Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 106


__ADS_3

" Wow" Yemi memaandang kagum pada kamar yang kini dia dan Kenzi masuki. Kamar yang sangat luas dengan segala fasilitas yang lengkap dan dekorasi yang sangat cantik tampak melengkapi kesempurnaan kamar itu. " Kamar yang nyaman, iya kan sayang?" Yemi mendudukan diri nya di tepi tempat tidur dan menghadap ke arah suami yang sedang menyimpan koper milik mereka di dekat lemari baju yang ada di sana.


" Ya, ini terlalu bagus untuk unkuran hotel yang bisa di mintai diskon pada teman yang bekerja di sini" Kenzi menghampiri Yemi dan ikut duduk di sana.


" Apa maksud mu?" Yemi mengerutkan kening nya menatap Kenzi yang ada di samping nya.


" Apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan Alfaro?" Kenzi memandang Yemi dengan serius.


" Aneh? Aneh bagaimana?" Yemi semakin bingung saja dengan apa yang sedang di bicarakan oleh suami nya itu.


" Ah, sudahlah! Lupakan apa yang aku katakan tadi" Kenzi memutuskan untuk tidak mengatakan apa - apa dulu pada istri nya itu karena Kenzi juga belum menemukan bukti apa pun dan bisa saja perkiraan nya selama ini salah. " Lebih baik sekarang, kita memanfaatkan momen berdua seperti ini dengan baik" Kenzi tersenyum penuh arti menatap sang istri kecil nya itu.


" Apa kita tidak sebaik nya mandi terlebih dahulu?" Yemi tahu maksud dari ucapan suami nya itu.


" Kita mandi bersama oke!" Kenzi mengerlingkan mata nya.

__ADS_1


" Aakh" Yemi menjerit saat tubuh nya tiba - tiba melayang di udara karena tubuh nya sudah di angkat oleh suami nya itu.


Yemi tidak bisa protes lagi pada suami nya kalau sudah seperti itu karena akan percuma saja, apa lagi Yemi bisa merasakan sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan menusuk - nusuk pada bagian belakang nya.


Sesampai nya di kamar mandi, Kenzi meletakan tubuh mungil istri nya itu di atas closet sementara diri nya mengisi air di dalam bath up. Setelah di rasa air yang dia isi sudah cukup Kenzi pun menuangkan beberapa aroma terapi yang juga di sediakan di sana ke dalam air mandi itu, setelah dirasa cukup Kenzi pun langsung melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh Yemi satu per satu. Yemi hanya diam dan pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh suami nya itu pada nya.


Setelah selesai melepaskan setiap kain yang menutupi tubuh Yemi, Kenzi pun langsung menggendong tubuh istri kecil nya itu dan memasukan nya ke dalam bath up.


Setelah itu Kenzi pun langsung melepaskan semua pakaian nya dan ikut masuk ke dalam bath up, tidak ada rasa malu dari Yemi saat ini ketika melihat tubuh polos suami nya karena dia sudah mulai terbiasa dengan semua itu.


Sore itu ke dua nya sama - sama terbuai dan terlihat menik mati waktu kebersamaan mereka yang di penuhi gai rah dari ke dua nya. Suara de sahan dan era ngan terdengar memenuhi seluruh kamar mandi hotel yang di tempati oleh pasangan pengantin lama itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di kamar lain nya yang di tempati oleh Mia dan Devan saat ini, terlihat Devan yang langsung merebahkan diri nya di atas tempat tidur yang ada di kamar itu untuk melepaskan rasa lelah yang mendera seluruh tubuh nya akibat dari perjalanan mereka tadi.

__ADS_1


" Daebak, kamar nya besar sekali!" Mia menatap kagum pada seluruh kamar yang baru saja dia masuki. Saking kagum nya Mia, dia langsung melihat dan memperhatikan setiap sudut kamar hotel yang ada di sana. Bahkan Mia juga membuka beberapa pintu dan jendela yang ada di sana karena ingin melihat setiap sudut dan pemandangan yang terlihat dari sana. " Wow, lihatlah! Di sini juga ada kolam renang nya" wajah Mia tampak takjub melihat dan menunjuk kolam renang yang lumayan besar berada di belakang kamar nya dengan pintu yang langsung terhubung ke sana dari dalam kamar nya.


Devan yang mendengar suara Mia yang terdengar sangat senang itu langsung bangun dari posisi nya dan melihat istri kecil nya dengan sudut bibir yang terangkat saat melihat istri kecil nya yang terlihat sangat bahagia. Perlahan Devan langsung melangkahkan kaki nya menghampiri Mia yang masih berdiri di dekat kaca jendela yang di buka sambil memandang takjub pada apa yang sedang dia lihat.


" Apa kamu menyukai nya sayang?" Devan memeluk tubuh Mia dari belakang membuat Mia merasa terkesiap dengan perlakuan yang di berikan oleh suami nya itu.


" Em, aku suka" Mia pun menganggukan kepala nya dengan wajah yang sudah merona dan jantung yang berdetak sangat kencang. Walaupun Devan sering melakukan hal seperti ini pada nya, tapi entah kenapa Mia selalu saja merasa malu dan gugup setiap Devan melakukan nya.


" Kita harus berterima kasih pada Alfaro karena telah menyiapkan kamar yang begitu bagus dan sangat indah untuk kita" Devan berbicara tepat di dekat telinga Mia membuat tubuh Mia meremang seketika. Bibir Devan kini bahkan sudah menempel pada ceruk leher Mia dan memberikan beberapa kecupan di sana, Mia pun semakin menggeliat karena rasa geli yang di hasilkan dari kecupan yang di berikan oleh Devan pada nya.


" Pak, aakh" Mia malah men desah saat Devan menghisap ceruk leher nya untuk memberikan jejak kepemilikan nya di sana.


" Suara seksi mu sudah membangunkan cacing Alaska miliku sayang, kamu harus menidurkan nya kembali" tangan Devan menuntun tangan Mia untuk memegang cacing Alsaka milik nya yang sudah mulai menegang setelah dia membalikan tubuh Mia agar menghadap pada nya.


" Ish, apa yang sudah bapak lakukan?" Mia melepaskan tangan nya dari cacing Alsaka milik Devan dan langsung menutup wajah nya yang sudah sangat merah karena malu. Devan yang melihat itu terkekeh merasa lucu dengan raut wajah yang di tunjukan oleh Mia saat ini, Devan pun menurunkan tangan Mia itu dan mengalungkan nya pada leher nya sendiri dan mulai mendekatkan wajah nya pada wajah Mia untuk menautkan bibir nya pada bibir Mia. Devan ******* dan menghisap bibir itu dengan lembut dan Mia pun membalas nya. Tangan Devan menekan tengkuk Mia untuk memperdalam ciuman yang sedang mereka lakukan sekarang. Ke dua lidah itu tampak dengan lincah nya berperang di dalam sana dan ciuman yang tadi nya mereka lakukan dengan lembut, semakin lama semakin menuntut dan kalian pasti tahu apa yang akan terjadi selanjut nya. Yang pasti sore itu mereka lewati dengan berbagi peluh dan keringat di dalam kamar yang sudah di dekorasi sedemikian rupa untuk acara hobey moon mereka.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2