
Setelah berjalan cukup lama dengan jarak yang cukup jauh, Yemi dan Devan akhir nya sampai juga di tempat tujuan mereka. Sebuah bukit dengan tebing yang cukup tinggi dan tak begitu ramai orang namun pemandangan nya sangat indah apa lagi untuk melihat sun set di sana. Udara nya juga lumayan sejuk dan ada beberapa pohon kelapa yang menjulang di sana.
" Ck ck ck, pak Devan seperti nya menyukai Yemi! Bisa - bisa nya dia mengajak Yemi ke tempat seperti ini" orang yang tadi mengikuti Yemi berdecak.
" Ish, mengambil kesempatan dalam kesempitan" Orang itu menggeleng - gelengkan kepala nya saat melihat Devan yang membantu Yemi untuk naik ke atas sebuah batu besar di dekat tebing dengan menarik tangan Yemi dan tak sengaja tubuh Yemi yang di tarik menubruk tubuh Devan.
Cekrekk
Orang itu mengambil beberapa foto Yemi yang sedang berdua bersama Devan dengan posisi yang akan membuat orang salah faham " Aku akan mengirimkan nya, bagaimana reaksi nya ya?" Orang itu tersenyum menyeringai menatap foto yang telah dia kirim pada seseorang.
Sementara di tempat Yemi dan Devan
Yemi sedang menatap takjub pada keindahan tempat yang di tunjukan oleh guru gila nya itu. Yemi dan Devan saat ini sedang berdiri di atas sebuah batu besar yang ada di dekat tebing.
" Bapak tau dari mana sih ada tempat yang sangat indah seperti ini?" Yemi memandang pemandangan laut yang sangat indah.
" Aku sudah beberapa kali ke sini, bagaimana bagus bukan?" Devan melipat ke dua tangan nya di dada nya.
" Ya, lumayan" Yemi mengangguk - anggukan kepala nya. Mata nya masih fokus pada pemandangan yang di suguhkan oleh Tuhan sang maha pencipta untuk umat nya.
" Kamu tahu, bila matahari terbenam pemandangan nya akan lebih indah lagi" Devan memandang wajah cantik Yemi yang sedang menatap kagum ke arah depan.
__ADS_1
" Benarkah?" mata Yemi terlihat berbinar " Bisakah kita di sini sampai waktu itu? Hanya beberapa jam lagi kan?" Yemi menatap memohon pada Devan
" Aish, jangan memandangku seperti itu! Aku jadi tidak tahan" batin Devan melihat gemas pada gadis yang ada di hadapan nya dengan jantung yang sudah berdetak sangat kencang.
" Ekhem, baiklah" Devan berusaha menetralisir perasaan nya.
" Yes, terima kasih pak" Yemi tersenyum manis membuat jantung Devan semakin berdetak sangat kencang.
" Oh God, kalau seperti ini terus aku bisa menderita penyakit jantung akut" batin Devan seraya memegang dada nya sendiri.
" Bapak kenapa? Apa bapak sakit?" Yemi menatap dengan tatapan menyelidik saat melihat raut wajah Devan yang berubah. " Apa ini yang sakit?" Yemi memegang dada Devan yang sedang di pegangi oleh Devan sendiri membuat Devan terkesiap dengan jantung yang semakin berdetak dengan sangat cepat.
" Ti tidak, aku tidak apa - apa" Devan melangkah mundur karena kaget atas apa yang di lakukan Yemi sekarang. Bayangkan saja kini wajah Yemi sangat dekat dengan wajah Devan dengan tangan nya yang terulur memegang dada Devan.
Tubuh Devan tiba - tiba terjatuh dari atas batu besar itu dengan posisi duduk, untung saja jarak batu besar itu pada tanah hanya sekitar setengah meter saja.
" Aw" Devan meringis kesakitan seraya tangan nya mengusap bokong nya yang terasa ngilu.
