
Empat hari telah berlalu setelah kelahiran baby Yuichi, Yemi pun sudah pulih dan pulang dari rumah sakit satu hari yang lalu. Pagi ini di sebuah apartemen kawasan elit, lebih tepat nya apartemen yang di tinggali Devan dan Mia saat ini tampak sepasang suami istri itu masih terlelap dengan posisi saling memeluk satu sama lain nya dengan keadaan yang sama - sama polos karena semalam mereka sudah melakukan aktifitas yang biasa nya mereka lakukan setiap malam nya yaitu berbagi peluh dan des ahan yang mengiringi olah raga malam mereka.
Mia yang masih menutup mata nya tiba - tiba membuka ke dua mata nya dan menutup mulut nya sambil terburu - buru bangkit dari posisi nya dan berlari ke kamar mandi tanpa menghiraukan tubuh nya yang tidak tertutup sehelai benang pun saat sesuatu terasa bergejolak dalam perut nya.
" Uwek... uwek...." Mia memuntah kan semua isi perut nya di kamar mandi.
Devan yang merasakan pergerakan dari istri kecil nya dan mendengar suara dari kamar mandi, langsung bangun dan pergi menyusul istri kecil nya ke dalam kamar mandi setelah dia menyambar bokser nya yang tergeletak di bawah tempat tidur dan buru - buru memakai nya.
" Kamu kenapa sayang?" Devan tampak panik saat melihat Mia yang sedang memuntahkan isi perut nya dengan wajah yang terlihat pucat dan tubuh yang lemah. Devan pun langsung memijat tengkuk Mia dengan pelan agar Mia merasa lebih baik.
" Aku tidak tahu pak, mungkin aku masuk angin" Mia mengusap bibir nya dengan tangan nya.
" Apa karena setiap malam kita tidur tanpa baju ya, tapi aku tidak merasa kedinginan karena kita selalu berpelukan" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Itu tidak mungkin, sudah beberapa bulan kita seperti itu. Tapi baru kali ini aku seperti ini" jawab Mia dengan lemah.
" Kita mandi dulu, aku akan memandikan mu dan setelah itu kita ke dokter oke!" Devan pun langsung mengisi bak mandi dengan air hangat untuk memandikan istri kecil nya itu.
" Seperti nya aku hanya perlu istirahat pak, kita tidak perlu ke dokter"
" Tidak bisa sayang, aku khawatir pada mu. Jadi kamu tidak boleh membantah, setelah mandi dan sarapan aku akan membawa mu ke dokter" Devan berkata dengan nada tak ingin di bantah, Mia pun mau tidak mau menuruti perkataan suami nya itu.
__ADS_1
Setelah air dalam bak mandi terasa cukup, Devan langsung mengangkat tubuh mungil istri nya seperti dia mengangkat anak kecil untuk dia gendong dan memasukan nya ke dalam bak mandi dan mulai memandikan nya dengan telaten. Devan hanya memandikan Mia saja tanpa melakukan hal yang iya - iya karena keadaan Mia yang terlihat lemas, tak lupa dia juga membersihkan kiri nya sendiri juga setelah dia memandikan Mia.
Dua puluh menit berlalu dan kini Devan sudah selesai membersihkan diri nya dan juga istri kecil nya. Devan langsung menyiapkan sarapan untuk mereka setelah tadi mereka berpakaian terlebih dahulu.
" Ayo kita sarapan!" Devan membawakan satu piring nasi goreng dengan telur di atas nya dengan porsi yang besar agar mereka bisa memakan nya bersama. Namun baru saja Devan mendekatkan piring ke hadapan Mia, Mia langsung kembali berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kembali isi perut nya.
Devan pun langsung ikut berlari menghampiri Mia dan kembali memijit tengkuk nya dengan lembut. " Jauhkan nasi goreng itu pak! Aku tidak kuat dengan bau nya" ucap Mia seraya menutup hidung nya dengan tangan nya.
" Lalu kamu mau makan apa kalau nasi goreng itu membuat mu mual?" Devan terlihat bingung dan juga cemas.
" Aku mau bakso, yang pedas. Apa boleh?" Mia menatap Devan dengan tatapan memohon nya.
