
Sementara itu di tempat lain tampak Simi sedang berjalan di sebuah mall bersama dengan Mia. Mereka tadi nya ingin mengajak Yemi juga untuk pergi bersama dengan mereka, namun Yemi tidak di perbolehkan oleh suami posesif nya yang tak lain adalah Kenzi.
Simi dan Mia memang sudah janjian untuk pergi hari ini sejak kemarin di grup chat yang mereka buat yang beranggotakan Simi, Mia dan Yemi. Di sana mereka biasa membicarakan hal - hal yang berurusan wanita dan saling sharing tentang kehidupan mereka dengan pasangan mereka masing - masing.
Simi hari ini ingin membeli sesuatu untuk dia berikan pada Alfaro sebelum kepulangan Alfaro dua minggu lagi, ya Alfaro akan pulang lebih dulu dari Simi. Sedangkan Simi dan keluarga nya akan menyusul ke sana beberapa hari sebelum pesta peenikahan nya, termasuk Yemi dan yang lain nya.
" Seandai nya Yemi juga bisa ikut dengan kita" ucap Mia seraya melangkah kan kaki nya.
" Ya, kita tidak bisa berbuat apa - apa kalau menyangkut dengan suami super over protektif itu" Simi mengangkat bahu nya acuh.
Simi dan Mia terus berjalan menyusuri setiap pertokoan yang ada di dalam mall itu sampai langkah mereka terhenti di depan sebuah toko peralatan bayi yang terlihat sangat lucu di mata mereka.
" Coba lihat sepatu bayi itu, lucu nya!" Mia menunjuk apa yang dia maksud dengan wajah yang berbinar.
" Ya, lihatlah baju itu juga lucu" Simi ikut menunjuk pada apa yang dia suka.
" Apa kita beli untuk bayi Yemi ya?" Mia menatap Simi meminta jawaban.
" Apa tidak apa - apa? Aku dengar kalau bayi dalam kandungan belum tujuh bulan maka pamali kalau kita udah beli alat - alat bayi, kandungan Yemi kan baru 6 bulan" Simi tampak berfikir.
" Itu sih gampang, kan bulan depan juga udah tujuh bulan. Kita kasih nya kan nanti pasa bayi itu udah lahiran, jadi gak akan pamali" Mia berkata dengan enteng nya.
" Aish, benar juga. Kita kan sedang tidak mengandung, lagi pula kita akan memberikan ini saat bayi itu sudah lahir" Simi terkekeh saat mengatakan nya.
" Baiklah, ayo!" Simi dan Mia hendak melangkah memasuki toko itu saat terdengar suara yang tak asing di telinga Simi.
__ADS_1
" Simi, apa kabar?" seorang gadis dengan seorang pria tampak berjalan ke arah nya membuat langkah Simi dan Mia terhenti dan langsung menoleh ke asal suara.
" Siapa mereka?" Bisik Mia saat ke dua orang itu menghampiri mereka.
" Penghianat" jawab Simi enteng membuat Mia mengerutkan dahi nya.
" Aku baik, bagaimana dengan kalian?" Simi membalas sapaan gadis itu seraya melirik pria yang datang bersama gadis itu dengan ujung mata nya.
" Kami baik, oh ya apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah ini toko peralatan bayi, kamu tidak_" pria yang datang bersama gadis itu yang tak lain adalah Juan tampak melirik perut rata Simi dengan tatapan mengejek nya. Ya, yang datang menyapa Simi barusan adalah Rere dan Juan sang mantan pacar dan sang mantan sahabat.
" Aku tidak hamil maksud mu?" Simi memutar bola mata nya malas.
" Mungkin maksud Juan, kamu sedang apa di toko peralatan bayi?" Rere tersenyum kikuk.
" Kami hanya sedang mencari hadiah untuk bayi teman kami yang beberapa bulan lagi akan lahir, kenapa? Apa kalian juga ingin membelikan nya?" Jawab Simi malas.
Sungguh saat ini Simi ingin sekali menonjok dan menyiram wajah Juan dengan air minum yang ada dalam botol yang sedang di bawa Rere sekarang , namun Simi tidak mau membuat keributan di muka umum seperti ini apa lagi mengingat keluarga calon suami nya adalah orang terpandang di Sungapura bahkan di dunia membuat Simi berusaha menahan kekesalan nya saat ini.
" Apa kamu menanyakan kak Alfa? Tentu saja di jam segini dia sedang sibuk bekerja dan asal kalian tahu kurang dari satu bulan lagi, Simi dan kak Alfaro akan menikah di Singapura" Mia menjawab dengan wajah angkuh nya.
" Siapa kau?" Rere memandang tak suka pada Mia.
" Aku sahabat Simi dan kak Alfa, kenapa?" Mia masih menunjukan wajah yang sama.
" Oh, selamat! Ternyata kamu sudah menemukan sahabat baru mu" Rere tersenyum kikuk.
__ADS_1
" Kamu harus hati - hati, jangan sampai kejadian kemarin terulangi lagi dengan calon suami mu yang sekarang. Aku lihat sahabat baru mu ini tak kalah cantik dengan mu" ucap Juan dengan nada cibiran.
" Cih, mereka tidak seperti kalian" Simi mendengus kesal.
" Apa maksud mu aku akan merebut kak Alfa dari Simi begitu?" Mia menggeleng - gelengkan kepala nya menatap tak percaya pada apa yang di ucap kan oleh Juan barusan. " Asal kau tahu ya, aku sudah mempunyai suami yang tak kalah tampan dari kak Alfa. Untuk apa aku merebut calon suami orang" Mia berkata dengan nada berapi - api.
" Kamu sudah menikah?" Tanya Rere dengan wajah tak percaya nya.
" Ya, kenapa, apa ada yang salah?" Mia memandang Rere sambil mengangkat alis nya sebelah.
" Ti tidak, aku hanya tidak menyangka saja gadis muda seperti mu ternyata sudah menikah." Rere tersenyum kikuk seraya menggerakan tangan nya ke kanan dan ke kiri.
" Baiklah kalau tidak ada yang ingin kalian katakan lagi, kami apermisi dulu" Simi pun menarik tangan Mia untuk pergi menjauh dari dua orang yang paling tidak dia sukai itu. Bahkan mereka sampaimelewatkan toko yang tadi akan mereka datangi untuk membeli beberapa barang untuk bayi Yemi karena rasa kesal yang dia rasakan saat ini. Yang ada dalam fikiran Simi saat ini hanyalah ingin segera menjauh dari dua orang itu.
Rere dan Juan pun memandangi punggung Simi dan Mia yang semakin menjauh dengan tatapan yang berbeda - beda.
" Kenapa aku begitu bodoh nya menghianati mu dulu" batin Juan
" Apa kamu menyesal karena menghianati nya dan berhubungan dengan ku?" Rere memandang Juan dengan tatapan menyelidik saat mata Juan memandang Simi dengan tatapan penyesalan.
" Buat apa aku menyesal, lagi pula semua tidak akan bisa kembali seperti dulu" bohong Juan seraya melangkahkan kaki nya meninggalkan Rere yang terdiam dengan segala pemikiran nya.
" Tidak ada hal baik yang aku dapatkan dari penghianatan yang kami lakukan, Juan seperti terpaksa berhubungan dengan ku dan aku kehilangan sahabat baiku" batin Rere menatap punggung Simi yang mulai menghilang dari pandangan nya dengan senyum miris di bibir nya.
Tak lama Rere pun tersadar dari lamunan nya dan langsung menyusul Juan yang sudah mulai menjauh dengan berjalan cepat.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