Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 8


__ADS_3

Tiga hari berlalu, dan hari ini adalah hari di mana pembagian hasil ujian Yemi diberikan. Semua murid tampak menunggu dengan wajah yang berbeda - beda. Ada yang tampak cemas, ada yang tegang, ada yang percaya diri dan ada juga yang cuek dan bersikap masa bodoh dengan hasil nya.


Yemi tampak tegang dengan hasil dari ujian nya. Entah kenapa dia jadi tegang seperti ini karena biasa nya Yemi selalu bersikap masa bodoh akan semua itu namun tidak untuk kali ini mungkin karena ini menentukan masa depan nya dengan uncle Ken nya sehingga membuat dia seperti ini.


" Selamat pagi anak - anak!" Sapa pak Bambang saat memasuki kelas. Pak Bambang adalah wali kelas Yemi dan juga Mia.


" Pagi pak!" Ucap semua murid serempak.


" Baiklah anak - anak, seperti yang sudah diberi tahukan sebelum nya bahwa hari ini akan dibagikan hasil ujian kalian semua. Langsung saja kita bagikan, nama yang saya panggil silahkan maju ke depan!"


Pak Bambang pun mulai memanggil nama murid kelas itu satu per satu. Tampak ada yang bersorak gembira dan ada juga yang berwajah murung saat melihat hasil ujian mereka.


Pak Bambang sudah selesai membagikan semua soal ujian dan langsung pergi dari kelas itu karena pelajaran bebas untuk hari ini.


Wajah Yemi tampak sulit untuk di artikan saat ini, dia tampak mengerutkan kening nya saat melihat nilai - nilai hasil ujian nya kali ini.


" Lo kenapa sih Yem?" Mia yang juga sudah mendapatkan hasil nilai nya tampak aneh melihat raut wajah sahabat nya itu.


" Paling nilai Yemi paling tinggi lagi, iya kan?" Dika yang duduk dibangku dekat Yemi pun ikut menimpali.


" Bisa jadi sih Dik" Mia tampak terkekeh saat mengataka nya.


" Ish kalian ini, kali ini tidak" wajah Yemi terlihat murung membuat Dika dan Mia khawatir. Sebenar nya wajar saja bila Yemi kali ini mendapatkan nilai yang kurang bagus, mengingat satu minggu yang lalu Yemi menghadapi hal yang sangat buruk dalam hidup nya.


" Lo jangan sedih ya, wajar aja kan, lo gak dapat nilai yang tinggi seperti biasa nya. Kan lo abis kena musibah" Dika tampak memegang pundak Fika dan menghibur nya.


" Ya, Dika benar. Lagian nilai lo pasti gak separah nilai gue bukan ?" Mia juga tampak ikut menghibur Yemi.


" Ish, kalian ini apa - apaan sih? Maksud gue tidak itu ya tidak salah lagi" Yemi nyengir kuda membuat Dika dan Mia menoyor kepala nya secara bersamaan.

__ADS_1


" Nyesel gue ngekhawatirin lo" Dika mendengus kesal.


" Sama gue juga" Mia pun melakukan hal yang sama.


" Uluh - uluh, temen - temen gue pada ngambek" Yemi menepuk - nepuk punggung kedua teman nya itu. " Kalau kalian masih ngambek, gue gak jadi deh traktir makan nya" Yemi pun melengos mendudukan diri nya di bangku yang biasa dia duduki dan bersikap seolah tidak peduli


" Aih, ngambekan banget sih temen kita yang satu ini. Jangan ngambek dong" Mia duduk si samping Yemi.


" Iya nih gimana traktir nya, jadi kan? Dika ikut duduk dibelakang Yemi.


" Ish, traktiran aja kalian cepet" Yemi berkata dengan nada mengejek


" Ya iyalah" ucap Mia dan Dika kompak dan tertawa bersama.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


" Siang pak Dadang!" Yemi menyapa satpam yang bertugas di lobi apartemen dengan tersenyum ramah.


