
Keesokan hari nya tampak di ruangan Yemi sangat ramai dengan orang - orang yang datang untuk melihat baby boy Yemi dan Kenzi.
" Duh, lucu nya cucu Oma" Dena sedang menggendong baby boy Yemi dan juga Kenzi.
" Siapa dulu uncle nya" Devan berkata pongah.
" Ish, apa juga hubungan baby itu dengan uncle nya. Tentu saja dia lucu karena mirip mommy nya" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Jangan lupakan juga daddy nya" Kenzi ikut menimpali.
" Oh ya, siapa nama nya?" Ivan menoel pipi gembul bayi Yemi yang masih dalam gendongan Dena tanpa menghiraukan tiga orang itu yang sedang berdebat.
" Yuichi Hiroishi Nakamura" ucap Kenzi mantap.
" Nama yang bagus, Yuichi" Mia ikut menoel pipi gembul baby boy sehingga baby itu terlihat tertawa saat di panggil nama nya, seolah dia tahu dan menyukai nama itu. " Kamu senang ya dapat nama itu?" Mia kembali berkata karena melihat Yuichi yang tertawa lucu.
" Oh ya, hari ini Alfaro dan Simi akan datang ke Indonesia" Devan teringat bahwa Alfaro dan Simi akan datang hari ini setelah dia mengetahui tentang kelahiran baby Yuichi hari kemarin. Sebenar nya Simi ingin sekali datang hari kemarin juga saat Mia mengabari nya kalau Yemi akan melahirkan, namun karena pekerjaan Alfaro yang sangat banyak membuat mereka menunda perjalanan mereka menjadi hari ini.
" Kak Alfa benar - benar ya, dia membuktikan ucapan nya sendiri bahwa dia akan membawa Simi kembali berkunjung saat aku sudah melahirkan baby boy ku" Yemi mengingat perkataan Alfaro saat mereka berpisah di bandara setelah acara pernikahan nya dengan Simi.?
" Ya, aku juga tak habis fikir dengan kak Alfaro" Mia juga mengingat nya.
Selama dua bulan ini, mereka hanya bisa berkomunikasi dengan Simi lewat ponsel saja. Terkadang mereka saling mengirimkan chat di grup yang mereka buat atau mereka melakukan panggilan biasa atau Vidio call bila sedang sangat saling merindukan.
" Kalian ini, apa kalian tahu bagaimana sibuk nya seorang CEO dari perusahaan terbesar di Singapura bahkan di dunia? Pasti kesibukan nya lima kali lipat dari kesibukan kami di perusahaan" Devan tampak menjelaskan.
" Kali ini aku setuju dengan pak guru itu" Kenzi menganggukkan kepala nya.
Di tengah percakapan di antara mereka tiba - tiba baby Yuichi menangis, seperti nya dia merasa haus sehingga Dena pun menyerahkan baby Yuichi pada Yemi untuk di susui walau pun dengan berat hati. Dena masih ingin lebih lama menggendong cucu nya itu.
" Ayo cepat kalian keluar!" Kenzi mendorong semua orang agar keluar dari ruangan Yemi saat Yemi akan menyusui baby Yuichi.
__ADS_1
" Ish, tante di sini saja ya. Boleh kan?" Dena menatap Kenzi dengan penuh permohonan.
" Aku juga ya" Mia nyengir kuda.
" Tidak, kalian semua harus keluar! Hanya aku yang boleh berada di sini dan melihat baby ku di susui oleh mommy nya" ucap Kenzi dengan nada tak ingin di bantah.
" Sudah lah sayang, ayo kita keluar! Nanti kalau sudah selesai kita bisa kembali masuk ke sini lagi" Devan merangkul mesra pundak Mia dan mengajak nya untuk keluar dari ruangan Yemi
" Ayo mom, kita juga keluar!" Ivan melakukan hal yang sama pada istri nya Dena.
Akhir nya Dena dengan berat hati menuruti perkataan dari Kenzi dan keluar dari ruangan itu agar Yemi bisa mulai menyusui baby Yuichi yang sejak tadi tidak berhenti menangis karena rasa lapar yang dia rasakan.
