Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 19


__ADS_3

Yemi pulang ke apartement Kenzi pukul 19 . 00 karena tadi Yemi dan Mia mampir dulu di sebuah kafe setelah menyelesaikan kegiatan mereka di mall itu.


Saat berada di kafe tampak banyak mata para lelaki yang menatap Yemi dengan tatapan kagum dan memuja nya. Bahkan tak sedikit pria yang meminta berkenalan dengan Yemi saat itu, namun Yemi tidak menghiraukan mereka sama sekali karena yang ada di mata dan hati nya hanya ada Uncle Kenzi nya seorang.


Yemi membuka pintu apartemen dan langsung masuk ke dalam nya, tampak lampu sudah menyala pertanda uncle Ken nya sudah pulang dari kantor nya.


Yemi melangkahkan kaki nya menyimpan beberapa paper bag yang dia bawa pada sofa ruang tamu. Setelah itu dia berjalan ke dapur untuk mengambil minuman karena dia merasa haus dan kerongkongan nya serasa kering saat ini.


Sedangkan Kenzi yang baru saja selesai membersihkan diri nya tampak ke luar dari kamar nya. "Apa anak kecil itu sudah pulang ya?" Kenzi menatap pintu kamar Yemi yang tertutup rapat.


Kenzi berjalan ke arah ruang tamu dan berniat menunggu Yemi pulang di sana. Jujur saja Kenzi sangat menghawatirkan Yemi saat ini. Yemi memang sudah mengirimkam pesan pada nya untuk meminta izin pergi dengan Mia hari ini, tapi Kenzi tidak menyangka kalau mereka akan pergi sampai malam begini.


Saat sampai di ruang tamu, Kenzi tampak mengernyitkan kening nya melihat beberapa paper bag yang di letakan di sofa ruangan itu.


" Punya siapa ini" Kenzi melihat satu per satu isi paper bag yang ada di sana yang ternyata berisikan pakaian wanita. Untung Kenzi tidak melihat senjata perang milik Yemi wkwk 😅😅


Kenzi menyapukan mata nya melihat keseluruh apartemen untuk mencari seseorang yang sedari tadi dia tunggu dengan cemas. " Apa Yemi sudah pulang? Tapi di mana dia?" gumam Kenzi.


Mata Kenzi berhenti tepat pada sosok yang berada di dapur nya tengah berdiri memunggungi nya.

__ADS_1


Seseorang memakai dress berwarna putih dengan rambut panjang yang di gerai sedikit bergelombang.


" Siapa itu, apa itu hantu?" Kenzi brigidig ngeri melihat ke arah dapur nya yang masih agak gelap karena lampu nya belum di nyalakan.


Udara dingin tiba - tiba menerpa permukaan kulit Kenzi, bulu kuduk Kenzi pun sudah berdiri sedari tadi sejak dia melihat sosok misterius yang ada di hadapan nya.


Kenzi perlahan melangkahkan kaki nya mendekati dapur untuk melihat lebih dekat sosok yang ada di hadapan nya. Semakin lama semakin mendekat dan kini Kenzi melihat dengan jelas bahwa kaki dari sosok itu menapak di atas bumi ini. " Berarti dia bukan hantu" Kenzi bernafas lega. " Tapi dia siapa?" batin Kenzi seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal seraya mata nya menelisik sosok yang sedang memunggungi nya. " Dia sudah pasti bukan Yemi, mana pernah dia memakai pakaian seperti itu" Gumam Kenzi pelan seraya menggelengkan kepala nya.


" Siapa kau?" Akhir nya Kenzi memberanikan diri nya juga untuk menanyakan hal itu langsung dari pada dia mengira - ngira sendiri, fikir nya.


Tak lama sosok yang di anggap asing oleh Kenzi pun menolehkan kepala nya dengan wajah yang tersorot cahaya ponsel yang ada di tangan nya membuat wajah nya terlihat menyeramkan.


" Akhh... Hantuuuu" Kenzi berteriak sambil memejamkan mata nya dan menutup nya dengan ke dua tangan nya , membuat sosok itu yang tak lain adalah Yemi menyalakan lampu dapur dengan tergesa - gesa.


