
" Tidak apa - apa, oh ya perkenalkan ini kolega bisnis saya. Tuan Kenzi dan tuan Alfaro" Devan memperkenalkan kedua kolega bisnis nya yang kini sedang memandang asisten pribadi nya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
Deg
Jantung Yemi seolah berhenti saat itu juga saat mendengar nama - nama yang sangat familiar di telinga Yemi saat ini. Perlahan Yemi menolehkan pandangan nya pada dua orang yang sedang duduk dan menatap nya dengan tatapan yang berbeda - beda seraya tersenyum kikuk.
Alfaro menatap Yemi seolah memberi isyarat pada istri kecil bos nya itu bahwa dia akan mendapatkan masalah yang besar dari uncle yang bersetatus suami nya itu.
Sedangkan Kenzi menatap Yemi dengan tatapan tajam yang langsung menusuk pada hati Yemi langsung saat ini.
Glek
" Mampus" batin Yemi seraya menelan saliva nya susah. Yemi yakin kalau setelah ini dia akan mendapatkan masalah yang besar dari uncle Ken nya.
" Yemi, kenapa kamu diam saja? Cepat kamu sapa tamu kita dengan baik" Devan merasa aneh dengan murid nya yang tiba - tiba bersikap aneh.
" Ya, siapa tadi nama kamu? Yemi?"Kenzi bersikap seoalh tidak mengenal Yemi. Kenzi bahkan dengan sengaja menekan kan suara nya saat menyebutkan nama nya membuat Yemi semakin gelisah saja. " Kamu harus menyapa tamu kamu dengan baik!" Kenzi masih menatap tajam Yemi bahkan saat ini rahang Kenzi terlihat sudah mengeras dan tangan nya pun terkepal erat. Apa lagi saat Devan tampak mendekatkan diri nya pada Yemi ketika mengajak Yemi berbicara tadi.
" Ah baiklah, maaf. Nama saya Yemi, asisten sehari nya pak guru Devan" Yemi sengaja berkata demikian supaya uncle nya bisa memahami situasi nya saat ini.
" Sehari, guru?" Kenzi mengangkat alis nya sebelah.
__ADS_1
" Oh itu, emm bagaimana aku menjelaskan nya ya" Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Begini tuan Kenzi, pak Devan adalah guru BK saya dan kebetulan hari ini saya melakukan kesalahan di sekolah dan ini adalah hukuman yang di berikam beliau untuk saya" Yemi berkata cuek sedangkan Devan tampak mendengus kesal pada murid kesayangan nya itu, bisa - bisa nya dia membeberkan masalah ini pada kolega bisnis nya. Dan itu bukan orang sembarangan melainkan seorang Kenzi Nakamura seorang pengusaha muda yang akhir - alhir ini menjadi topik perbincangan di dunia bisnis.
" Oh, seperti itu. Tapi kenapa Devan memberikan hukuman seperti itu? Dan dari cara nya memandang Yemi, seperti nya dia tertarik pada Yemi. Tidak akan aku biarkan" batin Kenzi seraya melihat interaksi kedua orang berbeda jenis di hadapan nya itu.
" Baiklah, bisa kita mulai saja?" Alfaro yang sudah melihat bos nya yang menahan amarah nya lebih tepat nya rasa cemburu nya terhadap sang istri kecil nya memutuskan untuk mengalihkan perhatian bos nya itu agar fokus sang bos sedikit teralihkan.
" Baiklah kalau begitu" ucap Devan
Mereka pun memulai pembicaraan mereka tentang bisnis. Yemi bersikap santai seperti biasa nya dan cuek akan apa yang mereka bicarakan karena jujur saja tidak ada satu pun pembicaraan mereka yang dia mengerti. Devan yang tidak begitu peka dan tidak mengetahui situasi yang ada malah dengan sengaja selalu mengajak bicara Yemi dan menyuruh nya untuk sesekali melihat pekerjaan yang sedang dia kerjakan saat ini walaupun Yemi sudah beberapa kali mengatakan kalau dia tidak mengerti dan tidak peduli.