Dalam waktu sekejap, baby Yuichi akhir nya diam saat dia menemukan sumber nutrisi nya dari mommy nya Yemi.
" Ish, lihatlah bagaimana dia menyu su? Ck, rakus sekali" Kenzi berdecak kesal melihat baby nya yang menyu su dengan rakus pada benda yang selalu menjadi favorit nya. " Sudah, jangan lama - lama! Sisakan juga untuk daddy mu ini" Kenzi menoel pipi baby Yuichi dengan gemas yang terus menyu su tanpa menghiraukan daddy nya yang seperti orang yang sedang merajuk.
" Ish, kenapa kamu malah sirik dengan putra mu sendiri ? Apa kamu tidak ingat sebelum Yuichi lahir kamu bahkan lebih rakus dari dia" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Ululu, bayi besar mommy kasian banget" Yemi mencubit pipi Kenzi dengan gemas dengan sebelah tangan nya. Yemi tidak habis fikir pada suami nya itu yang bisa - bisa nya merasa iri dengan anak nya sendiri.
Tok
Tok
Tok
Pintu di ketuk dari luar setelah beberapa waktu berlalu, bahkan baby Yuichi juga sudah tertidur pulas setelah tadi dia merasa kenyang menyu su pada mommy nya Yemi dan sudah di baringkan di atas box bayi yang ada di ruangan itu dengan bantuan Kenzi.
" Masuk!" Ucap Yemi setengah berteriak
Ceklek
__ADS_1
Pintu di buka dari luar dan yang pertama masuk adalah Simi yang langsung menghambur memeluk Yemi yang tampak kaget dengan kehadiran Simi di sana
" Aku sangat merindukan mu" ucap Simi di sela pelukan mereka.
" Aku juga" Yemi membalas pelukan Simi dengan sangat erat.
" Apa kabar?" Alfaro menyapa Kenzi yang sedang melihat ke arah nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan mantan atasan nya itu.
" Aku baik, bagaimana dengan mu?" Kenzi membalas uluran tangan dari Alfaro.
" Aku juga baik" Alfaro tersenyum kikuk.
" Aish, kenapa rasa nya aku ingin kau kembali jadi asisten ku kalau kita bertemu seperti ini" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya. " Kau tahu, asisten baru ku tidak bisa mengerjakan tugas dari ku dengan baik seperti mu" Kenzi kembali terkekeh.
" Tentu saja, aku adalah asisten yang paling menurut pada bos nya di dunia ini. Jadi kamu tidak mungkin menemukan orang seperti ku lagi di dunia ini" Alfaro ikut terkekeh.
" Kak Alfa apa kabar?" Yemi yang baru saja melepaskan pelukan nya dari Simi langsung menyapa Alfaro yang sedang saling menyapa dengan suami nya.
" Aku baik, bagaimana kabar mu apa sudah lebih baik?" Alfaro menghampiri Yemi yang sedang duduk bersandar pada bantal yang di tumpuk untuk memberi kenyamanan pada Yemi.
" Seperti yang kakak lihat" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Maaf kami baru bisa datang hari ini, sebenar nya kami tadi nya akan ke sini kemarin setelah Mia mengatakan kalau kamu akan melahirkan. Tapi om Alfa banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan kemarin juga" Simi merasa tidak enak.
" Tidak apa - apa aku bisa mengerti" Yemi menganggukkan kepala nya. " Tapi kalian akan lama kan di Indonesia?" Yemi menatap Simi dan Alfaro secara bergantian.
" Besok kami harus kembali lagi, maaf" Alfaro yang menjawab dengan nada menyesal. " Tapi kami janji akan secepat nya datang lagi ke sini untuk melihat baby boy lagi" tambah Alfaro lagi.
" Oh ya, aku hampir lupa! Di mana baby boy? Bukan kah kita ke sini untuk melihat nya" Simi teringat kalau mereka belum melihat baby boy Yemi dan juga Kenzi karena sibuk saling menyapa dan juga mengobrol.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1