Ya tadi saat dia sedang minum, ada notifikasi pesan pada ponsel nya yang ternyata itu dari sahabat nya Mia, Mia menanyakan bagaimana reaksi Kenzi saat melihat nya. Tentu saja Yemi menjawab kalau dia sama sekali belum bertemu dengan Kenzi, dan setelah itu obrolan mereka terus berjalan sampai Kenzi mengagetkan nya.


Kenzi yang sedang menutup ke dua mata nya merasa aneh saat mendengar suara yang tak asing lagi di telinga nya. Perlahan Kenzi membuka mata nya dengan rasa takut yang masih menyelimuti nya, namun sepersekian detik kemudian rasa takut itu berubah menjadi tatapan terpesona melihat keindahan yang ada di hadapan nya. Wajah Yemi kini tepat dihadapan Kenzi dengan jarak yang lumayan dekat, bahkan Yemi tampak bertanya dengan panik sambil menggoyangkan tubuh Kenzi yang tak bergeming menatap penuh kagum pada apa yang ada di hadapan nya.


" Uncle Ken, mana hantu nya?" Yemi semakin panik dan terus menggoyangkan tubuh Kenzi yang masih tak berkedip menatap pada nya. Namun sepersekian detik kemudian Kenzi tersadar dari lamunan nya.

__ADS_1


" Hantu nya itu kamu, kamu ngapain sih gelap - gelapan di dapur sendirian. Kamu kapan pulang?" Kenzi bersikap ketus seperti biasa nya untuk menetralisir kegugupan nya. Jujur saja Kenzi sangat terpesona dengan penampilan Yemi saat ini. Yemi yang memakai make up natural dengan rambut yang tergerai indah. Serta dress berwarna putih selutut tanpa lengan membuat nya semakin cantik dan juga manis di mata Kenzi.


" Ish, uncle ini! Aku sudah berdandan cantik seperti ini, masa di katain hantu sih" Yemi mengerucutkan bibir nya.


" Habis kamu ngapain gelap - gelapan di dapur sendirian, sedang apa sih? Pake baju putih kayak gini lagi" Kenzi memegang gaun yang di kenakan oleh Yemi.


" Tadi itu aku ingin minum uncle, haus. Terus Mia chat aku dan kita keasyikan ngobrol di chat, sampai - sampai aku lupa kalau aku masih di dapur" Yemi nyengir kuda ke arah Kenzi.


" Memang kamu dari mana aja sih, jam segini baru pulang" Kenzi melengos begitu saja menghampiri sofa yang ada di ruang tamu untuk mendudukan diri nya, karena jujur saja kaki Kenzi masih sedikit lemas karena kejadian barusan.


" Kami ke mall, belanja dan ke salon terus kami ke kafe deh" Yemi tampak bercerita dengan wajah yang berbinar sambil mendekati Kenzi dan duduk di samping nya.


" Cih, seperti nya kamu bersenang - senang" Kenzi berdecih. Entah kenapa mengetahui Yemi yang bisa bersenang - senang tanpa nya membuat hati Kenzi sedikit kesal.


" Tentu saja! Oh ya uncle, bagaimana menurut uncle penampilanku saat ini?" Yemi berdiri di depan Kenzi dan tampak memutar tubuh nya untuk meminta pendapat dari Kenzi.


" Ekhem, lumayan" Kenzi terlihat gugup saat mengatakan nya. Jujur saja jantung Kenzi saat ini berdetak dengan sangat cepat saat melihat kecantikan yang di pancarkan Yemi saat ini.


" Ish, apa hanya itu? Apa uncle tidak mau bilang kalau aku cantik atau sangat cantik, begitu?" Yemi mendengus kesal.

__ADS_1


" Kamu cantik, tapi kamu tidak boleh berdandan seperti ini saat keluar rumah ingat itu. Karena penampilan mu ini sangat jelek dan seperti tante - tante" Kenzi berkata dengan nada mencibir. Jujur saja Kenzi sangat tidak rela bila ada orang lain apa lagi pria yang melihat Yemi seperti ini, karena sudah di pastikan mereka pasti akan terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh Yemi saat ini.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2