Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 11


__ADS_3

Sejenak mereka tampak diam dan saling menatap satu sama lain dengan pemikiran mereka masing - masing. Dengan jarak wajah mereka yang hampir tidak berjarak dan kedua tubuh yang saling menempel didalam balutan selimut yang membungkus tubuh mereka berdua. Mereka bisa sama - sama merasakan hembusan nafas mereka masing - masing yang menyapu wajah mereka satu sama lain dengan detak jantung yang sama - sama berdetak dengan sangat cepat setelah kejadian barusan. Dan mereka dapat merasakan itu satu sama lain.


" Oh God, ini my firs kiss dan itu aku lakukan dengan uncle Ken ku" batin Yemi dengan senyum yang tercetak pada wajah cantik nya.


" Oh God, apa itu tadi? Kenapa aku bisa berciuman dengan anak kecil ini" batin Kenzi dengan wajah yang terkejut. " Tapi tidak bisa aku pungkiri, bibir itu terasa manis di bibir ku" lanjut nya lagi masih dalam hati. " Aih apa yang aku fikirkan? Dia itu adalah anak kecil yang harus aku jaga dan bukan aku rusak" Batin Kenzi seraya menggeleng - gelengkan kepala nya.


" Cepat bangun dari atas tubuhku!" Ucap Kenzi dengan nada tinggi setelah dia sadar akan keadaan nya.


" Ish , apa uncle tidak bisa membiarkan ini sebentar saja?" Yemi malah tampak menikmati keadaan itu dan malah menjatuhkan kepalanya pada dada bidang Kenzi.


" Tidak bisa, apa kamu tidak sadar kalau tubuh mu itu sangat berat huh?" Kenzi mendengus kesal membuat Yemi mau tidak mau menuruti perkataan uncle nya itu.


" Ish, uncle jahat. Aku tidak seberat itu, berat badan ku termasuk berat badan ideal untuk seorang gadis seusiaku "Yemi mengerucutkan bibir nya tajam.


Dengan perasaan kesal Yemi pun menurut dan berusaha bangkit dari tubuh Kenzi yang sekarang ada di bawah nya dengan susah payah karena tubuh nya masih terbungkus oleh selimut yang tadi dia gunakan.


" Bodoh kau Yemi , kenapa kamu membungkus diri mu sendiri dengan selimut ini" Yemi menggerutu kesal seraya menggerak - gerakan tubuh nya yang masih di atas tubuh Kenzi.


Sedangkan Kenzi kini sedang bersusah payah untuk menahan gejolak yang ada pada tubuh nya, gejolak yang datang begitu saja sejak bibir nya dan bibir Yemi saling menempel tadi

__ADS_1


" Oh ****, kenapa aku merasa seperti ini dan kenapa bibir itu terasa sangat manis?" batin Kenzi dengan wajah yang sudah memerah karena menahan sesuatu gejolak yang sedang dia rasakan saat ini.


Yemi terus bergerak berusaha melepaskan diri nya dari dalam selimut dan tidak menyadari bahwa perbuatan nya saat ini membuat Kenzi semakin tersiksa dan membuat adik kecil nya yang berada di bawah sana terbangun dan meminta untuk di lepaskan.


" Oh God, apa yang sedang kau lakukan. Tidak bisakah kau diam dan langsung menjauh dari tubuh uncle" Kenzi tampak mengerang kesal dengan suara serak nya karena menahan sesuatu yang sudah bergejolak sedari tadi.


" Ish, aku juga sedang berusaha uncle. Ini susah sekali tau?" Yemi sangat kesal dengan uncle nya itu.


Tentu saja akan sulit untuk Yemi karena selimut milik Kenzi membungkus sempurna tubuh nya dan ujung yang satu nya lagi tampak tertimpa oleh tubuh Kenzi sehingga ke dua nya sulit bergerak saat ini apalagi kedua nya sama - sama memberontak membuat selimut itu semakin tidak bisa di lepaskan.


" Sudah hentikan! Kau diam dengan tenang, biar aku yang akan melepaskan kita dari situasi ini" Kenzi tampak frustasi dengan keadaan ini apalagi Yemi yang terus saja bergerak di atas tubuh nya membuat sang adik kecil semakin meronta untuk di lepaskan.


" Kenapa ini sangat susah" Kenzi menggerutu seraya tubuh nya berusaha melepaskan diri dari balutan selimut yang membungkus tubuh nya dan tubuh Yemi namun itu sangat sulit ia lakukan apalagi kini ke dua tangan nya terjebak di dalam selimut itu.


" Benarkan? Ini sangat susah, lebih baik kita tidur saja dalam posisi kita sekarang dan berdo'a semoga besok pagi kita sudah terbebas dari selimut bodoh ini" ucap Yemi enteng seraya menjatuhkan kepala nya pada dada bidang Kenzi.


" Apa maksud mu, uncle tidak mau" Kenzi mendengus kesal seraya tubuh nya ia gerakan agar Yemi tidak menjatuhkan kepala nya.


Tentu saja Kenzi sangat keberatan karena itu berarti Kenzi akan menderita semalaman karena menahan adik kecil nya yang sudah bangun sedari tadi.

__ADS_1


" Sudahlah uncle, diam dan tidur lah aku sudah lelah" Yemi bergumam pelan sebelum dia benar - benar masuk ke alam mimpi nya. Yemi memang tipe gadis yang gampang tertidur dalam situasi apa pun apa lagi bila dia sudah sangat kelelahan seperti sekarang ini.


Dan satu lagi yang ajaib dari Yemi, dia kalau sudah tertidur tidak mudah terusik oleh apa pun.


" Yemi, apa kamu benar - benar tertidur?" Tanya Kenzi saat mendengar suara dengkuran halus yang terdengar dari atas tubuh nya.


" Akh, bagaimana bisa dia tertidur secepat itu dengan keadaan seperti ini?" Gumam Kenzi seraya menggelengkan kepala nya menatap wajah Yemi yang berada tepat di damping wajah nya.


Sejenak Kenzi menatap wajah Yemi yang terlihat sangat manis saat mata nya tertutup " kenapa kamu begitu manis dan cantik? Apa uncle akan kuat menahan agar tidak jatuh cinta pada mu?" Gumam Kenzi seraya ingatan nya mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu saat Yemi menyatakan cinta nya pada Kenzi.


Jujur pada saat itu Kenzi merasa sangat kaget dan syok saat mendengar pengakuan dari anak sahabat nya yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri dan gadis itu sudah seperti anak nya sendiri karena dia mengenal Yemi sejak dia masih bayi.


Lalu kemudian Kenzi kembali di kejutkan dengan permohonan terakhir dari sahabat nya itu untuk menikahi putri nya itu untuk melindungi dan menjaga nya setelah dia pergi karena Yemi hidup sebatang kara di kota ini setelah sepeninggalan ayah dan ibu nya.


Kenzi memang menyayangi Yemi namun itu rasa sayang seperti ayah menyayangi anak nya atau seorang kakak yang menyayangi adik nya dan paman yang menyayangi keponakan nya, Kenzi cukup tahu diri siapa diri nya dan perbedaan umur diantara diri nya dan juga Yemi. Dia hanya ingin yang terbaik untuk Yemi dan itu jelas bukan diri nya karena usia mereka terlalu terpaut jauh.


" Seandai nya usia kita tidak terlalu jauh, mungkin ini tidak akan sesulit ini" gumam Kenzi menatap wajah cantik gadis yang kini tertidur pulas di atas tubuh nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2