Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 22


__ADS_3

" Rubah penampilan gagal, bagaimana kalau yang ke dua lo coba bawain bekal makan siang buat uncle lo itu. Nah kalau bisa, lo buat dengan tangan lo sendiri biar lebih berasa gitu perhatian nya" Mia memberikan ide nya. " Dari yang gue pernah lihat di acara drakor dan di novel - novel, ya itu cara yang lumayan ampuh buat naklukin hati cowok" tambah Mia lagi.


" Ish, boro - boro masakain makanan buat uncle. Masak telor dadar aja gue hangus, dan sejak itu uncle gak ngizinin gue buat masak lagi" Yemi mengerucutkan bibir nya.


"Oh, iya ya. Gue lupa" Mia menepuk kening nya sendiri. " Sahabat gila gue ini kan jenius di pelajaran doang, tapi bodoh dalam hal lain nya" Mia tertawa renyah saat mengatakan nya.


" Ish, dasar temen lucknut lo" Yemi melempar bolpoin yang ada di tangan nya.


" Ha ha ha" Mia malah semakin tertawa melihat eksfresi wajah Yemi yang terlihat kesal.


Di saat Mia sedang tertawa bel masuk pun berbunyi dan semua murid tampak berbondong - bondong memasuki ruangan kelas dan tak lama guru mereka pun datang.


Beberapa jam kemudian, bel istirahat pun berbunyi. Kini Yemi dan Mia sedang menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.


" Trus gimana?" Yemi bertanya saat mereka masih menunggu pesanam makanan mereka yang belum datang.


" Apa nya?" Jawab Mia Acuh


" Misi kedua gue, apa ?" Yemi memutar bola mata nya malas.


" Oh, ya itu tadi. Lo bawa bekal makan siang buat uncle lo, kalau masalah makanan nya lo beli aja di restoran" jawab Mia enteng.


" Pinter!" Yemi mengacungkan jempol nya pada Mia seraya tersenyum senang.


" Iya dong, Mia gitu" Mia berkata ponggah sambil melipat ke dua tangan nya di dada nya.


" Kadang - kadang tapi" Yemi kembali menambahkan perkataan nya membuat Mia mengerucutkan bibir nya sedangkan Yemi tertawa renyah melihat eksfresi Mia.


Tak lama pesanan mereka pun datang, Yemi dan Mia sama - sama menikmati makanan mereka. Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kelas mereka.

__ADS_1


Mia yang baru sampai di kelas tampak mengerutkan kening nya melihat sahabat nya Yemi yang mengemasi buku - buku nya. Bukankah kalau habis istirahat buku - buku harus nya di keluarkan? Fikir Mia, tapi kenapa Yemi malah melakukan hal yang sebalik nya.


" Yem, kenapa lo masukin buku - buku lo?" tanya Mia.


" Ish, gue kan mau melaksanakan misi ke dua gue. Do'a kan gue supaya berhasil" Yemi menyampirkan tas nya pada pundak nya dan mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan kelas nya.


" Maksud lo, lo mau bolos gitu?" Mia sedikit berteriak karena Yemi sudah berjalan agak jauh dari nya.


Yemi hanya mengacungkan jempol nya tanpa menolehkan kepala nya kepada Mia dan terus berjala cepat menuju ke belakang sekolah. Kenapa ke belakang sekolah? Karena Yemi kan mau bolos, jadi lewat belakang dengan cara manjat tembok karena kalau ke depan pasti akan ditanyai ini itu oleh satpam sekolah. Ya , karena Yemi selain anak yang pintar dia juga murid kesayangan guru BP yang sering bolak balik ke ruangan BP karena kelakuan nakal nya sehingga Yemi terbiasa panjat memanjat tembok bila dia terlambat masuk sekolah. Tapi baru kali ini dia memanjat tembok untuk keluar dan bolos dari sekolah.


