
Keesokan pagi nya Yemi tampak sudah bersiap dengan seragam nya, Yemi juga menggerai rambut nya begitu saja seperti kemarin. Yemi juga memakai make up tipis dari alat make up yang kemarin dia beli bersama dengan Mia, tak lupa Mia pun mengajarkan Yemi cara untuk memakai nya.
Awalnya Yemi memang merasa kesulitan, tapi lama - kelamaan Yemi pun bisa memakai nya.
Yemi kini terlihat cantik dengan riasan natural dan rambut panjang yang di gerai indah, tak lupa Yemi juga mengenakan jepit cantik untuk melengkapi penampilan nya saat ini.
" Aish, kenapa ini masih terbayang - bayang dalam kepala ku?" Yemi memukul kepala nya sendiri saat otak nya kembali membayangkan kejadian semalam yang terjadi antara diri nya dan juga uncle Ken nya.
" Bahkan rasa nya masih terasa" Yemi memegang bibir nya sendiri yang masih bisa merasakan ******* dari lidah uncle nya itu.
" Aish, apa yang aki fikirkan saat ini?" Yemi pun menggelengkan kepala nya untuk mengusir fikiran kotor nya.
Yemi pun buru - buru mengusir pikiran kotor nya itu dan kembali mematut diri nya di depan cermin untuk melihat kembali penampilan nya di depan cermin.
" Perfect" ucap Yemi memuji diri nya sendiri di depan cermin sebelum dia menyambar tas nya dan keluar menemui Kenzi yang sudah berada di dapur seperti biasa memasak untuk sarapan mereka. Bila biasa nya dalam rumah tangga sang istri yang memasak maka berbeda hal nya dengan sepasang pasutri ini . Tugas memasak dan menyiapkan makanan adalah Kenzi sang suami.
Sementara itu di dalam dapur, Kenzi tampak melamun membayangkan apa yang di lakukan nya tadi malam pada gadis yang selalu dia anggap anak kecil itu.
" Rasa nya manis, bahkan sampai sekarang masih terasa" Kenzi memegang bibir nya sendiri dan tanpa sadar, sudut bibir nya tertarik ke atas.
" Selamat pagi uncle!" Seperti biasa nya Yemi menyapa Kenzi dengan wajah nya yang ceria seperti biasa nya. Membuat Kenzi tersadar dari lamuanan nya.
" Pagi" Dan seperti biasa nya Kenzi memasang wajah datar nya. " Cepat duduk dan habiskan sarapan mu, cepat!" Kenzi masih dengan wajah datar nya tanpa menolehkan pandangan nya pada Yemi. Jujur saja jantung nya masih tidak mau berdetak dengan normal bila mengingat kejadian semalam. Kenzi merasa dia belum siap bila harus melihat langsung wajah Yemi saat ini
" Siap!" Yemi pun mendudukan diri nya di atas kursi yang biasa ia duduki.
__ADS_1
Yemi mulai mengambil piring nya dan mengambil nasi goreng ke dalam piring nya. Ya hari ini Kenzi memasak nasi goreng untuk sarapan mereka. Begitu pun Kenzi yang melakukan hal yang sama, namun belum Kenzi mengambil makanan nya mata Kenzi membulat sempurna saat tidak sengaja melihat penampilan Yemi saat ini.
" Yemi, kenapa kamu berpenampilan seperti itu?" Kenzi bertanya dengan menatap tak suka pada Yemi membuat Yemi merasa bingung dengan maksud dari uncle Ken nya itu.
" Kenapa dengan penampilan ku uncle? Aku sangat cantik kan?" Yemi tersenyum percaya diri pada Kenzi.
" Justru itu masalah nya, kamu terlalu cantik dan aku takut mata semua pria di luar sana akan menatap kagum kepada mu" batin Kenzi dengan eksfresi yang sulit untuk di artikan.
" Uncle, kenapa uncle diam saja?" Yemi yang melihat Kenzi hanya diam tampak heran.
