Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 129


__ADS_3

" Oh ya, gaya seperti apa ya?" Yemi meletakan tangan nya pada ke dua sisi kepala nya seperti orang yang sedang berfikir.


" Jadi kamu belum mengetahui kita mau memakai gaya apa, begitu?" Kenzi menggeleng - gelengkan kepala nya melihat istri kecil nya yang malah sedang menggelengkan kepala nya sambil nyengir kuda.


" Ahha!" Setelah beberapa saat terdiam dan berfikir akhir nya Yemi mendapatkan ide nya dan bersorak dengan senang. " Seperti nya aku tahu aku harus apa" Yemi tersenyum penuh arti menatap Kenzi yang malah mengerutkan kening nya karena bingung dengan apa yang di maksud oleh istri nya itu.


Tak banyak bicara lagi Yemi mendorong tubuh Kenzi agar berbaring di atas tempat tidur mereka. Kenzi pun walau dalam otak nya masih penuh tanya tapi dia menuruti apa yang di inginkan oleh istri kecil nya itu.


Setelah Kenzi berbaring , kini giliran Yemi yang bergerak dan langsung duduk di atas perut suami nya itu.


" Sekarang giliran ku yang di atas, ini pasti aman untuk baby boy kita karena dengan posisi seperti ini perut buncit ku tidak akan terhimpit" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.


" Baik lah, lakukan sesuaka mu!" Kenzi melipat ke dua tangan nya di bawah kepala nya untuk dia jadikan bantal dengan gaya santai nya.


" Terima kasih, dengan senang hati aku akan melakukan nya!" Yemi tersenyum senang dan mulai melancarkan aksi nya yaitu memasukan belut albino milik Kenzi ke dalam sarang ternyaman milik nya dan menggerakkan pinggul nya dengan lincah di atas tubuh Kenzi.


Kenzi beberapa kali menge rang nik mat dengan setiap perlakuan yang di berikan oleh istri kecil nya itu kepada nya. Bahkan tangan Kenzi kini sudah mulai memainkan dua benda kenyal favorit nya yang sejak tadi seakan menari seiring gerakan yang di lakukan Yemi didepan mata nya, tentu saja Kenzi tidak melewatkan itu semua dan dua gundukan kembar itu sudah berada dalam genggaman tangan Kenzi sedari tadi.


Yemi masih melakukan apa yang sejak tadi dia lakukan, bahkan Kenzi kini tampak mengangkat kepala nya agar bisa menggapai dan menghisap sesuatu yang sudah menjadi candu nya itu yang kini sedang berada dalam genggaman tangan nya kini berada dalam ******* bibir nya juga.


Perbuatan Kenzi itu semakin membuat tubuh Yemi menggelinjang hebat dan beberapa kali mengeluarkan suara merdu nya dengan gerakan yang semakin bersemangat sampai pada akhir nya ke dua nya sama - sama mencapai puncak kenik matan yang tiada dua nya.

__ADS_1


Yemi pun ambruk di samping Kenzi dengan nafas yang tersengal dan wajah yang tersenyum puas.


Cup


" Terima kasih sayang!" Kenzi mengecup kening Yemi yang penuh dengan keringat sama seperti diri nya.


Kenzi pun menarik tubuh Yemi ke dalam pelukan nya dengan tangan yang satu nya dia selusupkan di bawah kepala Yemi agar istri kecil nya itu bisa tidur di atas tangan nya.


Tak menunggu lama ke dua nya pun langsung tertidur pulas dengan keadaan yang sama - sama masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


Beberapa jam telah berlalu, waktu kini menunjukan pukul empat dini hari. Pasangan yang semalam sudah melakukan kegiatan panas mereka dengan penuh gai rah tampak masih tertidur pulas dengan posisi yang masih saling memeluk satu sama lainnya.


Tak lama tampak sang wanita mengerjapkan mata nya dengan sesekali meringis memegang perut nya yang hanya tertutupi oleh selimut saja.


