
Beberapa waktu telah berlalu, kini Bob sudah mulai kembali pada pekerjaan nya karena para pengunjung sudah mulai ramai berdatangan. Mia juga sudah mulai mengantarkan pesanan pada meja ke meja dengan lincah nya. Mia sudah sangat berpengalaman dalam hal ini, terlihat dari bagaimana cara dia membawa nampan dan meletakan botol juga gelas pada meja dan menuangkan minuman nya.
Tampak seorang pria yang memakai hodie berwarna hitam sedang memperhatikan gerak - gerik dari gadis yang terus bergerak lincah melakukan pekerjaan nya dengan sesekali mengangkat ke dua sudut bibir nya.
" Aih, lihat lah pakaian yang dia pakai malam ini! Apa celana itu tidak terlalu pendek?" Pria itu bergumam pelan seraya memperhatikan Mia yang sedang sibuk berbicara pada penghuni salah satu meja yang ada di sana.
Saat ini Mia memakai celana hot pant dan kaos kebesaran berwarna hitam. Terlihat sangat pas di tubuh Mia, bahkan Mia terlihat seksi dengan penampilan nya yang seperti itu.
" Lihat lah bagaimana cara para pria itu menatap nya? Ck, tidak bisa aku biarkan" pria itu yang tak lain adalah Devan menatap kesal pada dua orang pria yang kini meminta Mia untuk menuangkan minuman nya. Ke dua pria itu tampak menatap Mia dengan tatapan lapar mereka.
Devan yang sedang bersantai di dalam apartemen nya malah tidak tenang karena memikirkan keadaan salah satu murid nya yang tadi siang baru dia temui. Entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak setiap dia memikirkan nya dan memutuskan untuk datang ke tempat kerja gadis itu, dan disinilah dia sekarang di bar tempat Mia bekerja.
Sementara di tempat Mia.
" Kamu cantik sekali, bagaimana kalau kamu menemani kami malam ini?" Salah satu pria tampak merayu Mia namun Mia bersikap acuh dan melakukan pekerjaan nya.
" Maaf tuan - tuan, saya bukan wanita seperti itu" Mia masih berbicara dengan nada lembut.
" Cih, jangan jual mahal nona! Kamu mau minta berapa pun akan aku berikan, asal kau bisa memuaskan kami" Pria yang lain nya tampak berbicara seraya tangan nya hendak menyentuh tangan Mia, namun Mia langsung menepis nya.
" Jangan pegang saya tuan! Saya peringatkan!" Mia menatap tajam pada ke dua pria yang ada di hadapan nya seraya meletakan botol minuman yang dia pegang dengan kasar di atas meja dan hendak meninggalkan para pria betengsek itu, namun salah seorang di antara mereka menahan tangan Mia.
__ADS_1
Mia yang tidak suka diperlakukan seperti itu oleh pria asing di hadapan nya langsung memelintir tangan pria itu dengan keras dan menendang tubuh pria itu sampai tersungkur di atas meja nya
Prang
Suara gelas dan botol minuman yang pecah terdengar nyaring membuat semua nya menoleh ke arah mereka. Devan dan Bob sama sama menghampiri Mia, namun Bob sampai terlebih dahulu.
" Mia are you oke?" Bob menghampiri dan langsung memasang badan nya untuk melindungi Mia dari dua orang pria yang bersikap kurang ajar pada Mia, Devan pun menghentikan langkah nya dan melihat mereka dari tempat yang agak jauh.
Tak berapa lama tampak pria yang umur nya di atas Devan menghampiri Mia dengan wajah panik nya " Mia, are you oke? Security!" Pria itu berteriak dengan wajah panik nya sambil menelisik keadaan Mia dan memeluk nya
" I'am oke paman Roy" Mia tersenyum manis.
" Pastikan mereka tidak menginjakan kaki mereka di tempat ini lagi!" Roy berkata dengan tegas dan tidak ingin di bantah.
