
" Jadi, katakan ! Kenapa kamu memanggil kekasih mu ini om hem?" Shopia menatap intens Simi yang kini duduk di samping nya, sejak tadi Shopia sangat penasaran dan ingin menanyakan nya pada gadis yang merupakan kekasih putra nya itu.
" Oh ya, aku juga ingin mengetahui nya. Dan aku ingin tahu juga dari mana keberanian mu itu berasal? Baru pertama kali aku melihat gadis seperti mu" Archilles ikut menimpali.
" Apa itu terdengar sangat aneh? Aku memanggil om itu tanpa alasan, aku hanya ingin saja memanggil om Alfa seperti itu." Simi mengerucutkan bibir nya. " Dan masalah sikap ku tadi, maaf kalau aku kurang sopan! Aku hanya tidak suka di anggap orang yang membahayakan bagi om Alfa dan Anaya, aku kan bukan pen jahat yang membawa senj ata" Simi terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, memang terdengar agak aneh bagi kami" Shopia tersenyum kikuk. " Dan kamu itu memang pen jahat yang sudah men teror hati kami semua sehingga kami bisa langsung menyukai mu, apa lagi Alfaro yang selama ini selalu bersikap dingin pada setiap gadis yang dia temui malah jatuh cinta pada gadis cantik seperti mu" Shopia ikut terkekeh.
" Lupakan soal panggilan dan *******, sekarang jelaskan pada ku kenapa aku yang harus meneruskan Aldiron Petra Company jika kalian menyetujui hubungan kak Alfaro dengan Simi!" Anaya masih memikirkan kata - kata daddy nya tadi. Jujur saja Anaya sangat tidak ingin di beri tanggung jawab seperti itu, Anaya tidak bisa membayangkan bagaimana jadi nya kalau diri nya harus menghabiskan waktu nya di perusahaan dan mengerjakan semua pekerjaan kantor yang menumpuk. Hanya dengan membayangkan nya saja Anaya jadi brigidig ngeri sendiri.
" Kalau itu, tentu saja kamu yang harus menjalankan perusahaan sampai kakak mu itu menyelesaikan urusan pernikahan nya" Shopia menjelaskan.
" Apa lagi kamu juga memang harus belajar menjalankan perusahaan walau kamu seorang perempuan" Archilles ikut menimpali.
" Ish, aku kan masih kuliah. Dan aku juga masih ingin bersenang - senang" Anaya mengerucutkan bibir nya.
" Bersenang - senang apa nya, awas saja kalau kamu macam - macam!" Alfaro menatap tajam pada adik perempuan nya itu. " Tunggu dulu, apa maksud daddy dan mommy setelah pernikahan ku selesai aku harus mengurus Aldiron Petra Company? " Alfaro mengerutkan kening nya menatap ke dua orang tua nya yang kini duduk di depan nya.
" Tentu saja, bukankah itu tujuan ku mengirimu ke Indonesia saat itu? Agar kau bisa meneruskan memimpin kerajaan bisnis kita ini" jawab Archilles enteng.
" Apa itu berarti om Alfa akan tinggal di sini setelah menikah dengan ku begitu?" Simi berkata dengan wajah yang mulai berubah sendu.
__ADS_1
" Bukan hanya om Alfa saja sayang, tentu saja istri nya juga akan tinggal di sini" Shopia yang duduk di samping Simi pun merangkul pundak Simi dan mengusap nya lembut.
" Maksud nyonya aku juga tinggal di sini?" Kini wajah Simi tampak kaget.
" Tentu saja, aku tidak mau setelah menikah malah harus tinggal berjauham dengan mu" Alfaro ikut berbicara.
" Aih, bagaimana dengan kuliah ku? Lalu papa dan mama, apa aku harus berpisah dengan mereka?" Simi kini terlihat panik.