Kenzi yang masih terlelap pun mulai terlihat mengerjapkan mata nya setelah mendengar rintihan kecil dari bibir istri kecil nya itu.


" Kamu kenapa sayang?" Kenzi tampak kaget saat melihat Yemi yang meringis menahan sakit sambil memegangi perut buncit nya.


" Sakiiit" hanya itu yang keluar dari mulut Yemi saat ini.


" Perut mu sakit? Apa kita pergi ke rumah sakit saja sekarang?" Kenzi langsung bangun dan duduk di samping Yemi dengan wajah yang sangat panik.

__ADS_1


" Apa baby boy akan lahir sekarang?" Ucap Yemi terbata sambil menahan rasa sakit yang luar biasa pada perut nya.


" Baby boy? Lahir? Sekarang?" Kenzi semakin panik dan langsung berdiri dan turun dari ranjang nya menuju pintu keluar.


" Sayang berhenti!" Yemi berteriak menghentikan suami nya yang hampir saja membuka pintu kamar mereka dengan wajah yang panik.


" Ada apa sayang?" Kenzi menolehkan kepala nya. " Kenapa kamu menghentikan ku, aku akan menyuruh orang - orang untuk menyiapkan keperluan kita ke rumah sakit sayang?" Kenzi semakin panik.


" Apa kamu akan pergi seperti itu? Lihat lah belut albino milik mu yang kelihatan jelas" Yemi mendengus kesal seraya merintih menahan rasa sakit nya. Sungguh Yemi tidak habis fikir dengan suami nya itu.


" Aih, kenapa aku bisa melupakan nya?" Kenzi menepuk jidat nya sendiri seraya berlari ke arah walk on closed untuk berpakaian. Kenzi fikir tidak apa - apa kalau kali ini dia tidak mandi terlebih dahulu karena keadaan darurat yang sedang mereka alami.


Tak lama Kenzi keluar sudah memakai pakaian lengkap nya dan langsung menyambar tubuh Yemi yang masih terbaring sambil menahan rasa sakit nya dengan terburu - buru lalu kemudian menggendong nya dan hendak membawa nya pergi


" Hentikan! Kamu mau membawaku ke mana huh?" Yemi terlihat panik dengan wajah yang sudah mulai memucat karena menahan rasa sakit nya.


" Tentu saja ke rumah sakit, kemana lagi?" Kenzi masih sangat panik.


" Aish, apa kamu akan membiarkan semua orang melihat tubuh indah istri mu ini huh?" Yemi mendengus kesal seraya tangan nya mencubit pinggang Kenzi dengan sangat keras. Sungguh Yemi sangat kesal pada suami nya yang mendadak menjadi bodoh sekarang ini.


" Aw" Pekik Kenzi tertahan seraya berbalik arah menuju walk in closed untuk memakaikan pakaian pada istri kecil nya. " Maaf, aku lupa sayang" Kenzi sebenar nya merasa kesal karena Yemi marah dan mencubit nya tadi. Tapi Kenzi juga bisa mengerti akan keadaan Yemi saat ini yang sedang merasakan sakit yang luar biasa pada perut nya karena kontraksi pasca melahirkan.

__ADS_1


Dengan terburu - buru Kenzi memakaikan pakaian Yemi namun dengan hati - hati dan sesekali meringis saat melihat Yemi kesakitan. Selain merasa tidak tega melihat Yemi yang kesakitan, Kenzi juga meringis karena rasa sakit yang luar biasa pada pundak nya yang kini menancap kuku - kuku cantik Yemi yang memegang erat pundak Kenzi untuk melampiaskan rasa sakit yang di rasakan nya saat Kenzi akan memasangkan celana pada istri kecil nya itu. Sungguh di saat - saat seperti ini bukan hanya sang istri yang akan melahirkan yang merasakan panik dan kesakitan melainkan sang suami juga akan ikut merasakan nya.


Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2