
" Yemi" gumam Devan pelan dengan sudut bibir yang terangkat saat melihat siswi kesayangan nya itu berada tak jauh dari tempat nya berdiri sekarang. Yemi tampak sedang duduk menghadap ke arah nya sedang memakan makanan nya
Tak menunggu lama Devan pun melangkah kan kaki nya untuk menghampiri Yemi yang masih belum menyadari kedatangan Devan ke arah nya, karena mata Yemi saat ini sedang sibuk menelisik sudut ke sudut dekorasi pesta yang tampak indah dalam pandangan mata Yemi saat ini.
" Yemi, kamu datang juga di pesta ini?" Devan langsung menghampiri Yemi tanpa melihat siapa yang duduk di damping siswi kesayangan nya itu.
" Pa pak Devan" Yemi membulatkan bola mata nya seraya menjatuhkan sendok yang ada di tangan nya saking kaget nya. Yemi tidak menyangka akan bertemu dengan guru BK nya di sini. Sedangkam seseorang yang ada di samping Yemi sudah memasang wajah dingin nya.
" Bagaimana bisa guru gila menyebalkan ini ada di sini?" Batin Yemi tersenyum kikuk seraya melirik Kenzi dan Devan secara bergantian.
" Kenapa guru modus ini juga ada di sini?" Batin Kenzi menatap kesal pada pria yang menyapa istri kecil nya tanpa menyadari keberadaan nya.
" Kamu mengenal kak Celin atau kak Denis?" Devan terus saja berbicara tanpa menyadari bahwa api cemburu sudah tampak berkobar di atas kepala Kenzi saat ini.
" A aku datang hanya untuk menemani seseorang" Yemi melirik Kenzi yang duduk di sebelah nya. Begitu pun Devan yang mengikuti arah pandangan Yemi, dan betapa terkejut nya Devan saat melihat siapa yang sedang bersama dengan Yemi sekarang.
" Tuan Kenzi, apa kabar?" Devan pun menyapa Kenzi dengan senyum ramah nya.
" Baik" jawab Kenzi dingin membuat Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Kalian datang bersama?" Devan malah mendudukan diri nya di kursi kosong yang ada di sisi Yemi yang lain nya. " Apa setelah pertemuan terakhir kita, kalian sering bertemu? Seperti nya kalian lumayan akrab?" Devan merasa aneh pada ke dua nya karena dia idak mengetahui hubungan Kenzi dan Yemi yang sesungguh nya.
" Begini pak, kami memang saling mengenal bahkan jauh sebelum aku mengenal bapak" Yemi berkata yang sebenar nya seraya mata nya melirik suami posesif nya yang sudah terbakar api cemburu di sekitar tubuh nya, terlihat dari pancaran mata yang di perlihatkan oleh Kenzi saat melihat pria yang dengan percaya diri nya menghampiri istri kecil nya itu.
__ADS_1
" Benarkah, bagaimana bisa?" Devan mengingat bagaimana pertemuan terakhir mereka yang menunjukan bahwa Yemi dan Kenzi seperti tidak saling mengenal satu sama lain karena mereka sama sekali tidak saling bertegur sapa.
" Begini pak" Yemi baru akan menjelaskan semua nya pada guru BK yang gila dan menyebalkan itu, namun seseorang lebih dulu datang menghampiri mereka dan memotong ucapan Yemi.
" Kalian sudah saling mengenal?" Celin tampak datang bersama dengan Denis menghampiri meja yang Kenzi dan Yemi duduki saat ini.
" Kak Celin, kakak juga mengenal mereka?" Devan tersenyum manis saat melihat sepupu nya itu menghampiri nya. Dia fikir ini saat nya untuk mengenalkan Yemi pada kakak sepupu nya dan tunangan nya juga mungkin dia akan mengungkapkan perasaan nya saat ini juga di hadapan mereka.
" Tentu saja, Kenzi ini adalah sahabat ku sewaktu kuliah. Bukankah aku pernah menceritakan nya pada mu?" Celin menepuk pundak Kenzi yang berada tepat di samping nya.
