Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 88


__ADS_3

Tak terasa bebeapa hari telah berlalu dan pernikahan Mia dan Devan sudah semakin dekat. Hari ini Mia dan Devan mendatangi sebuah butik ternama yang ada di kota itu untuk melakukan fiting gaun pengantin di sana.


Kini Mia sedang mematut diri nya di hadapan cermin besar setelah dia mencoba gaun pengantin yang akan dia gunakan pada hari pernikahan nya.


" Wah, gaun ini sangat cantik sekali! Pasti ini harga nya sangat mahal" Mia menatap kagum pada gaun yang sedang di pakai nya. Gaun berwarna putih dengan beberapa brokat dan payet yang memenuhi gaun itu sehingga gaun itu terlihat cantik dan juga mewah. " Aih, bayaranku selama setahun bekerja di bar mungkin tidak akan cukup untuk membeli nya" Mia masih mematut diri nya di depan cermin.


" Sayang, apa kamu sudah selesai?" Terdengar suara Devan dari luar kamar ganti yang di pakai Mia saat ini. Tadi Mia dan Devan masuk bersamaan ke ruang ganti yang bersebelahan untuk mencoba pakaian mereka masing - masing.


" Ya, tunggu sebentar pak!" Mia pun mengangkat gaun bagian bawah nya yang menjuntai di atas lantai untuk bersiap keluar menemui calon suami nya itu. Mia cukup kesulitan berjalan menggunakan gaun itu sampai pada saat diri nya berada di ambang pintu tak sengaja menginjak gaun nya sendiri dan membuat nya terjatuh. Untung saja Devan yang memang sedang menunggu nya di depan pintu berhasil menahan tubuh Mia dan posisi mereka kini terlihat saling berpelukan dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat. Mata mereka saling bersirobok satu sama lain. Detak jantung ke dua nya sama - sama berdetak dengan sangat kencang dan bahkan wajah Mia saat ini sudah berubah menjadi merah merona.


Mata Devan kini tertuju pada bibir mungil milik Mia yang beberapa minggu yang lalu pernah dia rasakan tanpa sengaja, perlahan Devan memajukan wajah nya pada wajah Mia dan entah kenapa seakan terhipnotis Mia pun tidak ada niatan untuk menghindar dari Devan. Wajah mereka semakin dekat dan makin dekat saja sampai tinggal beberapa senti lagi.


" Maaf, tuan, nona, bagai mana gaun nya apa sudah pas?" Tiba - tiba terdengar suara dari salah satu pegawai butik yang tadi membantu Mia memilihkan gaun nya menghampiri mereka. Devan dan Mia langsung terkesiap dan langsung saling menjauh kan diri mereka satu sama lain dengan salah tingkah.


" Ah i itu, gaun nya sudah pas terima kasih" Mia tersenyum kikuk pada pegawai itu.


" Pakaian saya juga sudah pas, biar kami mengganti kembali pakaian kami" Devan ikut menimpali dengan salah tingkah dan langsung masuk kembali ke dalam ruang ganti yang ada di belakang nya. Begitu pun Mia dia juga masuk untuk mengganti kembali pakaian nya.

__ADS_1


" Aih, apa yang aku lakukan? Bisa - bisa nya aku akn mencium nya di tempat seperti ini" Devan merutuki kebodohan nya sendiri di depan cermin yang ada di hadapan nya sambil tersenyum sendiri.


" Ommo, apa yang tadi akan aku lakukan dengan pak Devan?" Mia memegang dada nya sendiri yang detak jantung nya terus berdetak dengan sangat kencang.


Sementara Mia berada di ruang ganti di luar tampak dua orang gadis datang bersama dengan pemuda tampan dan wanita paruh baya memasuki butik itu.


" Wah, gaun nya cantik sekali! Kamu beruntung Simi" ucap seorang gadis yang datang bersama dengan Simi.


" Kalau cantik, kenapa tidak kamu saja yang memakai nya dan menikah dengan Juan" jawab Simi ketus.


