang merangkul pundak gadis yang sudah membuat nya selalu memikirkan nya dalam beberapa hari ini.

__ADS_1


" Eh pak Devan selamat pagi pak" Dika tersenyum kikuk pada guru yang ada di hadapan nya.


" Pagi" Jawab Devan dengan nada dingin nya tanpa mengurangi tatapan tajam nya. " Ekhem, dilarang berpacaran di area sekolah" tambah Devan lagi dengan nada yang sama.


" Pacaran? Kami tidak ada yang pacaran" Mia yang menjawab.


" Mungkin maksud pak Devan tangan lo Dik" Yemi menyikut sahabat pria nya yang dengan santai nya masih meletakan tangan nya pada pundak Mia.


" Ish, kenapa tangan lo bisa ada di sini?" Mia memukul tangan Dika dengan cukup keras membuat Dika meringis kesakitan.


" Aw, gak perlu mukul juga kali Mi" Dika mengibaskan tangan nya.


" Itu lebih baik" Devan pun berlalu begitu saja setelah mengucapkan hal itu pada ketiga orang murid nya itu.


" Seperti nya ada yang sedang cemburu" batin Yemi seraya mengulum senyum di bibir nya menatap punggung guru BK nya yang sudah menjauh. Sedangkan Dika dan Mia merasa bingung dengan sikap guru nya yang satu itu.


Hari ini Mia memutuskan untuk memasak makanan enak untuk guru menyebalkan nya itu sebagai tanda terima kasih nya karena Devan sudah mau susah - susah mengajari nya.


" Ayo kita lakukan!" Mia pun mulai memakai celemek dan mulai berkutat di dalam dapur. Mia mulai memotong sayuran dan mencuci ayam yang tadi dia beli, hari ini Mia akan memasak ayam kecap manis, capcay dan tempe goreng untuk menjamu Devan yang siang ini seperti biasa akan datang dan mengajari nya.


Lama Mia berkutat dengan masakan nya sampai akhir nya dia berhasil menyelesaikan nya " akhir nya selesai juga" Mia menyeka keringat pada dahi nya dengan tangan nya seraya melihat hasil masakan nya yang sudah dia siapkan di atas meja kecil yang biasa dia gunakan bila akan memakan makanan nya.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Tak lama suara pintu diketuk dari luar, Mia yang sudah mengetahui siapa yang datang tampak mengembangkan senyuman nya seraya melangkahkan kaki nya membuka pintu kontrakan nya. Mia yakin kalau yang datang itu adalah Devan karena siapa lagi yang akan datang di jam seperti itu selain guru menyebalkan nya itu.


" Selamat datang pak" Mia tersenyum senang menyambut pria tampan yang kini menunjukan wajah dingin nya membuat Mia mengerutkan kening nya.


Devan tanpa berkata apa - apa langsung masuk ke dalam kontrakan Mia dan langsung menutup pintu kontrakan Mia dengan pelan jujur saja Devan saat ini masih kesal bila mengingat kejadian tadi siang saat Mia mau saja di rangkul pundak nya oleh Dika. Mia memandang aneh pada sikap guru nya itu seraya melangkah mengikuti Devan.


Kedua nya terhenti tepat di hadapan meja kecil yang di atas nya terdapat makanan hasil masakan Mia tadi. " Apa ini?" Devan mengangkat alis nya sebelah seraya menunjuk pada makanan yang ada di hadapan nya.


" Makanan" Mia tersenyum manis.


" Ish, aku tahu itu makanan. Maksudku ini makanan untuk apa?" Devan mendengus kesal.


" Ini sebagai tanda terima kasih untuk bapak, karena bapak mau mengajari ku jadi aku bisa mengerjakan soal ujian tadi pagi dengan mudah" Mia pun duduk di atas karpet dan mulai mengisi piring dengan nasi dan beberapa lauk untuk Devan. " Cobalah pak, ini buatan ku sendiri!" Mia memberikan piring yang sudah dia isi dengan makanan yang tadi dia ambil.


" Kamu membuat nya sendiri? Kamu bisa masak?" Devan mengambil piring makanan nya.


" Tentu saja, bapak kira selama ini aku memakan masakan siapa kalau aku tidak bisa memasak" Mia kembali mengisi piring dengan makanan, kali ini untuk diri nya sendiri karena dia juga sangat lapar. " Ayo makan pak!" Mia menyendokan makanan ke dalam mulut nya sendiri.


" Baik lah, aku akan mencoba nya. Terima kasih!" Devan mulai menyendokan makanan ke dalam mulut nya dan dapat Devan rasakan bahwa masakan Mia sangat enak dan begitu cocok di lidah nya. " Dia juga pandai memasak, sungguh gadis yang luar biasa" batin Devan tersenyum penuh arti menatap Mia yang sedang makan dengan lahap nya.


Kedu anya pun menikmati makanan mereka masing - masing dengan sangat lahap dan dengan suasana tenang, ke dua nya tenggelam dalam fikiran mereka masing - masing.


" Kalau kamu makan itu yang rapi jangan berantakan" Devan mengulurkan tangan nya untuk membersihkan sisa kecap yang belepotan pada ujung bibir Mia dengan ibu jari nya membuat Mia terkesiap seraya mengedipkan mata nya berkali - kali dengan detak jantung yang berdebar dengan kencang ketika mendapatkan perlakuan lembut yang tiba - tiba dari guru nya itu. " Atau kamu mau aku membersihkan nya dengan bibir ku? Rasa nya pasti akan sangat manis" Devan menaik turunkan alis nya lucu seraya terkekeh saat mengatakan nya.


" Tentu daja tidak, dasar pak guru mesum" Mia memalingkan wajah nya yang sudah merona dengan detak jantung yang masih berdetak dengan cepat. " Apa tadi dia bilang, ingin membersihkan nya dengan bibir nya? Ish dasar pak guru mesum menyebalkan!" gumam Mia seraya langsung membereskan bekas makan mereka dengan salah tingkah, terbukti Mia salah melangkahkan kaki nya yang seharus nya ke dapur malah ke tempat tidur nya seraya membawa beberapa piring kotor di tangan nya.


Devan tampak terkekeh melihat kelakuan gadis yang ada di hadapan nya itu. " Mulai saat ini aku tidak akan membiarkan seorang pria pun mendekati mu Mia" batin Devan tersenyum penuh arti menatap Mia yang sedang sibuk membereskan bekas makanan mereka tadi.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2