" Tentu saja kakak ipar, kalau masalah kuliah kakak ipar bisa pindah kuliah di sini. Kita bisa satu kampus dan berangkat kuliah bersama" Anaya tersenyum senang seraya membayangkan betapa senang nya dia mempunyai teman baru yang bisa dia ajak bicara di mansion dan teman untuk berangkat ke kampus. Sudah di pastikan hidup Anaya tidak akan membosankan lagi seperti biasa nya.
" Kalau papa dan mama mu, kita bisa berkunjung ke sana bila ada waktu luang dan begitu pun sebalik nya mereka bisa berkunjung ke mansion ini" Alfaro ikut menimpali.
" Baiklah kalau begitu" Simi pun menganggukan kepala nya dengan senyum manis tercetak di bibir nya.
Siang itu mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol dan saling mengenal satu sama lain sampai Akhir nya mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap saat ini. Awal nya Archilles dan Shopia menyuruh Simi untuk menginap di mansion saja, namun Simi dan Alfaro juga tidak mungkin meninggalkan Yemi dan yang lain nya di hotel itu. Setidak nya Simi dan Alfaro harus mengatakan nya terlebih dahulu pada mereka.
" Jadi, bagaimana hari kalian?" Yemi menatap Mia dan Simi secara bergantian.
Kini mereka sedang duduk di sebuah meja dalam restoran yang ada di lantai bawah hotel itu. Mereka malam ini akan makan malam bersama.
" Hari ku sangat menyenangkan, aku dan pak Devan pergi berjalan - jalan berkeliling di sekitar Merlion Park dan mengambil beberapa foto di sana. Kami juga mencoba berbagai kuliner yang ada di sana" ucap Mia dengan wajah yang berbinar.
__ADS_1
" Mia menghabiskan lumayan banyak makanan di sana sampai - sampai dia susah bergerak karena kekenyangan" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, bapak kenapa mengatakan yang bagian itu sih?" Mia memberengut kesal sedangkan yang lain nya tertawa.
" Kalau aku hanya duduk di dalam mobil saja dan hanya melihat pemandangan dari dalam sana" Yemi terlihat mengerucutkan bibir nya dengan kepala yang dia jatuhkan di atas meja dengan lemas.
" Kok bisa?" tanya Simi dengan heran.
" Tanyakan saja pada suami ku yang lebay!" Jawab Yemi malas membuat semua mata melihat ke arah Kenzi
" Aku tidak ingin istri ku kelelahan" jawab Kenzi dengan santai nya.
" Ish, tapi kan aku juga ingin berfoto di depan patung Merlion dan juga memakan makanan yang ada di sana seperti Mia" Yemi mendengus kesal.
" Lho, tadi kan aku sudah memfoto mu di sana dan aku juga sudah membelikan makanan yang ada di sana" Kenzi memperlihatkan layar ponsel nya yang tadi dia gunakan untuk mengambil gambar istri nya saat tadi jalan - jalan di Merlion Park.
" Ish, apa kamu tidak lihat! Latar belakang nya hanya di dalam mobil saja sedangkan patung Merlion nya hanya gambar spanduk yang ada di pinggir jalan gerbang masuk Merlion Park saja. Kalau aku memperlihatkan ini pada teman - teman ku, tidak akan ada yang percaya kalau aku benar - benar berada di sana" Yemi semakin kesal saja.
Dan benar saja, saat semua melihat layar ponsel milik Kenzi itu. Semua tampak menahan tawa mereka masing - masing. Bagaimana mereka tidak tertawa, di sana jelas terlihat Yemi yang berwajah kesal dengan latar belakang di dalam mobil dan hanya terlihat hanya sebagian tubuh patung Merlion saja. Mungkin itu spanduk yang di maksud Yemi barusan.
" Itu sama saja sayang, kamu tetap di foto di depan patung Merlion kan?" Kenzi masih bersikap santai.
__ADS_1
" Ish, dasar menyebalkan!" Yemi memberengut kesal. Sedangkan tawa yang lain nya pecah karena sudah tidak tahan lagi menahan tawa mereka.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