
Sementara di kamar lain, tepat nya di kamar pengantin baru kita siapa lagi kalau bukan Celin dan Denis yang akan melakukan ritual malam pertama mereka.
Di sana tampak Celin yang sedang berjalan mondar - mandir seraya sesekali dia menggigit jari nya karena rasa gugup yang dia rasakan sekarang. Kini Denis sedang di kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Tadi Celin yang menggunakan kamar mandi duluan dan sekarang sudah tampak rapi dan terlihat segar menggunakan piyama tidur nya yang lumayan terbuka. Model rok dengan tali tipis pada pundak nya, dan akan membuat semua mata pria di mana pun akan langsung tergoda dengan penampilan nya saat ini.
Ya, seperti itu lah Celin yang selalu cuek dalam berpakaian apa lagi kalau mau tidur. Mungkin juga dia lupa kalau saat ini dia sudah tidak tidur sendirian lagi melain kan ada suami nya yang juga akan tidur dengan nya dan tidak akan mungkin menganggurkan nya begitu saja apa lagi dengan pakaian yang dia kenakan saat ini.
" Apa yang harus aku lakukan di malam pertama? Aih kenapa aku sampai lupa tidak mencari tahu di google" Celin menepuk kening nya sendiri seraya berjalan terburu - buru mengambil ponsel nya yang ia letak kan di atas nakas samping tempat tidur mereka yang sudah di hias sedemikian rupa dengan menggunakan beberapa bunga dan kelopak nya.
Celin pun dengan lincah mengotak - atik ponsel nya sesaat setelah dia mendapatkan nya dan langsung mengetikan sesuatu di kolom pencarian aplikasi yang serba tahu itu.
' Malam pertama' Kira - kira seperti itu yang di ketik Celin pada ponsel nya. Tak lama munculah berbagai pernyataan dari berbagai sumber dari apa yang di ketikan oleh Celin barusan. Di sana juga muncul beberapa gambar dan vidio tentang itu.
Seketika mata Celin membola dengan mulut yang ikut terbuka saat membaca dan melihat beberapa gambar dan spekulasi yang muncul di sana. Wajah Celin kini juga sudah memerah dengan jantung yang berdetak dengan sangat kencang saat ini.
" Oh my God, apa aku dan Denis akan melakukan ini? " Gumam Celin pelan namun Denis yang berdiri tepat di belakang Celin beberapa waktu yang lalu setelah menyelesaikan ritual mandi nya bisa mendengar ucapan Celin dengan sangat jelas.
__ADS_1
" Melakukan apa?" Denis mengerutkan kening nya melihat layar ponsel yang ada di tangan Celin saat ini. Denis tersenyum menyeringai saat mengetahui apa yang sedang di lihat oleh istri nya itu. Sedangkan Celin yang merasa sangat kaget saat mendengar suara Denis, dengan terburu - buru menyembunyikan ponsel yang ada di tangan nya karena takut Denis melihat nya.
" Ka kamu sudah selesai?" Tanya Celin gugup. Seperti nya Celin terlalu serius dengan ponsel nya sehingga dia tidak menyadari suami nya yang datang dari dalam kamar mandi. Denis kini sudah siap dengan memakai celana bokser dan kaos oblong yang biasa dia kenakan kalau dia akan tidur.
" Ya, aku sudah selesai. Kamu seperti nya terlalu fokus dengan ponsel mu itu sayang sampai tidak menyadari kedatangan ku" Denis melingkarkan tangan nya pada pinggang Celin dan menjatuhkan dagu nya pada pundak Celin dan sesekali mengecup tengkuk Celin itu membuat tubuh Celin menegang seketika dengan jantung yang berdetak dengan kencang saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari suami nya. " Sebenar nya apa yang sedang kamu lihat itu hem?" Denis kembali mengecup Celin, kali ini pada bagian leher nya dan agak lama karena dia ingin meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana.
" Akh" pekik Celin kaget saat leher nya serasa di gigit oleh suami nya itu. " Apa yang kamu lakukan?" Celin membalikan tubuh nya untuk melihat wajah suami nya yang malah sedang terkekeh mendengar pekikan dari istri nya itu.
" Aku hanya sedikit gemas pada mu sayang, itu saja. Sekarang katakan apa yang tadi kamu lihat di ponsel mu?" Denis ingin mendengar jawaban dari istri nya itu walaupun dia sudah tahu dan melihat nya tadi sendiri.
" Benar kah?" Denis mengangkat dagu Celin agar dia bisa melihat jelas wajah cantik istri nya itu. Celin pun menganggukan kepala nya.
Perlahan Denis mendekatkan wajah nya pada wajah Celin dan mulai menautkan bibir mereka. Celin pun membalas ciu man dari suami nya itu dan mereka pun mulai saling membelitkan lidah mereka di sana. Ya, walaupun Celin sangat bodoh bila mengenai malam pertama tapi kalau sebatas ci uman dia bisa melakukan nya karena terkadang mereka juga suka melakukan nya di saat mereka masih berpacaran.
Kedua bibir itu semakin lama semakin bertaut lebih dalam, Celin bahkan sudah mengalungkan tangan nya pada leher Denis dan tangan Denis yang tadi sedang memegang dagu Celin kini sudah berada tepat pada tengkuk Celin. Semakin lama ciu man itu menjadi semakin menuntut dan ke dua nya sudah mulai terbakar gai rah yang sudah mulai meninggi sehingga Denis perlahan mendorong tubuh Celin untuk berbaring pada tempat tidur mereka tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
__ADS_1
Tangan Denis pun tidak tinggal diam dan mulai melancarkan aksi nya masuk ke dalam pakaian yang di pakai oleh Celin saat ini. Perlahan tangan Denis mulai meraba dan mengusap tubuh Celin dengan sangat lembut dan pada akhir nya tangan Denis sampai pada salah satu dua gundukan kembar yang di miliki oleh Celin.
" A apa yang kamu lakukan?" Celin melepaskan tautan bibir mereka dan menatap Denis dengan tatapan kaget nya saat merasakan tangan Denis yang memegang dan meremas salah satu aset berharga milik nya. Tentu saja dia sangat kaget karena itu baru pertama kali dia rasakan seumur hidup nya.
" Aku hanya melakukan apa ysng harus kita lakukan pada malam pertama, bukan kah itu yang tadi kamu cari tahu di ponsel mu?" Denis berkata dengan nada menggoda nya membuat wajah Celin semakin merah dan sikap nya menjadi salah tingkah.
" Kamu tahu?" Celin terlihat malu - malu.
" Aku tidak sengaja melihat nya tadi, sudah lah kamu jangan malu - malu seperti itu" Denis pun kembali menautkan bibir mereka tanpa mendengarkan apa yang akan di katakan Celin selanjut nya. Tangan Denis kembali melancarkan aksi nya memain kan dua benda kenyal yang di miliki Celin saat ini setelah sebelum nya dia melepaskan pakaian yang menutupi tubuh Celin saat ini. Kini hanya tertinggal satu penutup saja di bagian bawah sana.
" Aaakh" Suara de sahan kini sudah lolos dari bibir mungil Celin saat tangan Denis meremas dan memainkan salah satu bulatan kenyal itu dan yang satu nya dia hisap dengan rakus nya. Sesekali lidah nya menari dan mengelitik di sana.
**Sampai disini dulu, tunggu kelanjutan nya!
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1