
Kenzi dan Yemi saat ini sedang sama - sama berbaring dengan posisi terlentang dengan nafas yang terengah - engah berusaha untuk menghentikan tawa mereka.
Kenzi menolehkan pandangan nya ke sebelah nya di mana di sana ada Yemi yang masih berusaha menghentikan tawa nya. Perlahan Kenzi mengubah posisi nya menjadi menghadap Yemi dengan kepala yang di topangkan pada tangan nya. Kenzi mengangkat ke dua sudut bibir nya melihat istri kecil nya yang begitu cantik , manis dan lucu di mata nya.
" Sudah puas tertawa nya ?" Ucap Kenzi membuat Yemi menolehkan kepala nya. " Apa kita bisa melanjutkan yang tadi hem?" Kenzi menaik turunkan alis nya lucu.
" Yang tadi?" Yemi mengerutkan kening nya " Hemm" Yemi menampilkan wajah seolah sedang berfikir.
" Ayolah, jangan banyak berfikir lagi" Kenzi merengek manja seperti anak kecil. Seperti bukan seorang Kenzi saja, membuat Yemi terkekeh geli melihat nya.
" Tapi aku belum mandi uncle, uncle juga belum kan?" Yemi mengedipkan mata nya lucu menatap Kenzi yang semakin gemas saja pada istri kecil nya itu.
" Tidak apa - apa, kita mandi setelah nya oke!" Kenzi membujuk Yemi.
" Tapi aku bau acem" Yemi mengendus tubuh nya sendiri seraya menunjukan wajah kebauan.
" Uncle suka kok, tidak apa - apa ya?" Kenzi masih keukeuh.
" Ish, tidak mau! Aku malu tau!" Yemi merengek seraya menutup wajah nya yang sudah merona sedari tadi.
" Baiklah, kalau begitu kita mandi bersama saja. Bagaimana?" putus Kenzi pada akhir nya.
" Tidak - tidak, aku akan mandi duluan setelah itu baru uncle" Yemi pun langsung beranjak dari posisi nya dan langsung melesat ke kamar mandi sebelum Kenzi mengejar nya. Bisa malu Yemi kalau mereka mandi bersama, Yemi bahkan masih ingat bagaimana malu nya dia saat Kenzi masuk ke dalam kamar mandi saat diri nya tertidur di bathup kamar mandi nya.
__ADS_1
Lima belas menit sudah Yemi berada di kamar mandi, namun Yemi belum juga keluar dari sana membuat Kenzi gelisah saja.
" Apa dia tertidur lagi di kamar mandi ya?" Gumam Kenzi seraya melangkah untuk mengetuk pintu kamar mandi. Kenzi kini sudah melepaskan pakaian nya dan hanya menyisakan celana boxer nya saja dengan handuk mengalung di leher nya bersiap untuk mandi juga.
Tok
Tok
Tok
" Yemi, apa kamu masih belum selesai?" Kenzi mengetuk pintu dari luar.
Ceklek
Pintu terbuka dari dalam menampilkan kepala Yemi yang dia sembulkan ke luar, tapi hanya kepala nya saja.
" Kamu tidak usah berpakaian juga tidaka apa - apa, nanti juga uncle akan membuka nya" Kenzi malah menggoda Yemi membuat wajah Yemi merona seketika.
" Ish uncleeee" Yemi merengek manja seraya menghentakkan kaki nya beberapa kali.
" Ya sudah, kamu boleh memakai salah satu kemeja uncle di dalam lemari. Jadi sekarang keluarlah, agar uncle bisa mandi juga. Atau kamu mau memandikan uncle hem?" Kenzi menggoda Yemi membuat Yemi semakin malu dan juga kesal. Yemi langsung keluar dengan hanya menggunakan handuk saja yang melilit pada tubuh mungil nya membuat Kenzi semakin tidak tahan saja.
" Ck, apa kamu sengaja menggoda uncle hem?" Kenzi malah menyandarkan tubuh nya pada tiang pintu kamar mandi melihat Yemi yang sedang memilah baju pada lemari yang letak nya tidak jauh dari posisi nya.