" Apa bapak tidak apa - apa?" Yemi memandang Devan dengan tatapan khawatir juga kaget sampai dia membekap mulut nya sendiri. Yemi tidak habis fikir apa yang di lakukan oleh guru gila nya itu sampai dia bisa terjatuh dari atas batu besar yang sedang mereka pijaki. Tidak tahu saja dia kalau dialah yang menyebabkan Devan bernasib seperti itu.
" Ah, aku tidak apa - apa" Devan langsung bangkit dari posisi teejatuh nya dan bersikap seakan tidak terjadi apa - apa. Sakit nya memang tidak seberapa tapi malu nya itu loh yang sangat luar biasa. Apa lagi kejadian ini terjadi di hadapan orang yang kita sukai. Terbukti sekarang wajah Devan terlihat merona karena malu.
__ADS_1
" Apa benar? Bapak terjatuh lumayan tinggi loh?" Yemi masih menatap cemas pada guru BK nya itu.
" Kalau aku bilang tidak apa - apa, berarti tidak apa - apa. Kenapa kamu cerewet sekali" Devan berkata ketus untuk menutupi rasa malu nya seraya kembali naik ke atas batu besar itu lagi.
" Ish, aku kan hanya bertanya. Bapak tidak perlu ketus seperti itu" Yemi memberengut kesal pada guru gila menyebalkan nya itu yang selalu bersikap aneh dan menyebalkan bila di dekat nya.
Pada akhir nya Yemi dan Devan menghabiskan waktu bersama dengan di temani keheningan karena kedua nya sama - sama terdiam dan tidak tahu apa yang akan mereka bicarakan.
Devan yang kesal dan takut gadis yang ada di samping nya membahas lagi bagaimana bisa dirinya terjatuh tadi dan Yemi yang merasa kesal karena guru BK nya itu selalu bersikap menyebalkan pada nya. Setelah menunggu selama kurang lebih hampir dua jam, pada akhir nya yang di tunggu - tunggu pun datang juga.
" Pak lihat lah, sunset nya sangat indah" Yemi menunjuk ke arah langit yang sudah berwarna kemerahan yang terpantul pada permukaan laut, sungguh terlihat sangat indah.
Yemi terburu - buru mengambil ponsel yang ada dalam tas kecil yang selalu dia bawa dan mulai mengambil gambar dengan ponsel nya. Yemi juga mengambil beberapa gambar diri nya dengan pemandangan indah itu di belakang nya. Devan tersenyum senang melihat gadis yang dia sukai terlihat asyik dan bahagia sambil memainkan ponsel nya.
" Ck, bagaimana aku tidak jatuh cinta pada nya, lihatlah dia sangat menggemaskan" batin Devan menatap Yemi dengan tatapan mengagumi.
" Pak, bisa tolong ambilkan beberapa foto ku" Yemi yang sudah merasa bosan berselfie ria meminta tolong pada Devan untuk mengambil beberapa foto nya membuat Devan tersadar dari lamunan nya.
Tanpa berbicara apa pun Devan langsung menghampiri Yemi dan mengambil alih ponsel Yemi dari tangan Yemi dan mulai mengambil gambar. Sedangkan Yemi mulai berfose dengan gaya yang centil ala - ala gadis remaja yang membuat Devan kembali terpesona untuk kesekian kali nya.
Setelah puas menikmati dan berfoto dengan pemandangan di sana. Yemi dan Devan mulai menuruni bukit untuk kembali ke penginapan tempat mereka dan yang lain nya menginap.
__ADS_1
Devan tampak berjalan terlebih dahulu di depan dan Yemi mengikuti Devan dari belakang. Devan dan Yemi sama - sama berjalan dengan keheningan menemani mereka, mereka terlihat sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing. Yemi yang sedang memikirkan uncle Ken nya yang sudah dua hari ini Yemi hindari bahkan tadi Kenzi sempat melakukan panggilan pada ponsel nya beberapa kali, namun Yemi tidak ada niatan sedikit pun untuk mengangkat nya karena dia masih sangat kesal pada uncle nya itu sementara Devan sedang memikirkan bagaimana langkah dia selanjut nya untuk mendekati Yemi dan mengungkapkan perasaan nya pada murid kesayangan nya itu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