" Kamu ini bicara apa? Masa calon suami mu menikah dengan ku, yang benar saja" gadis itu yang tak lain sahabat Simi yang bernama Rere tampak tersenyum kikuk pada Simi.


" Terus saja kalian bersandiwara, dasar rubah -rubah tak tau malu" batin Simi menatap tak suka pada sahabat dan calon suami nya.


" Simi, ayo kita mencari gaun yang pas untuk mu!" Wanita paruh baya yang datang dengan mereka yang tak lain adalah mama dari Simi yang bernama Sinta mengajak putri nya itu untuk memilih gaun pengantin untuk nya karena pernikahan mereka hanya tinggal dua minggu lagi.


" Aku akan mencari pakaian untuku" Juan menunjuk tempat pakaian pria yang letak nya di sisi lain butik.

__ADS_1


" Biar aku yang membantu Juan tante" Rere tersenyum manis pada mama nya Simi dan langsung mengikuti Juan dari belakang.


" Cih, mereka ingin berduaan rupa nya" batin Simi menatap nanar pada punggung ke dua nya. " Ah, mama seperti nya aku ingin ke toilet sebentar. Mama pilih dulu yang menurut mama bagus, nanti akan aku coba oke" Simi pun terburu - buru pergi meninggalkan mama nya yang belum sempat menjawab nya. Sinta tampak menggeleng - gelengkan kepala nya melihat kelakuan putri nya itu.


Sebenar nya tujuan nya bukan ke toilet melainkan membuntuti pasangan lucnut itu untuk mendapatkan bukti perselingkuhan mereka. Karena kalau Simi tidak mempunyai bukti Simi tidak bisa menolak pernikahan ini pada papa dan mama nya karena Juan adalah orang kepercayaan papa Simi dan papa Simi sangat menyukai dan mempercayai Juan dan ingin Juan menjadi menantu nya.


Simi yang awal nya belum tahu kebusukan Juan mau menerima pria itu sebagai kekasih nya tiga tahun yang lalu dan mereka menjalin kasih selama itu. Namun selama berhubungan mereka hanya berpacaran saja tanpa ada hubungan intim seperti ciuman atau *** karena Simi yang memang baru lulus SMA tahun kemarin masih sangat kekanak - kanakan dan Juan mau menerima itu. Namun yang tidak Simi sangka ternyata Juan melakukan nya dengan sahabat Simi sendiri dan itu membuat Simi sangat kecewa pada mereka berdua.


Simi mendekati Juan dan Rere yang sedang asyik saling rangkul sambil memilih pakaian untuk Juan dengan mengendap - endap dan setelah dia rasa cukup dekat Simi pun mengeluarkan ponsel nya dan mengambil beberapa gambar mereka berdua yang tampak mesra bahkan ada juga gambar di saat Juan dengan terang - terangan mencium pipi Rere dengan mesra di sana.


Sungguh hati Simi sangat hancur karena untuk ke dua kali nya dia melihat calon suami dan sahabat nya itu bermesraan. Tapi Simi juga merasa bersyukur karena Tuhan membuka keburukan mereka sebelum Simi dan Juan menikah, jadi Simi masih bisa membatalkan nya.


Simi pun dengan perasaan hancur nya langsung kembali pada mama nya dengan terburu - buru sampai dia tidak melihat seseorang yang baru saja memasuki butik itu dengan tergesa - gesa sambil celingak - celunguk seperti mencari seseorang sehingga tidak melihat kedatangan Simi yang melangkah tanpa melihat ke depan dan


Brugh


Tubuh Simi menabrak tubuh orang tadi dengan sangat keras sehingga ke dua nya kini terbaring di atas lantai dengan posisi wajah Simi tepat berada pada dada bidang orang itu dan tubuh Simi saat ini menindih sempurna pria yang terbaring di bawah tubuh Simi saat ini.

__ADS_1


**Siapa hayo?


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2