__ADS_1
" Ish, mana ada. Aku tidak perlu menggoda uncle, uncle juga sudah tergila - gila dengan tubuh seksi ku ini" Yemi mendengus kesal seraya tangan nya mengambil salah satu kemeja Kenzi yang berwarna putih.
" Kau benar" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya. " Baik lah, tunggu uncle ya" Kenzi pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi nya untuk membersihkan diri nya. Kenzi melakukan nya secepat mungkin karena sudah tidak sabar untuk melakukan apa yang sudah dia ingin lakukan sejak lama.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka dan Kenzi pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
" Yemi, uncle datang apa kamu sudah si_ ?" Kenzi tak melanjutkan kata - kata nya saat melihat istri kecil nya yang sudah ketiduran dengan posisi duduk dan kepala yang dia sandarkan di kepala ranjang. Seperti nya Yemi sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melewati drama tangisan nya tadi saat pertama datang ke vila.
Gairah yang sudah Kenzi rasakan, kini lagi - lagi harus Kenzi tahan entah sampai kapan. Kenzi pun dengan langkah gontai nya menuju lemari baju dan mengambil celana boxer dan sebuah kaos untuk ia kenakan saat tidur. Setelah selesai Kenzi pun membenahi posisi tidur Yemi dan mulai membaringkan tubuh nya di samping istri kecil nya dan menarik nya ke dalam pelukan nya. Tak menunggu lama Kenzi pun ikut tertidur pulas menyusul Yemi ke alam mimpi nya.
Waktu sudah bergulir dan tak terasa sudah pukul satu dini hari. Kenzi terbangun karena gairah yang sejak tadi sempat menghilang saat diri nya tertidur kini kembali muncul lagi, apa lagi posisi tidur Yemi yang berantakan membuat gairah Kenzi semakin memuncak. Wajah Yemi kini menempel sempurna pada ceruk leher Kenzi dengan kaki dan tangan nya memeluk Kenzi posesif dengan kemeja kebesaran yang sudah tersibak ke atas sampai perut. Sungguh godaan yang luar biasa untuk Kenzi.
" Oh ****, aku sudah tidak tahan lagi" Kenzi mengeram kesal menahan gejolak yang ada pada diri nya bahkan kini adik kecil Kenzi sudah terbangun kembali dan menegang dengan sempurna.
" Baiklah sayang, jangan salahkan uncle lagi oke! Karena kalau seperti ini uncle juga tidak akan tahan " Kenzi lansung mengubah posisi nya untuk menghadap Yemi. Kenzi dengan perlahan membuka kancing kemeja nya yang melekat pada tubuh mungil Yemi sampai terpangpang lah tubuh indah itu yang hanya tertutup benda segi tiga saja, karena Yemi kalau tidur tidak pernah menggunakan kaca mata penutup bagian atas nya. Maka itu si uncle selalu mudah untuk mimi kalau malam hari saat Yemi tertidur.
Perlahan Kenzi mulai menautkan bibir nya dan bibir Yemi dengan tangan yang beraksi menggengam dan memainkan benda favorit nya.
" Aaahk" Yemi men desah pelan seraya tubuh nya menggeliat saat tangan Kenzi dengan nakal nya memainkan bagian kecil merah muda yang ada di ujung nya dengan bibir nya yang kali ini menyesap leher jenjang Yemi. Namun Yemi masih setia menutup mata nya, entahlah mungkin kini Yemi menganggap ini mimpi.
Kenzi semakin merasa bersemangat saat mendengar kan suara seksi yang di timbul kan istri kecil nya itu walaupun Yemi masih menutup mata nya. Bibir Kenzi kini turun memainkan dan menye sap dua buah gundukan favorit nya dan memainkan lidah nya pada bagian merah muda yang ada di ujung nya membuat Yemi menggeliatkan tubuh nya berkali - kali.
__ADS_1
Udah dulu ya, lanjut di bab selanjut nya. Di tunggu ya! 😘😘
Jangan lupa Like ,Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