" Siang neng Yemi, baru pulang sekolah ya neng?" Pak Dadang membalas tak kalah ramah.


" Iya nih pak, aku mau tunggu uncle pulang di apartemen aja hari ini. Aku masuk dulu ya pak"


" Iya neng silahkan!"


Yemi pun melangkahkan kaki nya dengan wajah yang terlihat sangat bahagia terlihat dari senyum yang tak pudar dari wajah cantik nya sedari tadi.


Hanya beberapa menit saja yang di butuhkan oleh Yemi untuk sampai di apartemen Kenzi, dan tak menunggu lama Yemi pun masuk dan langsung ke kamar Kenzi untuk mengganti baju seragam nya dengan baju rumahan yang ia simpan di rumah Kenzi . Ya setelah kejadian menginap saat itu, Yemi membawa beberapa lembar baju nya di apartemen Kenzi untuk berjaga - jaga bila dia akan menginap lagi di sana.


Setelah selesai mengganti baju nya. Yemi berbaring diatas sofa yang ada di kamar Kenzi sambil memainkan hp nya untuk mengisi waktu menunggu kepulangan Kenzi dari kantor nya yang masih beberapa jam lagi.

__ADS_1


Tak lama setelah Yemi memegang ponsel nya, ponsel itu terjatuh dari tangan nya begitu saja dari tangan nya dengan mata Yemi yang sudah terpejam. Posisi Yemi saat ini dia sedang tiduran di atas sofa dengan ponel berada di atas perut nya.


Tak terasa 4 jam telah berlalu dan Yemi belum ada tanda - tanda akan terbangun dari tidur nya. Begitulah Yemi bila sudah tidur hampir seperti orang mati yang tidak akan sadar bila ada apa - apa.


Ceklek


Pintu apartemen telah terbuka, dan itu Kenzi yang baru pulang dari kantor nya. Kini waktu menunjukan pukul 6 sore karena tadi Kenzi harus lembur beberapa jam untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Kenzi langsung menyalakan lampu aprtemen nya dan juga kamar nya. Tak menunggu lama Kenzi pun masuk kedalam kamar nya dan hendak membersihkan diri nya.


Tanpa melihat sekeliling Kenzi membuka baju nya dan hanya menyisakan boxer yang menutupi pusaka nya saja.


Sementara Yemi yang terbangun karena teringat akan sesuatu pun langsung kaget saat melihat pemandangan indah yang ada di hadapan nya.


" Aaaaaakh" Yemi berteriak sangat keras membuat Kenzi kaget dan ikut berteriak saat mengingat tubuh nya yang kini hampir telanjang bulat.


" Aaaaakh" Teriak Kenzi seraya berlari masuk ke dalam kamar mandi.


" Hampir saja, apa itu tadi? Tubuh uncle sangat seksi" Yemi memegang kedua pipi nya yang terasa panas karena malu bahkan jantung nya pun kini berdetak sangat kencang. " Roti sobek itu, aaaahk" Yemi menggigit bibir bawah nya saat membayangkan tubuh Kenzi yang terlihat sempurna untuk seorang pria.


" Aih, seandai nya saja aku nanti sudah menikah dengan uncle, aku bisa memegang roti sobek itu" otak Yemi kini sedang bertraveling kemana - mana. Memang seperti itulah Yemi yang terkadang gila.


Sementara di kamar mandi tampak Kenzi yang tampak ngos - ngosan dengan wajah yang sudah memerah tampak memegangi dada nya yang berdetak dengan sangat kencang saat ini.


" Apa - apaan dia, kenapa dia tiba - tiba ada disini? Dia seharus nya menghubungi ku dulu" gumam Kenzi


" Ah, tubuhku sudah terlihat oleh anak kecil itu" Kenzi menyugar rambut nya frustasi. " Pasti dia sekarang sedang memikirkan hal yang tidak - tidak, aih.. biarlah. Lebih baik aku membersihkan diriku dulu dan aku akan mengurus anak kecil itu nanti" Kenzi pun memulai ritual mandi nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2