Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 127


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu dan sekarang kehamilan Yemi sudah menginjak usia sembilan bulan. Sejak usia kandungan Yemi menginjak usia delapan bulan, Kenzi sudah melarang Yemi untuk keluar rumah tanpa diri nya. Bahkan Mia bila ingin bertemu dengan Yemi, Mia yang harus datang ke rumah Yemi dan Kenzi kalau tidak mereka tidak akan bertemu. Mia yang mengerti akan keadaan Yemi dan kekhawatiran Kenzi pun dengan senang hati menemani Yemi di rumah nya bila Yemi sedang bosan. Tak jarang juga Dena dan Ivan yang sejak satu minggu yang lalu tinggal di Indonesia ikut datang bersama dengan Mia untuk melihat keadaan bumil itu.


Orang tua Devan yang merupakan om dan tante dari Yemi sengaja datang ke Indonesia karena ingin menemani Yemi sampai lahiran. Bahkan Dena sempat beberapa kali menginap di sana menemani keponakan nya itu, mengingat Yemi dan Kenzi yang hidup sendiri tanpa keluarga mereka.


Kenzi berbeda dengan Alfaro yang sengaja di asingkan oleh keluarga nya ke Indonesia, Kenzi datang ke Indonesia karena dia sudah tidak punya siapa - siapa lagi di negara asal nya. Ke dua orang tua Kenzi sudah meninggal dunia karena kebakaran yang menghanguskan seluruh rumah dan semua yang Kenzi punya termasuk satu - satu nya keluarga yang dia punya yaitu kedua orang tua nya.


Bukan hal gampang untuk Kenzi bisa hidup di negara nya saat itu mengingat hanya uang sedikit yang dia punya itu pun dia dapatkan dari para tetangga nya yang merasa kasihan pada Kenzi dan dari upah nya bekerja serabutan membantu tetangga nya apa lagi usia nya saat itu masih sangat muda yaitu 17 tahun.


Menginjak usia delapan belas tahun Kenzi yang sudah lulus sekolah SMA nya di ajak salah satu teman nya untuk bekerja di sebuah kapal pesiar yang lumayan besar dengan gaji yang lumayan, namun itu tak berlangsung lama saat seseorang memberikan tuduhan palsu yang sangat keji pada Kenzi dan membuat dia di buang di pelabuhan terdekat dan entah takdir atau kebetulan Kenzi di turunkan di salah satu pelabuhan di Jakarta. Dari situ lah awal mula Kenzi bisa sampai di Indonesia dan bertemu dengan orang tua Yemi yang menolong nya di saat dia sedang dalam kesulitan. Jadi Kenzi sama sekali tidak mempunyai keluarga di Jepang maupun di Indonesia selain Yemi.


Hari ini Mia dan Dena kembali datang untuk menemani Yemi yang kini hanya tiggal dengan pelayan di rumah nya karena Kenzi sedang bekerja di perusahaan nya.


" Kapan perkiraan kamu lahiran Yem?" Dena membawakan tiga gelas jus mangga untuk mereka semua dari dapur. Kini Yemi dan Mia sedang duduk di taman belakang Yemi di pinggir kolam renang.


" Satu minggu lagi tante" Yemi tersenyum manis. " Terima kasih jus nya, kayak nya seger" Yemi langsung mengambil gelas berisi jus di depan nya dan langsung menyeruput nya. " Aaah" beneran seger" Yemi menyimpan kembali gelas yang ada di tangan nya di atas meja dan mengusap bibir nya yang ada bekas jus yang tadi dia minum dengan tangan nya.


" Wuih beneran seger, makasih ya mom" Mia ikut menyimpan kembali gelas yang tadi dia ambil dan dia minum isi nya.


" Sama - sama sayang" Dena tersenyum seraya menggeleng - gelengkan kepala nya melihat kelakuan dua wanita muda di hadapan nya.

__ADS_1


" Kapan kamu nyusul Mi, tuh perut masih belum ada isi nya?" Yemi mengerutkan kening nya menatap Mia.


