
Ceklek
Pintu kamar Alfaro dan Simi terbuka dari luar dan teenyata itu Alfaro yang baru pulang dari perusahaan nya. Waktu menunjukan pukul 8 malam saat ini. Sudah beberapa hari ini Alfaro selalu pulang malam karena begitu banyak nya pekerjaan yang harus dia selesaikan setelah beberapa hari dia tinggal kan saat mengurus pesta pernikahan nya beberapa hari yang lalu.
Tapi ini sangat bagus untuk Alfaro, dengan kesibukan yang di lakukan beberapa hari ini bisa membuat dia melupakan tentang malam pertama nya yang harus tertunda. Apa lagi sebagai pria yang normal, Alfaro tentu saja selalu merasakan gai rah pada diri nya memuncak bila berdekatan dengan istri nya.
Saat Alfaro masuk ke dalam kamar, dia melihat Simi yang sudah terbaring dengan berbalutkan selimut menutupi seluruh bagian tubuh nya.
" Seperti nya dia sudah tidur" gumam Alfaro sebelum diri nya memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Hari ini sangat melelahkan bagi Alfaro dan Alfaro berniat untuฤท segera tidur setelah membersihkan diri nya apa lagi istri nya juga seperti nya sudah tertidur pulas.
Lima belas menit berlalu, Alfaro pun kini sudah selesai dengan ritual mandi nya. Saat Alfaro keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Simi yang ternyata belum tidur sedang duduk bersandar pada kepala tempat tidur dengan selimut yang menutupi semua bagian tubuh nya kecuali kepala nya.
" Om sudah selesai?" Simi tersenyum manis.
" Ya, aku fikir kamu sudah tidur" Alfaro menggosok rambut nya yang masih basah dengan handuk kecil yang di sampirkan pada pundak nya. Seperti biasa Alfato hanya menggunakan celan boxer nya saja tanpa memakai baju nya, tapi seperti nya Simi sudah terbiasa dengan hal itu. Terbukti dia tidak lagi berteriak saat melihat nya.
" Aku menunggu om" cicit Simi dengan wajah yang tersipu.
" Menungguku?" Alfaro mengangkat alis nya sebelah dengan senyum tersungging pada bibir nya. Sungguh, sikap Simi yang tersipu malu seperti itu jarang sekali di lihat oleh Alfaro pada diri istri kecil nya itu.
__ADS_1
Setelah dia selesai menggosok rambut nya, Alfaro kemudian meletakan handuk kecil yang dia gunakan tadi pada kursi meja rias yang tak jauh dari tempat nya berdiri sekarang dan langsung menghampiri Simi ke atas tempat tidur nya.
" Katakan! Kenapa kamu menunggu ku hem? Apa kamu merindukan suami mu ini?" Alfaro tersenyum menggoda pada Simi.
" Memang nya aku tidak boleh merindukan suami ku sendiri, seperti itu?" Simi mengerucutkan bibir nya.
" Tentu saja boleh, malah itu wajib untuk mu" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya dan Simi tersenyum senang dalam hati nya apa lagi saat tangan Alfaro menangkup ke dua pipi nya dan memutar wajah Simi yang tadi dia palingkan untuk berhadapan dengan wajah nya.
Wajah mereka kini saling berhadapan dengan jarak yang lumayan dekat, mata mereka kini saling bersirobok satu dama lain nya berusaha menyelami fikiran mereka masing - masing.
Cup
Alfaro mendaratkan sebuah kecupan pada bibir Simi yang sedang mengerucut tajam itu. " Jangan mengerucutkan bibir mu itu lagi, aku tidak bisa menahan diri ku untuk tidak mencium mu kalau seperti itu"
Di rasa gai rah nya yang sudah meninggi, Alfaro pun langsung melepaskan ciu man yang sedang mereka lakukan dan menghentikan semua nya sebelum terlambat. Alfaro mengira kalau Simi masih dalam masa menstruasi nya.
" Sudah lah, kita harus menghentikan nya sebelum aku tidak bisa menahan diri ku lagi" Alfaro langsung berpindah dan merebah kan tubuh nya di samping Simi.
" Memang nya kenapa kalau melakukan hal yang lebih? Kita kan suami istri!" batin Simi memberengut kesal. " Masa aku harus memulai duluan sih, itu pasti akan memalukan!" batin Simi lagi dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang.
Simi yang tidak mudah menyerah pun langsung memeluk erat Alfaro dan meletakan kepala nya di atas dada bidang suami nya itu dengan manja. Simi juga beberapa kali mendusel - duselkan wajah nya pada dada bidang Alfaro dan itu membuat Alfaro semakin tersiksa.
__ADS_1
" Sayang, bisakah kamu berhenti! Aku tidak bisa berjanji akan bisa menahan diriku lagi kalau seperti ini" ucap Alfaro dengan suara serak nya menahan sesuatu yang sudah bergejolak dalam diri nya.
" Kenapa harus di tahan? Aku tidak menyuruh om untuk menahan nya" jawab Simi enteng tanpa menghentikan aktifitas nya.
" Tapi kamu kan, eh tunggu dulu" Alfaro tampak berfikir sambil merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuh Simi saat ini.
Alfaro pun langsung membuka selimut yang sejak tadi membungkus tubuh istri nya itu dan betapa terkejut nya Alfaro saat melihat keadaan tubuh sang istri saat ini.
" Apa kamu sudah selesai sayang?" Alfaro bertanya dengan wajah yang berbinar saat melihat tubuh sang istri yang hanya mengenakan pakaian minim dan tembus pandang tanpa memakai kain penutup apa pun lagi di dalam nya sehingga tubuh indah Simi kini teepangpang nyata di depan mata Alfaro saat ini.
Ya, Simi memutuskan untuk menerima saran dari Yemi untuk menggoda Alfaro dengan pakaian lucnut itu untuk memberikan kode pada Alfaro bahwa tamu bulanan nya sudah pergi.
Dengan wajah yang tersipu malu, Simi pun menganggukan kepala nya dengan senyum manis di bibir nya membuat Alfaro semakin gemas melihat nya.
" Jadi, apa kita akan melakukan nya malam ini?" Simi memainkan bulatan hitam kecil pada dada bidang Alfaro yang memang tak terbungkus apa pun itu dengan gaya yang masih malu - malu dan menggemaskan.
Alfaro yang memang sudah merasakan gai rah nya meninggi sedari tadi pun tanpa mengatakan apa pun langsung menyambar bibir mungil Simi dengan rakus nya. Perang lidah pun kini terjadi lagi dan berlangsung cukup sengit. Bahkan kali ini tangan Alfaro dengan nakal nya menurunkan tali tipis yang di kenakan Simi saat ini dan langsung memegang benda kenyal yang sudah menjadi benda favorit nya itu.
Tangan alfaro mere mas dan memijat benda itu dengan lembut dan sesekali memainkan benda bulat merah muda yang ada pada ujung nya dengan jari nya sehingga membuat tubuh Simi menggelinjang hebat.
**Maaf ya autor gantung dulu dan beberapa hari ini gak bisa up banyak - banyak karena kesehatan autor lagi terganggu. Terima kasih yang sudah setia membaca dan menunggu update terbaru nove ini ๐๐
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih ๐๐**