
Yemi yang merasa sangat kesal memutuskan untuk pergi dari toko itu. Dengan perasaan yang sangat kesal Yemi menarik tangan Kenzi yang masih saja sibuk menjauh dari toko itu.
Kenzi yang mendapatkan tarikan di tangan nya merasa terkejut dan juga heran karena Yemi belum memilih satu pun cincin nya dan malah menarik nya untuk pergi dari sana.
" Kenapa kita pergi hem, kamu bahkan belum memilih cicin nya?" Kenzi yang merasa penasaran memutuskan untuk bertanya pada Yemi
" Aku mau pindah toko, aku tidak mau membeli cincin di toko yang mbak pelayan nya genit seperti itu" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Genit ? maksud mu?" Kenzi menaikan sebelah alis nya
" Iya, genit. Masa dia bilang kalau calon istri uncle tidak datang karena menikah nya terpaksa, terus dia bilang kalau dia yang menikah dengan uncle, dia pasti langsung mau karena uncle tampan" Yemi menceritakan yang dikatakan oleh penjaga toko tadi.
" Benarkah dia bilang seperti itu?" Kenzi terkekeh karena merasa lucu atas apa yang di katakan oleh Yemi tadi. " Lalu kamu jawab apa?"
" Tentu saja aku bilang kalau aku yang akan menikah dengan uncle dan dia malah menertawakan ku, tentu saja aku sangat kesal" Yemi mendengus kesal.
Ya tadi setelah Yemi mengatakan kalau dia yang akan menikah dengan Kenzi, mbak pelayan toko itu malah menertawakan perkataan Yemi karena tidak percaya akan apa yang di ucapkan Yemi barusan. Karena terlihat dengan jelas kalau Yemi masih abg sedangkan Kenzi pria dewasa yang sudah matang. Jadi pelayan toko itu merasa kalau perkataan Yemi hanya omong kosong belaka.
" Ha ha ha" Kenzi tidak bisa lagi menahan tawa nya. " Kamu lihat, orang lain saja menganggap kamu anak kecil dan uncle pria yang terlalu dewasa untuk mu." Kenzi berusaha menahan tawa nya.
" Ish, uncle ini berkata apa sih? Asal uncle tahu di mata cinta umur itu tidak memandang usia" Yemi tersenyum manis.
__ADS_1
" Ya ya, terserah kamu saja!" Kenzi rasa nya sudah bosan mendengar Yemi yang selalu mengatakan tentang cinta. Padahal Kenzi yang sudah dewasa saja masih belum benar - benar mengerti akan apa yang nama nya cinta dan ini anak kecil selalu mengatakan tentang cinta.
" Jadi sekarang kita akan kemana?" Kenzi bertanya pada Yemi yang sedang sibuk mengedarkan pandangan nya entah sedang mencari apa.
" Tentu saja membeli cincin pernikahan, ikut aku!" Yemi pun menarik kembali tangan Kenzi menuju ke sebuah toko perhiasan lain nya. Kenzi hanya pasrah saja kemana pun Yemi akan membawa nya toh percuma juga mengajak anak kecil itu untuk berdebat karena dia selalu kalah dengan anak itu.
" Nah, sekarang uncle bantu aku pilih cincin! Aku tidak mau uncle cuek padaku seperti tadi!" Yemi berkata dengan nada tak ingin membantah.
" Baiklah, sekarang pilih yang kamu suka dan aku akan menilai nya." putus Kenzi pada akhir nya.
" Ada yang bisa saya bantu dek" seorang pelayan pria tampak melayani Yemi dengan senyum ramah tercetak di bibir nya. Pria yang lumayan tampan di mata semua wanita.
" Ah iya mas, bisa mas tunjukan beberapa model cincin pernikahan pada ku?" Yemi tampak bersemangat.