" Oh jadi tuan Kenzi orang nya. Ya, aku fikir kakak membicarakan Kenzi yang lain nya" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Kalian saling mengenal?" Tanya Kenzi merasa penasaran dengan hubungan antara guru modus itu dengan sahabat nya.
" Dan ini Yemi, apa kakak mengenal nya juga?" Devan menunjuk Yemi dengan tangan nya.
" Tentu saja, dia itu istri kecil nya Kenzi" Celin terkekeh saat mengatakan nya
Jeder
Bagai terkena petir di siang bolong, perkataan Celin tadi membuat hati Devan hancur berkeping - keping. " A apa yang kakak katakan, Yemi ini adalah salah satu murid di sekolah ku. Jadi mana mungkin Yemi sudah menikah?" Devan memandang Yemi dan Kenzi secara bergantian untuk mencari kepastian. Namun ke dua nya tampak diam.
" Jadi Yemi sekolah di sekolah kamu Van? Pas kalau begitu, kamu jangan bilang pada siapa - siapa ya! Kasihan kan Yemi kalau harus putus sekolah karena ini, apa lagi satu minggu lagi Yemi akan ujian akhir sekolah" Celin tampak asyik bercerita tanpa memperhatikan raut wajag Devan yang sudah berubah sendu.
__ADS_1
" Tapi kak, itu tidak di benarkan. Kenapa Yemi bisa menikah saat masih sekolah, apa kamu sudah hamil di luar nikah?" Devan berkata dengan nada kecewa nya.
" Bapak jangan bicara macam - macam ya. Enak saja saya di bilang hamil duluan orang malam pertama aja baru beberapa hari yang lalu" Yemi berkata dengan polos nya seraya mengerucutkan bibir nya sedangkan Kenzi menepuk jidat nya sendiri dengan wajah yang merona. Berbeda lagi dengan Celin dan Denis yang mengulum senyum di bibir mereka saat mendengarkan ucapan polos dari Yemi sedangkan Devan entah lah perasaan nya saat ini sangat sulit untuk di artikan.
" Ish, ternyata Kenzi bisa menahan diri selama beberapa bulan tidak menyentuh istri kecil nya itu" Denis berkata dengan nada mengejek nya.
" Siapa bilang kak, kami memang baru merasakan malam pertama beberapa hari yang lalu tapi uncle ser_" Yemi tidak bisa melanjutkan kata - kata nya saat Kenzi membekap mulut Yemi dengan telapak tangan nya.
" Aish, kalau aku biarkan bisa - bisa Yemi menceritakan tentang diri ku yang biasa menyelinap tiap malam ke kamar nya dan diam - diam menyentuh tubuh nya" batin Kenzi dengan wajah yang panik.
" Sudah ya sayang, kamu tidak usah menceritakan semua nya! Biar lah itu menjadi rahasia kita berdua oke!" Kenzi berbisik pada Yemi dan Yemi pun menganggukan kepala nya.
Kenzi pun melepaskan tangan nya yang membekap mulut Yemi.
" Maaf" Yemi pun nyengir kuda pada Kenzi. Yemi meruruki kebodohan nya dalam hati nya, kalau Kenzi tidak menghentikan nya, diri nya pasti sudah menceritakan masalah pribadi nya itu.
Celin dan Denis tampak tertawa renyah menyaksikan pasangan unik yang ada di hadapan mereka, sedangkan Devan hanya memandang mereka dengan tatapan hampa dan hati yang terluka.
" Kak, aku baru ingat kalau aku masih ada urusan. Aku pamit duluan, dan sekali lagi selamat untuk pertunangan kalian" Devan pun tersenyum hambar pada Celin dan Denis lalu setelah nya pergi meninggalkan keempat orang yang kini sedang sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing.
" Ada apa dengan Devan? Tadi dia baik - baik saja?" batin Celin menatap punggung Devan yang perlahan menjauh.
" Dia pasti patah hati, tapi sudah seharus nya dia tahu sebelum cinta nya terlalu dalam pada Yemi. Dan aku tidak akan rela ada seorang pria pun yang menyimpan perasaan nya untuk istri kecil ku" batin Kenzi menatap Yemi dengan penuh cinta.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