" Bakso? Pagi - pagi begini dimana ada yang menjual nya?" Devan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Ada apa dengan Mia, kenapa dia sangat aneh sekali?" Batin Devan menatap aneh pada istri kecil nya yang sedang dengan lahap nya memakan jeruk yang terlihat asam. " Seperti nya kita harus cepat pergi ke dokter, aku takut kamu kenapa - napa sayang!" Devan menghampiri Mia dengan wajah yang terlihat sangat cemas.
" Apa harus?" Mia sangat malas pergi ke dokter, apa lagi dia fikir mungkin dia hanya masuk angin biasa dan akan sembuh hanya dengan istirahat saja.
" Harus, nanti setelah dari dokter aku berjanji akan membelikan mu bakso, bagaimana?" Devan membujuk Mia seperti sedang membujuk anak kecil saja.
" Baiklah kalau begitu, tapi bapak janji ya?" Mia mengulurkan jari kelingking nya pada Devan agar Devan mau berjanji pada nya.
__ADS_1
" Janji" Devan menautkan kedua jari kelingking itu. " Ayo pergi!" Devan pun langsung menggandeng tangan Mia dan mereka pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan Mia pada dokter yang ada di sana.
Di rumah sakit
" Bagaimana dok, apa penyakit istri saya berbahaya?" Devan menatap dokter yang ada di hadapan nya dengan wajah yang cemas.
" Aih, kenapa orang ini mengingatkan ku pada seseorang ya?" batin dokter itu yang tak lain adalah Dimas. " Begini pak, seperti nya istri anda tidak mempunyai penyakit serius. Tapi saya saran kan apa pun keinginan istri bapak harus bapak laksanakan walau pun permintaan nya aneh" Dimas berkata dengan serius.
" Apa penyakitku seserius itu dokter?" Mia tampak panik. " Apa waktu hidup ku tidak lama lagi?" Mia sudah terlihat akan menumpahkan air mata nya.
"Tidak nona justru ini sebalik nya. Kamu sangat baik - baik saja, dari gejala yang kalian sebutkan tadi seperti nya kalian akan menjadi seorang ayah dan ibu" Dimas terkekeh saat mengatakan nya. " Kenapa aku kembali menemui pasangan yang terlalu polos seperti ini" batin Dimas merasa geli sendiri.
" Apa maksud dokter saya hamil, begitu?" Mia tampak terkejut dengan apa yang dia dengar dari dokter itu.
" Apa benar istri saya hamil dok?" Devan tak kalah terkejut dari Mia dengan wajah yang terlihat sangat bahagia. " Terima kasih sayang!" Devan memeluk dan mencium kening Mia dengan mesra saking bahagia nya dia. Mia pun membalas pelukan Devan dengan senyum yang tak kalah bahagia nya, Mia sangat bersyukur dengan kabar baik barusan sampai - sampai air mata keluar dari sudut mata nya karena rasa haru dan bahagia yang dia rasakan saat ini.
" Ekhem" Dimas berdehem agar sepasang suami istri di hadapan nya berhenti melakukan apa yang membuat nya merasa iri. " Kalian bisa mengunjungi dokter obgyn kami untuk lebih memastikan nya" tambah Dimas.
" Baiklah, terima kasih dokter" Devan mengulurkan tangan nya pada Dimas.
" Sama - sama, selamat untuk kalian" Dimas membalas uluran tangan Devan dengan senyum ramah di bibir nya.
__ADS_1
Devan dan Mia pun langsung memeriksakan Mia pada dokter obgyn yang ada di rumah sakit itu dan benar saja, saat ini Mia sedang mengandung dan usia kandungan nya sudah memasuki usia 8 Minggu. Devan dan Mia sangat bersyukur dengan apa yang di berikan Tuhan pada mereka hari ini. Penantian mereka akhir nya berakhir dengan ada nya calon bayi yang ada dalam perut Mia saat ini yang membuat kebahagiaan pernikahan mereka menjadi sempurna.
Itu ekstra part yang bisa autor kasih, semoga kalian suka dan jangan lupa tetap berikan dukungan kalian. Terima kasih 🙏🙏🥰🥰