Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 80


__ADS_3

" Dia yang mulai, kenapa dia mengatai ku tua?" Devan mendengus kesal.


" Aku tidak mengatai bapak, tapi aku hanya mengatakan fakta" Dika tak mau kalah.


" Ish, itu tidak ada beda nya tau" Mia ikut menimpali. " Jadi bagaimana pak, apa aku masih boleh bekerja di sini?" Mia mengedipkan - ngedipkan mata nya lucu menatap Devan dengan tatapan memohon nya.


" Tidak, aku bilang tidak ya tidak" ucap Devan tak mau di bantah.


" Ish, bapak nyebelin" Mia memberengut kesal.


" Sekarang kamu ikut aku pulang dan mulai hari ini kamu harus berhenti bekeja di sini!" Devan berdiri dari duduk nya dan mulai menarik tangan Mia untuk membawa nya pulang.


" Tunggu pak!" Mia mencoba menahan tarikan pada tangan nya.


" Apa lagi ha, atasan mu sudah tahu kamu akan berhenti bekerja disini. Sekarang apa lagi?" Devan memutar bola mata nya malas.


" Aku harus mengambil tas ku dulu pak, tunggu sebentar!" Mia pun menepis tangan Devan kasar dan melangkah kan kaki nya ke ruang loker untuk mengambil tas dan barang yang lain nya.


" Cih, dasar seenak nya! Baru calon suami saja sudah posesif seperti itu, apa lagi kalau sudah jadi suami. Sudah di pastikan keposesifan uncle Kenzi akan terkalahkan oleh pak Devan" gumam Mia dengan wajah yang kesal di sela langkah nya mengambil barang nya.


" Ish, kalian para orang dewasa memang selalu berlebihan pada pasangan kalian." Dika berkata dengan nada mencibir nya, Devan hanya melirik nya sekilas dan mengacuhkan nya. " Apa karena pasangan kalian masih sangat muda dan kalian takut mereka akan tertarik dengan pria seumuran mereka begitu?" Dika menyunggingkan senyum nya saat melihat Devan mulai mengubah raut wajah nya menjadi wajah yang kesal.


" Asal kamu tahu, itu hanya cara ku mencintai wanita ku dan aku tidak akan membiarkan bibit pebinor seperti mu merebut Mia dari ku" Devan berkata dengan percaya diri.


" Cih, aku juga tidak tertarik dengan punya orang. Asal bapak tahu ya, aku juga sudah punya kekasih. Bapak mau lihat?" Dika tersenyum penuh arti.

__ADS_1


" Cih, aku tidak perduli" Devan memalingkan wajah nya melihat ke arah kemana tadi Mia pergi. " Kenapa dia lama sekali" gumam Devan tidak sabaran. Sedangkan Dika tampak mendengus kesal karena merasa tidak di anggap oleh pria dewasa di hadapan nya.


Tak berapa lama Mia pun datang dengan sudah membawa tas nya yang agak besar, seperti nya di dalam nya ada baju nya karena kali ini Mia tidak memakai seragam kerja nya melainkan baju yang lain nya. Ya, tadi Mia mengganti pakaian nya terlebih dahulu maka dari itu dia agak lama berada di dalam sana.


" Ayo!" Tanpa basa - basi Devan langsung menarik kembali tangan calon istri nya itu untuk meninggalkan kafe itu.


" Tunggu sebentar!" Mia melepaskan tangan nya dari tangan Devan. " Dika, aku pergi ya! Maaf aku tidak bisa membantu mu lagi, tapi kalau aku ada waktu aku akan datang bersama Yemi ke sini" Mia tampak tidak enak pada sahabat nya itu.


" Tidak apa - apa, kalau aku butuh bantuan mu aku akan menelfon mu saja. Terkadang aku juga butuh ide dari mu" Dika terkekeh saat mengatakan nya.


" Sip, tapi ingat! Makanan gratis nya ya!" Mia menaik turunkan alis nya lucu.


" Ish, kau ini tidak pernah membantuku dengan tulus" Dika mengerucutkan bibir nya. " Tapi untuk mu dan Yemi, aku akan memberikan apa pun asal kalian senang" Dika terkekeh saat mengatakan nya.