" Siapa dia? Seperti nya dia sangat menyayangi Mia, apa dia paman nya?" Devan memandang ke dua orang yang berdiri tak jauh dari tempat nya berdiri.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Setelah hari itu Devan seperti biasa nya mengajar di rumah Mia pada siang hari nya dan Mia seperti biasa nya selalu membuat Devan pusing dengan tingkah nya.
Seperti biasa nya Mia selalu membuat Devan pusing dengan tingkah nya. Sifat Mia yang selalu malas belajar sering membuat Devan kewalahan saat menghadapi nya. Mia masih saja belum bisa mengerjakan semua soal dengan benar dan cepat, tapi setiap hari nya Mia selalu menunjukan kemajuan nya. Bila pertama kali Mia hanya bisa mengerjakan dua soal saja, maka sekarang setelah hampir dua minggu berlalu Mia bisa mengerjakan semua soal dengan lancar walaupun masih ada jawaban nya yang salah.
__ADS_1
Selama itu juga Devan selalu mengawasi Mia yang bekerja di bar pada malam hari karena perasaan nya yang selalu tidak enak dan khawatir setiap mengingat kejadian malam itu.
Bukan hanya itu saja kesulitan Devan, terkadang saat Devan datang Mia sedang tertidur dan Devan selalu di buat frustasi saat membangunkan nya. Seperti hari ini, ini adalah hari terakhir Devan mengajari Mia karena hari senin besok ujian sudah mau di mulai.
" Mia bangun woy!" Devan sudah keberapa kali nya memanggil nama Mia untuk membangunkan nya namun yang tertidur sama sekali tidak terusik. " Ish, apa kah aku harus menyiram nya? Ck ck ck, baru kali ini aku melihat seorang gadis seperti ini" Devan menggelengkan kepala nya menatap gadis yang kini sedang tertidur pulas dengan posisi yang cukup ekstrim. Bagaimana tidak ekstrim, Mia kini tidur dengan posisi terlentang dengan kaki yang terbuka lebar serta mulut yang sedikit terbuka dengan baju yang kini dia pakai sedikit menantang kaum adam yang melihat nya.
" Aish, anak ini sama sekali tidak mengenal takut sama sekali" Gumam Devan dengan wajah frustasi melihat godaan yang sangat menantang gai rah dan has rat yang ada pada diri nya.
" Mia bangun woy!" Sekali lagi Devan membangunkan Mia, kali ini kaki nya sedikit menendang kaki Mia yang sedikit terbuka. Namun Mia masih tidak bergeming sedikit pun.
" Ish, kau ini seperti putri tidur saja. Apa aku harus mencium mu dulu baru kau akan bangun dari tidur mu huh?" Devan benar - benar frustasi dengan keadaan ini. " Baiklah kalau itu mau mu, jangan memarahiku kalau aku melakukan nya pada mu" Devan pun langsung menekuk lutut nya di samping Mia yang sedang tertidur. " Ish, lihatlah! Tidur mu berantakan sekali" gumam Devan dengan nada mencibir.
Devan pun mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Mia bersiap untuk mencium nya.
Dug dug dug dug
" Ish, kenapa jantung ku berdetak kencang seperti ini? Biasa nya kalau aku mencium wanita tidak pernah seperti ini, cium ya cium saja" gumam Devan memegangi dada nya. " Tapi kalau di lihat, dia cantik juga dan bibir nya terasa manis" Devan tersenyum seraya terus bergumam dengan jarak wajah nya yang sangat dekat dengan wajah Mia. Hingga tidak dia sadari bahwa Mia kini sudah membuka mata nya, Mia mengerjapkan mata nya berkali - kali saat melihat wajah tampan Devan berada tepat di depan wajah nya. Sudut bibir Mia terangkat karena dia kira ini hanya mimpi, namun sepersekian detik kemudian.
" Aaaaaaahk!"
Jangan lupa Like, vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1