" Apa kamu tidak dengar perkataan ku kemarin ha? Kamu terlihat jelek dan terlihat seperti tante - tante" Kenzi mendengus kesal karena anak kecil yang ada di hadapan nya itu tidak menuruti kata - kata nya.
" Ish, seperti nya uncle harus memeriksakan mata uncle!" Yemi mengerucutkan bibir nya lucu membuat Kenzi semakin gemas saat melihat nya. Mata Kenzi kini tertuju pada bibir Yemi yang semalam dia nikmati dan rasa manis itu masih bisa ia rasakan sampai saat ini.
" Kenapa uncle harus memeriksakan mata uncle? Mata uncle masih normal bahkan masih sangat bagus, makan nya uncle bisa melihat dengan jelas mana gadis cantik dan mana yang tidak cantik" Kenzi berkata dengan nada mengejek ke arah Yemi membuat Yemi semakin memberengut kesal.
" Pinter" Kenzi berkata enteng seraya mengacungkan ibu jari nya pada Yemi.
Sebenar nya tidak ada yang salah dengan penampilan Yemi saat ini, Yemi terlihat sangat cantik dan manis, tidak ada yang salah dengan penampilan nya saat ini. Hanya saja Kenzi tidak ingin penampilan Yemi yang terlihat cantik dan manis itu dinikmati oleh mata pria lain di luar sana.
" Ish, uncle nyebelin" Yemi memberengut kesal seraya menghabiskan makanan yang ada di hadapan nya.
Pada akhir nya Yemi berangkat ke sekolah dengan penampilan nya yang biasa nya. Dia fikir akan percuma dia merubah penampilan nya kalau uncle Ken nya saja tidak menyukai nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
" Pagi!" Mia menyapa Yemi yang sudah dulu sampai di sekolah dan sudah mendudukan diri nya di bangku yang biasa ia tempati.
" Pagi" Yemi membalas sapaan Mia dengan lemas.
" Lo kenapa sih? Dan ini apa, kok penampilan lo kayak dulu lagi sih?" Mia menunjuk rambut Yemi yang kembali ia ikat asal - asalan dan wajah nya yang juga tanpa make up.
" Buat apa gue berubah kalau uncle Ken aja nggak peduli?" jawab Yemi lemas.
" Maksud lo, uncle Kenzi nggak ngelirik lo sama sekali gitu?" Mia tampak heboh.
" Ish, boro - boro. Uncle Ken malah bilang gue jelek kalau dandan, kayak tante tante kata nya" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Apa mata uncle lo bermasalah ya?" Mia tampak berfikir.
" Nah itu dia, gue juga bilang gitu sama uncle. Tapi dia malah makin mengejek gue?" Yemi juga ikut berfikir. Dia meletakan jari telunjuk nya pada kening nya.
" Ish, uncle lo itu memang aneh" Mia memutar bola mata nya malas.
" Aih, berani lo ngeledek uncle gue lagi. Gue ceburin juga lo ke dalam kuah bakso" Yemi mendengus kesal mendengar sahabat nya itu yang selalu nencibir suami nya walaupun Yemi juga berfikir seperti itu, tapi Yemi juga tidak rela mendengar orang lain yang menhina suami nya.
" Yah, gak muat kali. kuah bakso kan dalam mangkuk masa iya tubuh gue yang langsing ini masuk ke dalam mangkuk" jawab Mia dengan polos nya
" Kuah bakso nya gue masukan ke dalam tong, biar lo muat puas" Yemi merasa jengah saat Mia mulai bertingkah bodoh seperti itu. " Udah sekarang lo bantu gue buat fikirin cara selanjut nya buat gue bisa naklukin uncle Ken gue" Yemi tampak mencoret tulisan nya dalam buku catatan yang ada di hadapan nya.
" Eemm, rubah penampilan lo supaya lebih cantik udah. Tapi gak mempan, terus apa lagi ya yang bisa kita lakukam sekarang?" Mia mengetuk - ngetukan jari nya pada atas meja seraya dia berfikir. Begitu pun Yeminyang ikut memikirkan nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