" Do'a in aja" Jawab Mia singkat. Jujur saja Mia juga ingin segera mempunyai bayi dalam perut nya seperti Yemi, walaupun umur nya masih sangat muda tapi Devan suami nya sudah dewasa dan di umur nya yang sekarang sudah sepantas nya dia mempunyai anak.


" Seperti nya kalian harus lebih keras berusaha lagi, iya kan tante" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.


" Seperti nya begitu, apa kamu dan Devan jarang melakukan nya?" Dena ikut terkekeh.


" Ish, mommy ini! Kalau menurut mommy jarang itu, melakukan nya setiap malam" Mia mengerucutkan bibir nya dengan wajah yang sudah merona karena malu membuat Dena dan Yemi tertawa bersama.


" Kamu juga Yem, apa di usia kandungan ini kalian masih sering melakukan nya?" Dena tiba - tiba berwajah serius.


" Tentu saja pada mu, memang siapa lagi yang sedang mengandung? Kak Celin? Dia kan ada di Korea sekarang" Mia memutar bola mata nya malas.


Ya, Celin saat ini juga sedang mengandung dan usia kandungan nya baru 4 bulan sekarang. Namun Celin dan Denis lebih memilih untuk menetap di negara ginseng itu karena Denis harus menangani perusahaan yang mereka rintis sejak mereka masih berpacaran di sana.


" Iya - iya" Yemi mengerucutkan bibir nya. " Sebenar nya sejak usia kandungan ku delapan bulan, uncle sudah tidak mau melakukan nya lagi pada ku dengan alasan takut kenapa - napa pada baby boy" Yemi terlihat tersipu saat mengatakan nya.


" Ck ck ck, justru melakukan hubungan suami istri saat usia kehamilan tua itu bagus untuk melancarkan persalinan nanti nya. Tapi kalian harus tetap hati - hati, pakai gaya yang aman agar tidak menyakiti baby boy" ucap Dena di akhiri kekehan di akhir kalimat nya.

__ADS_1


" Memang begitu mom?" Mia mengerutkan kening nya.


" Di saat usia kandungan sudah dekat dengan hari lahiran, berhubungan dengan suami dapat juga merangsang kontraksi pada ibu hamil. Tapi kalau masih jauh ya tidak" Dena kembali menjelaskan.


" Ish, aku seharus nya mengajak uncle melakukan nya malam ini. Siapa tahu setelah di jenguk daddy nya baby boy langsung mau keluar" Yemi terkikik geli sendiri dengan ucapan nya barusan.


" Itu patut di coba Yem" Mia ikut terkikik geli.


" Ish, kalian ini. Itu bukan berarti kalau kamu dengan Kenzi melakukan nya malam ini , baby boy langsung lahir besok pagi nya lho. Semua butuh proses!" Ucap Dena. " Sudah lah, kalian mau makan apa? Biar mommy siapkan makan siang kita" Dena pun berdiri hendak masuk ke dalam rumah untuk pergi ke dapur menyiapkan makan siang untuk mereka.


" Aku bantu ya mom!" Mia ikut berdiri dan Dena pun mengangguk sebelum benar - benar masuk ke dalam rumah.


" Ish, kalau begitu aku juga mau ikut" Yemi merengek manja seperti anak kecil sambil mengulurkan ke dua tangan nya meminta bantuan pada Mia agar membantu nya berdiri. Perut Yemi yang sudah sangat besar di usia kehamilan nya yang sudah sembilan bulan itu membuat Yemi agak kesulitan dengan aktifitas nya.


" Cih, manja bener sih nih bumil!" Mia berkata dengan nada mengejek nya seraya merangkul Yemi untuk membantu nya berdiri dari duduk nya. " Ish, berat banget siiih!" Mia mengeluarkan tenaga nya untuk membantu Yemi berdiri sampai akhir nya mereka berhasil juga walau awal nya kesulitan.


" Kan dua orang Mi" Yemi nyengir kuda sedangkan Mia memutar bola mata nya malas


Mia dan Yemi pun dengan langkah pelan menyusul Dena yang sudah lebih dulu masuk ke dalam dapur.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2