Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 122


__ADS_3

Simi masih bergumam sambil ngedumel pada dua teman nya yang bisa - bisa nya memberikan kado semacam itu pada diri nya apa lagi tadi Alfaro juga melihat nya dan bahkan memegang nya, Simi tidak bisa membayangkan apa yang ada dalam fikiran Alfaro saat ini. Dan yang pasti itu sangat memalukan untuk diri nya.


Simi meletakan kain tipis itu di dalam laci nakas dekat tempat tidur mereka yang letak nya memang tak jauh dari tempat nya berada sekarang. Dia fikir itu tempat paling aman untuk sementara waktu. Di saat Simi baru akan kembali menolehkan wajah nya pada Alfaro, dua buah tangan tiba - tiba melingkar pada pinggang nya dan pelaku nya siapa lagi kalau bukan sang suami nya Alfaro


Deg


Jantung Simi berdetak sangat kencang saat Alfaro tiba - tiba memeluk nya dari belakang dengan nafas yang terdengar menderu di telinga Simi saat ini.


" Apa aku boleh melakukan nya sekarang sayang?" Bisik Alfaro dengan suara serak nya.


Tubuh Simi tiba - tiba meremang seketika saat Alfaro berkata tepat di belakang telinga Simi, bahkan bibir itu kini mulai nakal mengecup dan menghisap ceruk leher Simi dengan begitu lembut.


Perlahan tangan Alfaro membalikan tubuh Simi agar kini ke dua nya dalam posisi berhadapan. " Katakan! Apa kita bisa melakukan nya sekarang?" Alfaro mengulangi pertanyaan nya karena Simi belum menjawab pertanyaan nya.


Simi pun menatap wajah Alfaro yang menatap nya dengan mata yang penuh permohonan membuat Simi tidak bisa menolak nya dan akhir nya dengan perlahan Simi menganggukan kepala nya.


Merasa ada lampu hijau dari sang istri, tak menunggu lama Alfaro langsung menggendong tubuh mungil Simi dan membawa nya duduk di atas tempat tidur dengan Simi yang berada di pangkuan Alfaro menghadap nya. Setelah itu Alfaro pun langsung menyambar bibir berwarna merah muda milik Simi dan menyesap nya. Simi pun membalas apa yang di lakukan oleh suami nya itu dengan lincah nya, bahkan tangan Simi kini sudah dia kalungkan pada leher Alfaro agar posisi nya lebih nyaman melakukan kegiatan yang sedang mereka lakukan itu.

__ADS_1


Karena ini bukan pertama kali nya mereka ber ciuman maka ke dua nya tidak merasa canggung bahkan dengan lincah nya ke dua bibir itu saling menghisap dan mengecup satu sama lain dengan ke dua lidah yang saling berbelit di dalam sana.


Suara de capan terdengar menggema dari ke dua bibir yang saling beradu dan saling mencicipi satu sama lain nya. Tangan Alfaro perlahan membuka satu per satu kancing piyama yang di pakai oleh Simi sekarang, dan setelah terbuka tampaklah dua gundukan kembar yang selalu jadi candu dan bagian favorit setiap pria pada wanita nya yang hanya terbungkus oleh kain berbentuk kaca mata berwarna pink yang di kenakan oleh sang istri.


Perlahan ke dua tangan Alfaro terulur ke belakang punggung Simi untuk melepaskan pengait dari benda itu untuk melepaskan nya dan tak membutuhkan waktu lama Alfaro berhasil melakukan nya tanpa melepaskan tautan pada bibir mereka. Bahkan Simi yang sedang terbuai dengan permainan suami nya sampai tidak menyadari nya sampai sepersekian detik kemudian Simi membulatkan ke dua bola mata nya dan langsung melepaskan ciuman nya saat terasa ada yang menangkup dan meremas dua gundukan kembar milik nya.


" Se sejak kapan om membuka pakaian ku" Simi sangat kaget saat melihat tubuh bagian atas nya sudah terbuka tanpa sehelai benang pun. Simi pun langsung menutupi tubuh nya itu dengan tangan nya walaupun tidak tertutup semua nya.


" Kamu tidak menyadari nya karena kamu terlalu menik mati permainan kita, iya kan?" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya. " Sudah lah, jangan di tutupi! Bukankah ini semua sudah menjadi milik ku?" Alfaro menyingkirkan tangan Simi dari tubuh nya sendiri dan kembali mengalungkan nya pada leher nya. Simi pun dengan wajah yang terlihat malu - malu hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh Alfaro pada nya.


Bibir Alfaro kini mulai turun pada ceruk leher Simi dan mengecup nya serta menghisap nya beberapa kali hingga meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana. Tak cukup menghisap bagian itu saja, kini bibir Alfaro juga menghisap dua buah gundukan kembar milik Simi dan beberapa kali menggelitik benda bulat kecil merah muda yang ada di sana dengan lidah nya.


" Aaakh" Suara de sahan telah lolos entah untuk kesekian kali nya dari bibir mungil Simi setiap Alfaro memberikan sentuhan yang membuat sensasi yang sulit untuk di artikan bagi Simi. Bahkan tangan Simi beberapa kali menekan kepala Alfaro agar Alfaro menghisap gundukan itu lebih dalam lagi.


Puas melakukan nya pada bagian atas tubuh Simi, kini Alfaro membaringkan tubuh istri nya itu dan langsung membuka kain penutup bagian bawah Simi yang memang belum dia buka. Simi yang memang sudah sama - sama terbakar gai rah yang luar biasa tidak mengatakan apa pun dan hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh pria yang baru tadi menjadi suami nya itu.


Alfaro kini tertegun dengan apa yang ada di hadapan nya. Wajah penuh gai rah Alfaro kini malah berubah jadi wajah penuh tanya dengan segurat rasa panik di sana.

__ADS_1


" Sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Ucap Alfaro ragu.


" Apa, katakan lah!" Simi terlihat malu - malu.


" Apa kamu sedang sakit?" Alfaro mengerutkan kening nya.


" Sakit? Tidak, memang kenapa?" Simi ikut mengerutkan kening nya menatap Alfaro yang kini meringis menatap bagian bawah milik nya.


" Kalau kamu tidak sakit, kenapa ini berda rah?" Alfaro berkata dengan ragu seraya menunjuk area bagian bawah milik Simi yang ada di hadapan nya.


" Dar ah? Apa mungkin?" Simi langsung bangkit dari posisi nya dan melihat ke arah yang tadi di tunjukan oleh suami nya itu. Dan betapa terkejut nya dia saat melihat da rah di area sen sitif nya itu.


" Hais, dasar bodoh kamu Simi, bisa - bisa nya kamu lupa jadwal datang bulan mu sendiri" batin Simi merutuki kebodohan nya sendiri. " Maaf om, seperti nya malam pertama kita harus kita tunda" Simi pun langsung berlari dengan wajah yang terlihat tidak enak pada suami nya ke arah kamar mandi meninggalkan Alfaro dengan wajah bingung dan cemas nya.


Seperti nya Alfaro tidak mengetahui keadaan yang sebenar nya sehingga wajah nya cemas seperti itu.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2