Sedangkan Alfaro merasa sangat kepanasan dan panik saat ini karena merasakan hawa panas yang keluar dari orang yang ada di samping nya. Api cemburu kini berkobar - kobar di tubuh Kenzi dan hanya orang tertentu yang bisa melihat nya saat ini yaitu Alfaro sendiri.
Kenzi menatap ke dua orang yang ada di hadapan nya dengan mata yang berapi - api sedangkan yang di tatap tampak cuek tanpa menolehkan pandangan nya sedikit pun pada Kenzi. Sebenar nya Yemi juga merasa takut untuk melihat wajah uncle Ken nya itu.
Krrreeekk
Suara sesuatu yang patah terdengar di sekitar mereka dan ternyata itu adalah bolpoin yang di pegang oleh Kenzi terlalu erat sehingga patah begitu saja.
Semua mata tampak memandang bolpoin itu dengan tatapan yang berbeda - beda. Devan dengan tatapan takjub dengan kekuatan Kenzi sedangkan Alfaro dan Yemi saling melempar pandangan mereka dengan wajah yang ketakutan.
__ADS_1
" Ish, bolpoin jaman sekarang kualitas nya sangat buruk. Dengan hanya memegang nya saja sampai patah seperti ini" Kenzi berkata dengan nada datar nya seraya mengangkat bolpoin yang sudah terbagi menjadi dua.
" Apa bos yakin, hanya memegang nya biasa saja dan bukan memegang nya sangat keras karena terlalu cemburu" batin Alfaro dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
" Aih, seperti nya uncle sangat marah padaku karena aku sudah berbohong" batin Yemi merutuki kebodohan nya yang tadi mengabari Kenzi kalau dia ada pelajaran tambahan dari guru nya. Tapi Yemi kan tidak salah - salah amat, dia benar kan di beri tugas tambahan sebagai asisten pribadi guru BK nya.
" Saya pamit ke belakang dulu" Kenzi memutuskan untuk pergi dari sana untuk mendinginkan otak nya sementara waktu. Dan saat ini ke toilet adalah jawaban yang paling benar untuk saat ini.
Kenzi melangkahkan kaki nya ke toilet yang ada di sana untuk mendinginkan kepala nya yang terasa sudah mendidih saat ini karena melihat Devan yang terus berusaha mendekati Yemi istri kecil nya.
" ****, apa yang sudah dia lakukan? Berani - berani nya dia mendekati istri ku" Kenzi tampak berjalan mondar mandir di dalam toilet sambil berbicara sendiri dengan amarah yang sudah dia tahan sedari tadi.
" Dan Yemi, kenapa dia mau - mau nya sih di suruh jadi asisten pribadi nya. Apa dia tidak tahu kalau dia hanya di manfaatkan dan yang di lakukan oleh Devan itu hanya modus" Kenzi terus meluapkan emosi nya di dalam toilet sana.
Ceklek
Pintu dari salah satu bilik di dalam sana terbuka, seorang pria yang terlihat masih muda tampak keluar dari dalam sana.
" Om, lagi patah hati ya? Kasihan!" Setelah mengatakan itu pemuda tersebut pun keluar dari kamar mandi seraya tertawa menertawakan Kenzi yang seperti orang gila sedangkan Kenzi tampak menatap pemuda itu dengan rasa malu yang tidak bisa di ungkap kan dengan kata - kata.
" Aish, gue kenapa jadi kayak orang stres kayak gini sih" Kenzi merutuki kebodohan nya sendiri dan langsung membasuh muka nya dengan air untuk mendinginkan kepala nya.
__ADS_1
" Aku harus memberi pelajaran pada anak kecil itu nanti malam" Kenzi tersenyum menyeringai merencanakan sesuatu yang akan dia lakukan untuk menghukum istri kecil nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