
Bukan nya membiarkan Mia untuk pergi ke kamar mandi, Devan malah kembali menautkan bibir mereka dengan tangan yang terus bergerak semakin lincah pada bagian bawah Mia, tangan Mia pun memegang erat pada tangan Devan untuk menahan gejolak aneh yang dia rasakan dan merasakan sesuatu yang akan keluar tak lama lagi. Dan benar saja setelah beberapa saat sesuatu itu keluar begitu saja dari bagian bawah Mia bersamaan dengan bergetar nya tubuh Mia. Mia saat itu merasakan perasaan aneh yang muncul saat itu keluar dari bagian bawah nya, rasa lega dan nik mat yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata - kata.
Devan pun menyunggingkan senyum nya melihat istri kecil nya yang berada di bawah kungkungan nya sedang terkulai lemas dengan nafas yang tersengal - sengal setelah mendapatkan pelepasan nya.
Devan pun langsung bangkit dan membuka celana dan ****** ***** yang dia pakai di hadapan Mia, sehingga Mia bisa melihat dengan jelas benda panjang yang sudah mengeras itu.
" Cacing Alaska!" Pekik Mia dengan wajah kaget nya sambil menunjuk bagian milik Devan itu.
" What? Cacing? Apa punyaku sekecil itu, sehingga kamu menyebut nya cacing?" Devan menatap Mia dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.
" Ish, kecil apa nya? Apa bapak tidak lihat kalau itu sangat besar, bahkan aku tidak yakin kalau itu akan masuk di sini" Mia menunjuk bagian bawah nya
" Tapi tadi kamu bilang ini cacing?" Devan mengerutkan kening nya.
" Cacing Alaska pak, apa bapak tidak pernah melihat nya pada film Sponge Bob Squerpant"
" Sponge Bob Squerpant? Apa lagi itu?" Devan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Ish, apa bapak tidak tahu? Sponge Bob Squerpant itu film kartun anak - anak yang tokoh nya itu berbentuk kotak dan berwarna kuning pak, dan di sana ada cacing Alaska yang ukuran nya sangat besar dan bisa menghancurkan Bikini Bottom" Mia menjelaskan panjang lebar dengan wajah yang terlihat imut di mata Devan.
" Bikini Bottom? Apa lagi itu?" Devan semakin bungung dengan apa yang di ucapkan istri kecil nya itu.
" Ish, Bikini Bottom itu kota tempat tinggal Sponge Bob pak" Mia mengerucutkan bibir nya. " Bapak ini bagaimana, begitu saja tidak tahu"
" Ah sudahlah, kenapa kita malah mebahas film kartun sih, lebih baik sekarang aku akan mulai memasukan cacing Alaska ini pada Bikini Bottom milik mu ini. Bagaimana?" Devan tersenyum menggoda membuat Mia menganggukan kepala nya dengan wajah yang merona.
" Silahkan saja, tapi kenapa aku merasa ada yang aneh ya?" Mia tampak berfikir.
" Aneh? Aneh kenapa? Devan lagi - lagi mengerutkan kening nya
" Tentu saja tidak, bukankah cacing Alsaka ku ini belum masuk?" Jawab Devan enteng seraya membidikan cacing Alaska nya pada lubang hangat milik Mia. Devan belum menyadari maksud perkataan Mia barusan.
" Apa maksud bapak? Bukankah keperjakaan bapak sudah aku renggut saat aku sedang mabuk malam itu, bukan kah seharus nya miliku juga sudah tidak perawan lagi bukan?" Mia mengerutkan kening nya.
" Itu ya!" Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. " Bagaimana aku bilang pada nya kalau saat itu tidak terjadi apa - apa selain dia mencium dan meraba tubuh ku" batin Devan serba salah. " Sudah lah lupakan apa yang terjadi pada malam itu! Yang penting sekarang adalah apa yang akan terjadi di malam ini" dari pada membahas hal itu lebih baik Devan mengalihkan pembicaraan mereka. Devan pun langsung membungkam mulut Mia dengan bibir nya sebelum istri nya itu kembali berbicara, bisa - bisa malam ini Devan akan gagal belah duren kalau masalah ini terus mereka bahas.
__ADS_1
Mia kembali terbuai dengan apa yang di lakukan Devan pada nya dan sempat melupakan apa yang mengganjal di fikiran nya tadi sampai sesuatu terasa mendesak di bawah sana dan rasa nya itu sangat sakit seakan ada yang akan robek di bagian sana. Devan terus menggerakan pinggul nya dan menggesekan cacing Alaska milik nya pada Bikini Bottom milik Mia yang masih tersegel sempurna itu, terbukti Devan sangat kesilitan untuk memasuki nya.
" Hentikan pak!" Mia mendorong tubuh Devan dengan lumayan keras sehingga Devan melepaskan pagutan bibir nya.
" Kenapa hem?" Tanya Devan dengan kabut gai rah yang sudah menutupi pandangan nya.
" Apa yang bapak lakukan ha? Seperti nya itu tidak akan muat pada miliku, lihat lah ukuran nya yang super besar itu" Mia mendengus kesal.
" Tentu saja muat sayang, ini memang sudah di desain untuk itu. Jadi tidak mungkin tidak muat" Devan berusaha membujuk istri nya itu dengan lembut.
" Benar juga ya, Tuhan pasti sudah mendesain itu dengan sangat sempurna" Mia terkekeh saat mengatakan nya. " Baiklah, lakukan lah! Tapi pelan - pelan!" Putus Mia pada akhir nya.
Devan pun tak menunggu lama langsung melakukan aksi nya, Devan kembali memasukan milik nya pada milik Mia dan menggesekan nya di sana dengan pelan. Mia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian bawah nya namun kali ini dia tidak protes dan berusaha menahan nya walau kini air mata nya terlihat menetes dari sudut mata nya. Tangan Mia juga mencengram erat pada punggung Devan dan tak sengaja kuku - kuku nya juga menancap di sana meninggalkan bekas kemerahan pada pungung Devan. Jujur saja Devan merasakan sakit juga di punggung nya, tapi dia tahu Mia seperti itu juga karena Mia merasakan kesakitan pada area bawah nya karena ulah diri nya.
Setelah beberapa kali menggesekan nya, akhir nya gawang milik Mia di bobol juga oleh suami nya Devan. Rasa sakit yang di rasakan oleh Mia tadi kini berubah menjadi rasa nik mat yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata - kata.
Malam itu suara de sahan dan era ngan memenuhi seluruh kamar pengantin baru itu yang kini terlihat acak - acakan karena perbuatan mereka sekarang. Entah berapa kali mereka melakukan nya malam itu, yang jelas Devan tidak puas melakukan nya hanya dengan satu kali saja. Walau pun Mia sudah merengek dan mengatakan kalau diri nya sudah lelah, namun Devan seakan tuli dan terus melakukan apa yang mulai dari malam ini telah menjadi candu bagi nya.
__ADS_1
**Bagi yang minta mp nya Mia dan Devan, sudah autor berikan ya! Semoga kalian suka😘😘
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**