
" Jadi kalian akan tetap pergi sore ini?" Shopia menatap satu per satu ke enam anak muda yang ada di hadapan nya dengan tatapan kecewa nya.
Saat ini mereka sedang duduk di atas sofa yang ada di salah satu ruangan yang ada di dalam mansion itu setelah tadi mereka sempat bersalaman dan saling bercengkrama satu sama lain saat ke enam orang itu baru memasuki ruangan yang di tempati Archilles dan Shopia saat menunggu kedatangan Alfaro dan yang lain nya. Anaya tidak ikut berkumpul saat itu karena dia sedang keluar karena urusan kampus nya dengan teman - teman nya.
" Ya mom, kemarin kan Alfa sudah menjelaskan nya pada kalian" jawab Alfaro dengan perasaan yang tidak enak.
" Tapi mom kira kalian akan menginap dulu di mansion malam ini" Shopia mengerucutkan bibir nya.
" Mungkin lain kali mom, besok kami ada kuliah dan para pria harus bekerja" Simi ikut menimpali.
" Iya tante, nanti di malam pernikahan Simi dan kak Alfa kami pasti akan menginap di sini" Yemi tersenyum manis.
" Ya, aku juga penasaran bagaimana rasa nya tidur di dalam mansion mewah seperti ini" ucap Mia dengan cengiran kuda nya. " Aw" Mia terpekik saat satu cubitan mendarat sempurna pada pinggang Mia dari Yemi.
" Mia!" ucap Yemi dengan suara yang tertahan.
" Apa sih Yem? Sakit tahu" Mia mendengus kesal seraya mengusap pinggang nya yang terasa panas tanpa rasa malu sedikit pun.
" Simi benar, masih banyak pekerjaan yang menanti kami di Jakarta" Kenzi ikut berbicara.
" Ya, kami mengerti. Kami titip Alfaro lagi sama nak Kenzi ya, Alfaro akan menyusahkan kembali nak Kenzi dua bulan ini" Archilles yang berbicara.
" Tentu, dan itu sama sekali tidak merepotkan ku. Aku justru banyak terbantu dengan ada nya Alfaro di perusahaan ku, tapi bagaimana anda tahu kalau Alfaro bekerja dengan ku? Apa Alfaro yang menceritakan nya?" Kenzi tampak mengerutkan kening nya.
Semua orang tampak ikut menyimak karena ingin tahu juga bagaiamana orang tua Alfaro bisa mengetahui nya termasuk Alfaro sendiri karena seingat nya Alfaro belum menceritakan hal ini pada ke dua orang tua nya, apa lagi tadi Archilles langsung bisa mengenali Kenzi sejak mereka menginjakan kaki mereka di mansion itu.
" Tidak, aku mengetahui nya dari orang suruhan ku di sana. Setiap gerak - gerik Alfaro di Indonesia semua nya tidak ada yang tak luput dari pandangan ku" Archilles terkekeh saat mengatakan nya.
__ADS_1
" What, jadi daddy selama ini memata - matai ku begitu?" Alfaro tampak membulatkan bola mata nya.
" Tentu saja, apa kau fikir aku akan hidup tenang di sini tanpa mengetahui keadaan putra semata wayang ku begitu?" Jawab Archilles dengan enteng nya.
" Apa itu berarti tuan Archilles tahu apa saja yang aku perintahkan pada Alfaro selama ini?" Batin Kenzi seraya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Kenzi sadar dan tak bisa memungkiri bahwa selama ini Kenzi sering bersikap seenak nya dengan memberikan tugas di luar pekerjaan kantor pada Alfaro.
" Ish, daddy curang!" Alfaro mendengus kesal.
" Ha ha ha" Tawa Archilles pecah melihat putra nya yang sedang merasa kesal. Yemi dan yang lain nya tampak saling melempar pandangan mereka seraya tersenyum canggung.
" Anda memang hebat tuan, jadi tidak ada momen Alfaro yang terlewatkan oleh anda" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya, termasuk saat Alfaro dan Kenzi berjoget dan bernyanyi ala penyanyi K Pop namun jadi lagu dengan bahasa Jepang dengan gerakan amuradul" Archilles masih belum menghentikan tawa nya.
" Ah ya, aku ingat itu! Itu selalu jadi bagian favoritku" Shopia ikut tertawa.
" Apa itu benar om? Kapan?" Simi menatap Alfaro dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.
" Kapan uncle dan kak Alfa melakukan nya? Ish, kenapa kalian tidak memberitahukan ku? Kalau aku tahu, aku pasti akan mengabadikan nya dengan ponsel ku" Mia menunjukan wajah kecewa nya.
" Aish, kenapa kalian tidak memberitahukan ku? Padahal aku akan dengan senang hati mengkritik dan mengejek kalian saat itu" Devan berkata dengan nada mengejek nya.
"Aku melakukan nya karena perintah dari bos Kenzi saat itu" Alfaro mendengus kesal dengan wajah yang sudah terlihat merah karena malu dan kesal seraya menatap Kenzi yang ada di dekat nya.
" Aku juga terpaksa melakukan nya untuk memenuhi keinginan calon bayi ku" Kenzi membela diri nya.
__ADS_1
" Jadi itu ada kaitan nya dengan ngidam mu Yemi?" Mia menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Ish, jangan menatap ku seperti itu! Yang menginginkan itu adalah bayiku, bukan aku" jawab Yemi dengan percaya diri.
" Sudahlah, wanita hamil memang biasa seperti itu dan kalau kalian ingin melihat mereka saat itu. Kami punya vidio nya" Shopia terkekeh di akhir kalimat nya.
" Benarkah mom?" Simi menatap Shopia dengan antusias sedangkan Alfaro dan Kenzi semakin panik.
" Mooom, kenapa mommy mengatakan itu" Alfaro merengek pada pada mommy nya.
" Mana tante? Boleh aku meminta nya untuk aku simpan di ponsel ku?" Mia tak kalah antusias .
" Tidak, jangan!" Kenzi dan Alfaro berkata bersamaan sambil saling melempar pandangan satu sama lain.
" Maaf ya Mia, seperti nya tante tidak bisa memberikan nya karena itu ada dalam arsip keluarga" Shopia tersenyum kikuk.
Shopia tidak ingin putra nya merasa malu karena itu, lagi pula Shopia juga tidak tahu Archilles sang suami menyimpan vidio itu di mana.
" Oh, baiklah tidak apa - apa" Mia tersenyum manis. " Aku masih bisa meminta Yemi untuk memberitahukan ku kalau dia kembali ngidam sesuatu yang aneh, iya kan Yem?" Mia nyengir kuda pada Yemi.
" Tidak boleh, enak saja kamu kan bisa mengidam sendiri dan menyusahkan suami mu sendiri" Kenzi mendengus kesal.
" Ish, bagaiman aku mau ngidam ? Aku kan tidak hamil" Mia mengerucutkan bibir nya.
" Kamu tenang saja sayang, aku akan membuat mu hamil dengan segera" Devan menaik turunkan alis nya lucu.
" Tuh Mia, pak Devan sudah mau berjuang membuat mu hamil. Ayolah pak gas keun!" Yemi terkekeh saat mengatakan nya diikuti tawa dari semua nya sedangkan Mia kini tersipu malu dengan wajah yang sudah terlihat merona.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