
Kenzi perlahan kembali menautkan bibir nya dan bibir Yemi. Awal nya Kenzi hanya akan mengecup nya sekali saja dan hanya sekilas sebelum dia memindahkan tubuh gadis itu ke kamar nya. Tapi gejolak yang ada pada diri nya menyuruh nya kembali melakukan nya dan kali ini bukan hanya ciuman sekilas saja. Kenzi perlahan memasukan lidah ke dalam mulut Yemi yang sedikit terbuka. Lidah Kenzi dengan lincah melu mat dan mengabsen seluruh isi dalan mulut Yemi yang selalu menjadi candu nya itu.
Suara decapan bibir Kenzi yang bermain sendiri terdengar memenuhi seluruh ruangan itu. Tangan kenzi pun tak tinggal diam, kini tangan nya sudah menyusup ke dalam tanktop yang di pakai Yemi dan mulai mencari apa yang selalu menjadi mainan favorit nya yang ada pada diri Yemi.
Setelah dia menemukan nya Kenzi mulai meremas dan memainkan salah satu gundukan kenyal itu dengan sesekali memainkan bagian ujung berwarna pink nya itu. Bahkan Kenzi juga sempat memberikan jejak mepemilikan nya di sana. Hanya satu saja yang Kenzi buat karena takut Yemi akan curiga bila terlalu banyak.
Setelah di rasa cukup Kenzi buru - buru menghentikan aksi nya sebelum gai rah nya semakin memuncak dan Yemi terbangun dari tidur nya, Kenzi pun menhentikan semua kegilaan yang telah ia lakukan pada gadis yang sedang betah dalam mimpi nya itu.
Setelah selesai Kenzi pun mengangkat tubuh Yemi dan membawa nya ke kamar nya. Kenzi tak lupa juga memasangkan selimut pada tubuh Yemi sebelum dia kembali ke dalam kamar nya untuk menidurkan sesuatu yang sudah bangun se dari tadi.
Beberapa saat kemudian setelah Kenzi kembali ke kamar nya, Yemi terlihat menggeliatkan tubuh nya dan membuka mata nya secara perlahan. " Kenapa lagi - lagi aku bermimpi seperti itu, aish.. Aku harus benar - benar membersihkan otak ku" Yemi memukul pelan kepala nya sendiri. Dan tak lama setelah itu Yemi pun kembali terlelap dalam tidur nya.
Flash back off
" Aku pasti sudah gila" Kenzi menggeleng - gelengkan kepala nya seraya tersenyum merutuki kebodohan nya saat mengingat kembali apa yang telah dia lakukan pada Yemi yang sedang tertidur pulas.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Kenzi di ketuk dari luar " masuk!" Kenzi menyuruh orang yang tadi mengetuk pintu nya untuk masuk, setelah sebelum nya dia menetralisir wajah nya yang sejak tadi tersenyum sendiri seperti orang gila.
__ADS_1
" Maaf bos, hari ini kita ada pertemuan di luar" Alfaro tampak mengingatkan atasan nya itu.
" Ish, aku juga tahu. Itu kan masih nanti sore" Kenzi mendengus kesal
" Ya, saya tahu. Saya hanya mengingatkan siapa tahu anda lupa karena terlalu sibuk memikirkan istri kecil bos " Alfaro berkata dengan hati - hati.
" Apa kamu bilang? Kamu sudah mulai berani pada ku ya, apa kamu sudah bosan bekerja denganku?" Kenzi berkata dengan penuh penekanan.
" Tidak Bos, saya masih betah bekerja di sini. Kalau begitu saya permisi, nanti saya ke sini lagi saat kita akan pergi ke pertemuan" Alfaro pun terburu - buru pergi dari ruangan atasan nya itu .
Alfaro lebih memilih mengamankan diri nya saja dari pada harus terkena omelan dan ancaman lagi dari atasan nya yang terkadang aneh itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
" Maaf menunggu lama" Devan datang dengan tergesa - gesa menghampiri gadis yang dia paksa untuk menjadi asisten pribadi nya selama satu hari ini.
" Ish, bilang aja kalau bapak mau mengerjai saya" Yemi memberengut kesal seraya masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh Devan
" Siapa bilang? Tadi ada guru yang meminta data siswa dari saya, jadi saya harus mencari nya dulu dan memberikan nya pada guru itu terlebih dahulu dan membuat saya terlambat" Devan menjelaskan panjang lebar namun Yemi tidak memperdulikan nya.
" Jadi, kemana kita sekarang?" Yemi bertanya setelah Devan ikut masuk ke dalam mobil nya di depan kursi kemudi.
" Kita beli pakaian terlebih dahulu untuk mu dan setelah itu kamu harus menemaniku menemui kolega bisnis ku" Devan mulai menyalakan mesin mobil nya dan menginjak pedal gas dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
" Kenapa harus ganti baju? Apa bajuku kotor? Tidak kan" Yemi mengangkat alis nya sebelah sambil menatap pada Devan yang masih sibuk dengan jalanan yang ada di depan nya.
" Apa kamu tidak sadar sejarang kamu memakai seragam? Mana ada asisten seorang CEO yang masih pelajar"
" Ish, lagian siapa juga yang mau jadi asisten bapak" Yemi mendengus kesal pada pria yang ada di samping nya itu .
Tak lama mobil mereka sampai di sebuah butik yang cukup besar. Devan pun turun dari mobil dan berlari mengitari mobil nya untuk membuka kan pintu mobil nya untuk Yemi. Yemi pun dengan perasaan kesal turun dari mobil nya dan melangkah mengikuti guru gila menyebalkan nya itu.
Saat mereka memasuki butik tersebut, tampak beberapa pelayan menghampiri mereka untuk menyambut dan melayani Yemi dan Devan sebagai pengunjung butik mereka. Seorang pelayan tampak mengajak Yemi untuk memilih dan mencoba beberapa baju yang ada di sana. Yemi yang merasa kesal dan tidak ada niatan untuk membeli baju di sana pun memilih pakaian yang akan dia kenakan secara asal. Setelah memilih, Yemi pun langsung mencoba nya agar mereka bisa lebih cepat meninggalkan tempat ini.
" Bagaimana?" Yemi tampak sudah mengenakan setelan rok formal berwarna coksu dengan atasan berwarna putih yang di padukan dengan kardigan berwarna senada dengan rok yang dia gunakan, tampak pas pada tubuh Yemi saat ini.
Devan tampak tidak berkedip melihat penampilan Yemi saat ini, Yemi terlihat sangat cantik dan juga terlihat dewasa saat mengenakan pakaian itu.
" Cantik" Satu kata itu keluar begitu saja dari mulut Devan tanpa dia sadari.
" Ish, bapak baru sadar kalau aku cantik. Kemana aja bapak selama ini?" Yemi berkata ponggah
" Maksud saya baju nya yang cantik, kamu kepedean banget" Devan berusaha menetralisir perasaan nya.
" Ish, bilang saya cantik aja gengsi" Yemi memutar bola mata nya malas.
" Sudah lah, ayo pergi! Kita hampir terlambat!" Devan pun berjalan ke arah pintu keluar setelah membayar pakaian yang di kenakan oleh Yemi sekarang. Yemi pun tak menunggu lama langsung mengikuti Devan dengan sedikit berlari untuk mensejajari langkah dari guru nha itu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