
Simi dan Alfaro saling pandang dengan posisi yang masih sama selama beberapa waktu sampai akhir nya Simi menyadari keadaan mereka yang sesungguh nya.
" Lepaskan aku om" Simi berusaha turun dari pangkuan Alfaro, namun Alfaro menahan tubuh Simi agar tetap pada pangkuan nya. " Sebenar nya mau om apa sih, om ini aneh dan menyebalkan tau gak?" Simi mendengus kesal seraya tubuh nya masih berusaha memberontak.
" Diam!" ucap Alfaro dengan nada datar nya. " Biarkan seperti ini sebentar saja" Alfaro menjatuhkam kepala nya pada bahu Simi. Membuat Simi diam mematung seketika saat mendapat perlakuan dari pria yang kini sedang dia duduki. " Kamu tahu, sejak pertemuan kita yang terakhir. Hatiku merasa tidak tenang, dalam kepala ku hanya ada kamu yang terus berputar - putar." Alfaro berkata tanpa mengangkat kepala nya. " Aku hampir saja mau memeriksakan kepala ku ke rumah sakit karena itu, bahkan bos Kenzi memarahiku karena pekerjaan yang aku kerjakan tidak ada yang beres" Alfaro menghela nafas nya sedangkan Simi hanya diam mendengarkan apa yang sedang di katakan oleh pria yang akhir - akhir ini juga selalu mengganggu fikiran nya.
" Apa tadi dia bilang? Ternyata bukan aku saja yang selalu melihat dia berputar - putar di kepala ku" batin Simi dengan senyum tipis di bibir nya.
" Kamu tahu, seperti nya setelah ku fikir - fikir kalau penyakitku ini aneh. Sama persis seperti yang pernah bos Kenzi alami saat pertama kali menikah dengan nona Yemi" Alfaro kini mengangkat kepala nya dan melihat wajah cantik yang terlihat sedang berfikir. " Apa kamu juga merasakan nya? Katakan!" Alfaro kini menangkup wajah cantik Simi membuat Simi terkesiap sehingga mengedipkan mata nya berkali - kali.
" Penyakit apa nya? Asal om tahu ya, aku tidak berfikir kalau aku mengalami hal yang sama dengan apa yang om alami" Simi memberengut kesal seraya menepis kasar tangan Alfaro yang sedang menangkup wajah nya. Jujur saja Simi kini bersorak dalam hati nya, tapi dia tidak ingin dengan mudah nya membuat Alfaro senang. Simi masih merasa kesal dengan sikap cuek , datar dan sok yang selalu dia tunjukan pada nya.
" Benarkah?" Alfaro menurunkan tangan nya dengan lemas dan Simi yang melihat itu langsung bangun dari posisi nya. Sungguh hati Alfaro kini hancur, baru pertama kali dua menyukai seorang gadis seperti ini dan sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan nya. Tapi hasil nya malah seperti ini.
" Tentu saja, siapa juga yang akan menyukai pria datar dan arogan seperti om ini. Apa om tidak ingat pernah mengatakan pada ku kalau aku ini terlalu mudah bergonta - ganti pria? Apa om yakin menyukai gadis seperti ku" Simi memalingkan wajah dan tubuh nya menjadi membelakangi Alfaro sambil mengulum senyum di bibir nya.
" Masalah itu aku salah, maafkan aku!" Alfaro merasa bersalah.
" Ish, jadi sekarang om mengakui kesalahan om. Apa om tahu setelah malam itu aku tidak bisa tidur dan makan dengan benar karena memikirkan perkataan om pada ku. Aku bahkan melupakan Demi yang saat itu aku ajak bersama ku, dan untuk itu aku harus kehabisan uang jajan ku" Simi mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
" Uang jajan?" Alfaro tidak mengerti karena Simi malah membahas uang jajan saat ini.
" Iya, apa om tahu berapa yang Demi minta karena aku telah meninggalkan nya di pesta saat itu? Tiga juta om, dan itu adalah uang jajan ku selama satu bulan." Simi kembali menoleh pada Alfaro dengan wajah yang sangat kesal.
" Kalau begitu biar aku mengganti semua nya"
" Ish, aku tidak perlu pemberian dari mu. Aku bisa meminta nya lagi pada papa" Simi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan ku?" Alfaro menatap Simi dengan tatapan memohon nya.
" Apa om yakin akan melakukan apa pun untuku?" Simi menatap Alfaro dengan seringai di wajah nya.
" Kenapa perasaan ku menjadi tidak enak" batin Alfaro saat melihat seringai di wajah Simi saat ini. Dengan ragu Alfaro pun menganggukan kepala nya.
" Hanya itu, baiklah dengan senang hati akan aku lakukan" Alfaro pun melepaskan jas dan dasi yang melekat pada tubuh nya, kemudian dia menggulung lengan kemeja nya sebelum dia memasuki dapur nya untuk memasakan makanan untuk gadis yang ada di hadapan nya.
" Katakan! Kamu mau makan apa? Biar aku masakan untuk mu!" Alfaro tersenyum manis pada Simi seraya tangan nya dengan lincah memakai apron pada tubuhnya.
" Apa om bisa memasak?" Tanya Simi dengan wajah terkejut nya.
__ADS_1
" Tentu saja, kamu fikir siapa yang memasakan makanan untuku selama ini?" Alfaro mengerlingkan mata nya pada Simi membuat wajah Simi merona seketika.
" Ish, aku fikir om selalu pesan online" Simi mengangkat bahu nya acuh seraya memalingkan pandangan nya untuk menutupi wajah nya yang sudah merona seperti tomat.
" Memang, terkadang kalau aku tidak sempat memasak." Alfaro membuka kulkas yang ada di dapur nya dan mulai melihat apa isi nya. " Bagaimana kalau aku memasak nasi goreng dan telur saja, maaf seperti nya aku belum sempat belanja lagi untuk isi kulkas ku" Alfaro berkata dengan perasaan tidak enak nya.
" Tidak apa - apa, yang penting enak" Simi tersenyum manis membuat Alfaro gemas sendiri.
" Baiklah tuan putri, silahkan anda menunggu dengan sabar" Alfaro membungkukan tubuh nya memberi hormat seperti seorang pelayan kerajaan.
Simi terkekeh saat melihat perlakuan Alfaro itu, sedangkan Alfaro dengan cekatan langsung memulai pekerjaan nya untuk memasakan nasi goreng spesial untuk gadis yang kini telah menempati hati nya itu. Simi terpesona setiap melihat gerakan yang di lakukan Alfaro saat ini.
" Aih, selain tampan, om ini pandai memasak juga. Ish, bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta pada nya" batin Simi menatap Alfaro dengan mata yang berbinar.
Lumayan lama Alfaro berkutat di dapur untuk menyelesaikan masakan nya sampai akhir nya dua piring nasi goreng spesial pun sudah tersedia di hadapan Simi dan Alfaro saat ini.
" Wow, seperti nya ini enak" Simi memainkan lidah nya dengan tatapan lapar nya saat melihat hasil masakan dari Alfaro.
" Ayo makan! Semoga kamu suka" Alfaro tersenyum manis.
__ADS_1
" Ish, tentu saja aku akan memakan nya, lagi pula aku sudah sangat lapar" Tak menunggu lama Simi pun langsung menyendokan nasi goreng yang ada di hadapan nya dan langsung memasukan nya ke dalam mulut nya. " Emm, nyam nyam, lumayan enak" Simi kembali menyendokan makanan itu ke dalam mulut nya sampai beberapa menit kemudian nasi goreng dalam puring Simi pun habis tak bersisa.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