" Apa kalian sudah selesai, apa kita bisa pergi sekarang?" Devan sudah tidak sabar ingin membawa Mia dari sana. Hanya dengan melihat ke akraban ke dua nya saja Devan sudah merasa sangat kesal.


" Aku pergi dulu, bay!" Mia pun berjalan cepat karena tangan nya kembali di tarik Devan yang melangkah dengan tidak sabaran.


Devan dan Mia pun pergi dari kafe milik Dika dengan menggunakan mobil milik Devan membelah jalanan ibu kota. Ditengah perjalanan Mia tampak mengerutkan kening nya melihat jalan yang ia lewati bukan jalan menuju kontrakan nya.


" Kita mau kemana pak? Ini bukan jalan ke kontrakan ku?" Mia menatap Devan yang sedang fokus dengan kemudi nya.


" Bukankah kamu bilang bosan berada di kontrakan seorang diri, jadi aku akan membawa mu ke apartemen ku saja. Disana kamu tidak akan bosan dan sendirian" Devan melihat Mia sekilas seraya melemparkan senyuman nya sebelum dia kembali fokus pada kemudi nya.


" Ish, bukan itu maksudku pak" Mia memutar bola mata nya malas.

__ADS_1


" Di apertemenku kamu boleh memasak untuku atau menonton drakor kesukaan mu, atau kamu juga bisa bermain game di sana. Jadi kamu tidak akan bosan di sana, atau kita juga bisa melakukan hal yang lain nya kalau kamu mau" Devan mengerlingkan mata nya membuat wajah Mia merona.


" Ish, dasar mesum" Mia memalingkan wajah nya pada kaca mobil untuk menyembunyikam rona merah pada wajah nya sedangkan Devan tampak terkekeh sambil menatap jalanan yang ada di hadapan nya. Dia selalu senang bisa menggoda gadis yang ada di samping nya itu, ada kepuasan tersendiri bagi Devan saat melihat wajah kesal Mia.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sedangkan di tempat lain tepat nya di perusahaan Alfano Corp, tampak seoarang wanita cantik yang berjalan dengan senyum mengembang di bibir nya. Tangan nya tampak memegang tali tas selempang kecil yang selalu dia bawa ke mana - mana.


Langkah nya kini berhenti tepat di depan sebuah meja yang ada di depan sebuah pintu ruangan. Di sana tampak seorang pemuda tampan sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan nya.


" Selamat siang kak Alfa" gadis itu tampak menyunggingkan senyum manis nya, tapi tidak bagi Alfaro, senyum itu terlihat menakutkan dan membuat perasaan nya tidak enak saat ini.


" No nona Yemi datang lagi?" Alfa bertanya dengan tergagap. Ya yang datang saat ini adalah Yemi, sudah beberapa hari ini Yemi selalu datang ke perusahaan untuk menemui suami nya. Namun setiap kali bumil itu datang, bumil itu selalu membuat Kenzi menjadi pusing dengan segala keinginan aneh nya dan tak jarang juga Alfaro harus ikut meladeni keinginan istri kecil dari bos nya itu.


Seperti kemarin, Yemi ingin melihat Kenzi yang bergaya dan menyanyi ala korea. Dan tentu saja bos nya yang suka seenak nya itu mengajak Alfaro untuk ikut memenuhi keinginan aneh bumil itu. Dan akhir nya Alfaro juga harus ikut bergaya ala korea dan bernyanyi korea juga, Kenzi yang nota bene nya orang Jepang malah bernyanyi lagu Jepang sedangkan Alfaro hanya mengikuti apa yang Kenzi lakukan saja karena jujur saja, dia sama sekali tidak mengerti bahasa Korea atau pun bahasa Jepang.


Alfaro pikir, apa lagi yang di inginkan oleh istri kecil bos nya itu lagi sekarang?


" Ya, kak Alfa. Apa uncle ada?" Yemi masih mengembangkan senyum nya.


" Ada, bos ada di ruangan nya" Alfa menunjuk dengan ragu pada ruangan atasan nya.


Tak menunggu lama Yemi pun langsung masuk ke dalam ruangan tempat Kenzi berada dengan senyum yang terus mengembang di bibir nya, entah rencana apa lagi yang ada dalam otak nya saat ini.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2