" Ish, nyesel gue kasih ide itu sama tuh anak. Kok gue bisa lupa ya, jam makan siang kan waktu nya barengan sama jam sekolah. Mia ... Mia" Mia menggelengkan kepala nya sendiri merutuki kebodohan nya sendiri.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di depan gedung pencakar langit yang Yemi ketahui adalah tempat kerja Kenzi, tampak Yemi baru turun dari dalam taksi online yang ia pesan tadi dengan membawa kantong plastik berisikan makanan yang tadi dia beli untuk Kenzi.


Yemi tahu persis perusahaan ini karena perusahaan ini adalah milik keluarga nya yang mau tidak mau Kenzi teruskan sebagai pengganti ayah Yemi yang sudah meninggal, sedangkan perusahaan milik nya dia jadikan perusahaan cabang yang ia biarkan orang kepercayaan nya untuk mengurus nya.


" Selamat siang non, lama tidak datang kesini ya non?" Sapa balik pak satpam dengan senyum ramah nya.


" Iya nih pak mau ketemu uncle, ada kan?" Yemi pun membalas senyuman ramah pak satpam itu.


" Ada kok non, non masuk aja langsung!" Pak satpam itu pun mempersilahkan Yemi untuk masuk. Tak menunggu lama Yemi pun langsung masuk ke dalam perusahaan menuju ruang kerja uncle Ken nya yang tak lain ruang kerja ayah nya dulu.


Semua karyawan yang berpapasan dengan Yemi tampak menundukan kepala nya seraya tersenyum ramah menyapa putri pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Yemi pun membalas sapaan mereka dengan senyum yang tak kalah ramah.


Ting


Puntu lift yang membawa Yemi ke lantai di mana tempat kerja suami nya berada tampak terbuka menampilkan Yemi dengan senyum yang terus mengembang di bibir nya.

__ADS_1


Yemi pun melangkah kan kaki nya menuju ruangan Kenzi berada.


" Siang kak Alfa" Yemi tersenyum ramah menyapa Alfa yang terlihat sibuk dengan layar laptop yang ada di hadapan nya.


" Siang non" jawab Alfa tanpa menolehkan pandangan nya. Namun sepersekian detik kemudian Alfa tampak membulatkan ke dua bola mata nya sambil mendongakan kepala nya melihat apa yang ada di depan nya dengan wajah terkejut dan juga heran.


" N non Yemi, kenapa ada disini?" Alfa berkata dengan terbata saat melihat putri dari pemilik perusahaan sekaligus istri dari bos nya saat ini berada di hadapan nya. Karena seharus nya jam segini kan dia seharus nya ada di sekolah nya.


" Aku ingin memberikan makan siang untuk uncle, memang nya kenapa? Apa ada yang salah?" Yemi mengangkat kantok plastik berisi makanan untuk di perlihatkan pada Alfaro.


" Oh begitu, tapi apa nona Yemi tidak sekolah?" Alfaro bertanya dengan dahi yang berkerut


" Ish, tentu saja aku bolos " Yemi menjawab enteng seraya terkikik membuat Alfa menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Yemi yang terkadang ajaib " Baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa kak Alfa" Yemi melambaikan tangan nya pada Alfaro dan melangkah kan kaki nya menuju ruangan Kenzi yang letak nya tidak jauh dari sana.


" Ck ck ck, baru kali ini aku lihat orang yanh tidak malu mengakui diri nya bolos" gumam Alfaro sebelum kembali mrngerjakan pekerjaan nya.


Tok


Tok


Tok


Yemi mengetuk pintu ruangan Kenzi sebelum dia memasuki ruangan suami nya itu.


" Masuk!" Terdengar suara dari dalam


Yemi pun membuka pintu ruangan Kenzi dan masuk ke dalam nya.


" Ada apa Alfa. cepat katakan!" Kenzi tampak sibuk dengan berkas yang ada di tangan nya sehingga dia tidak melihat siapa yang datang ke dalam ruangan nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2