" Baiklah, biar saya ambilkan" Penjaga toko itu tampak mengambil beberapa model cincin pernikahan. " Hanya ini yang kami punya, semoga ada yang cocok" penjaga toko itu tampak memperlihatkan beberapa pasang cincin pernikahan dengan model yang berbeda - beda.
" Yang ini seperti nya lucu, uncle bagaimana menurut mu?" Yemi memilih salah satu model yang di tunjukan oleh pelayan toko itu pada Kenzi.
" Bagus, kamu mau yang ini?" Kenzi tampak melihat benda yang di tunjukan oleh Yemi.
" Ya, kalau uncle juga menyukai nya" Yemi tersenyum manis.
__ADS_1
" Baiklah, kami ambil yang ini saja tolong di bungkus dan bil harga nya" Kenzi mengeluarkan dompet nya dan hendak membayar cincin yang barusan di pilih oleh Yemi untuk mereka. Dan setelah itu mereka pun pulang. Yemi sudah tinggal di apartemen Kenzi selama beberapa hari ini dan Kenzi juga sudah membeli furnitur kamar untuk Yemi sehingga Yemi bisa tidur di kamar nya sendiri.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhir nya mobil yang di kendarai oleh Kenzi sampai juga di depan gedung apartemen milik Kenzi.
" Turunlah, uncle masih ada pekerjaan jadi uncle harus kembali ke perusahaan!" Kenzi menyuruh Yemi untuk turun dari mobil nya.
" Baiklah, oh ya uncle akan pulang jam berapa? Aku akan memasakan sesuatu untuk uncle saat pulang nanti" Yemi berbicara dengan semangat yang menggebu - gebu.
" Tidak tidak tidak, biar uncle saja yang membeli makanan di luar. Kamu istirahat saja di rumah atau kamu bisa menonton tv atau memainkan ponsel mu saat menunggu uncle, asal kamu jangan memasak" Kenzi berkata dengan wajah panik nya. Bagaimana tidak panik saat Yemi mengatakan akan memasak makanan untuk nya. " Aku tidak mau sakit perut lagi karena memakan masakan mu yang tidak jelas itu" batin Kenzi dengan wajah yang meringis membayangkan masakan Yemi.
Kemarin saja Yemi membuatkan Kenzi telur dadar, makanan paling mudah yang bisa di buat oleh siapa saja malah menjadi telur berwarna kecoklatan dan tak berbentuk di tangan Yemi. Kenzi tentu saja tidak bisa memakan makanan itu, namun karena tidak mau mengecewakan Yemi, pada akhir nya Kenzi memakan nya sedikit walau pun akhir nya dia harus menderita sakit perut keesokan pagi nya.
" Ish, uncle ini aku kan ingin belajar menjadi istri yang baik untuk uncle dan salah satu nya memasak makanan untuk uncle" Yemi menampilkan wajah murung nya.
" Jadi istri yang baik itu bukan hanya memasak makanan untuk suami nya saja, tapi kamu juga harus belajar menurut pada suami mu ini" Kenzi berbicara serius. " Dan apakah kamu sudah menurut? Tidak bukan? kamu selalu saja membantah ucapan uncle termasuk sekarang"
Yemi menatap wajah Kenzi yang sedang terlihat serius " Baiklah, kalau uncle berbicara seperti itu. Aku akan menurut pada uncle agar aku bisa menjadi istri yang baik untuk uncle dan semoga saja dengan begitu uncle bisa melihat dan mencintai aku sebagai wanita." Yemi kembali tersenyum dengan wajah yang kembali semangat.
" Terserah kamu saja" Kenzi memutar bola mata nya malas mendengarkan ocehan dari anak kecil yang sebentar lagi akan menjadi istri kecil nya itu. " Cepat turun lah! Uncle harus segera pergi" Yemi pun turun dari mobil Kenzi dan langsung masuk ke dalam apartemen milik Kenzi setelah mobil Kenzi melaju dan menghilang di telan jarak yang semakin menjauh.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1