
Pagi hari telah tiba, bahkan ini bisa di bilang hari sudah siang karena mata hari sudah mulai naik semakin tinggi dengan cahaya nya yang sudah semakin panas. Tapi semua itu tidak mengusik sepasang suami istri yang tampak masih setia dengan mata terpejam sambil saling berpelukan satu sama lain. Mungkin mereka kelelahan setelah melewati malam panas mereka yang mereka lakukan setelah dini hari. Entah jam berapa mereka bisa tertidur lagi.
Kenzi yang terusik dengan cahaya mata hari yang masuk ke dalam celah gorden yang ada di kamar vila mereka, mulai membuka perlahan mata nya. Di lihat nya jam yang berada di dinding kamar tersebut sudah pukul 10 pagi.
Di lihat nya wajah istri kecil nya yang masih setia tertidur dengan pulas dalam pelukan nya.
Cup
Satu kecupan mendarat di atas kening Yemi membuat si empu nya menggeliat namun masih memejamkan mata nya.
" Kamu pasti sangat lelah, terima kasih karena sudah mrncintai ku" Kenzi bergumam pelan.
Setelah puas memandang dan mendekap tubuh Yemi, Kenzi menggeser tubuh Yemi secara perlahan agar tidur Yemi tidak terusik sedikit pun. Padahal bila dia melakukan nya dengan agak kasar pun tidak mungkin Yemi terusik, orang kalau setiap malam dia mimi pada nya pun Yemi sama sekali tidak menyadari nya wkwkwk...
" Ngghh" Suara lenguhan terdengar dari bibir Yemi saat dia merasakan pergerakan dari uncle nya. " Eh, sudah siang? Kenapa uncle tidak membangunkan ku sih" Yemi mengerucutkan bibir nya seraya beranjak dari tempat nya dengan terburu - buru tanpa menyadari keadaan tubuh nya yang masih polos tanpa sehelai benang pun. Namun baru dia akan turun dari ranjang nya, Yemi merasakan sakit yang mendominasi rasa perih di bagian bawah nya membuat nya meringis kesakitan.
" Aiih, kenapa rasa nya sakit sekali? Padahal semalam aku menik mati nya" batin Yemi tampak berfikir dengan wajah yang memerah saat mengingat kegiatan panas yang di lakukan nya bersama dengan suami nya.
" Kenapa? Sakit?" Kenzi tersenyum nakal seraya menghampiri Yemi yang baru akan turun dari ranjang nya dengan kondisi tubuh tak berbeda dengan Yemi.
" Aaakh" Yemi berteriak kencang sambil menutup mata nya dengan ke dua telapak tangan nya tapi jari - jari nya dia renggangkan sehingga dia masih bisa melihat semua nya dengan jelas. " Uncle kenapa tidak memakai baju? Itu belut Albino nya nanti lepas lho uncle" Yemi masih dengan posisi nya seraya satu tangan nya menunjuk pada apa yang dia maksud
__ADS_1
" Alasan ku tidak memakai baju, ya sama seperti alasan mu" Kenzi berkata enteng seraya terkekeh geli melihat kelakuan istri kecil nya yang seperti nya belum sadar kalau diri nya juga tidak memakai sehelai benang pun.
" Ish, apa maksud uncle? Aku tidak_" Yemi tidak melanjutkan kata - kata nya saat menyadari keadaan diri nya yang tidak berbeda dari keadaan Kenzi saat ini. Yemi pun menurukan tangan yang menutup mata nya untuk menutup bagian tubuh nya yang masih terlihat jelas oleh Kenzi walau tangan Yemi menutup nya.
" Aaakh... Uncle jangan melihat ku!" Yemi kembali berteriak dengan wajah semakin merona karena malu.
" Berisik! Jangan berteriak lagi, tidak usah di tutupi juga aku sudah melihat semua nya. Bahkan aku sudah menik mati setiap inci nya" Kenzi tersenyum menyeringai seraya mendekati Yemi, dan tanpa aba - aba Kenzi mengangkat tubuh mungil Yemi untuk dia bawa ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri mereka.
" Aaakh" Yemi terpekik kaget saat tubuh nya tiba - tiba melayang di udara. " Turunkan aku uncle, aku malu" Yemi menggerakan kaki nya memberontak minta untuk di turunkan seraya menutup wajah nya dengan telapak tangan nya dengan wajah yang menggemaskan membuat Kenzi semakin gemas saja.
" Hentikan! Atau kamu akan membangunkan kembali belut Albino milik ku" Kenzi berkata dengan suara serak karena menahan gejolak yang mulai kembali muncul saat kulit nya bersentuhan kembali dengan kulit mulus Yemi.
" Aih, seperti nya sudah terbangun uncle" Yemi dapat merasakan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana menusuk - nusuk bagian belakang nya.
" Aduh bagaimana ini, bekas semalam saja masih sakit. Ini mau di tambahin lagi" batin Yemi meringis membayangkan apa yang akan terjadi selanjut nya di kamar mandi. Dan benar saja Kenzi kembali melancarkan aksi nya di kamar mandi dan kegiatan panas itu pun terjadi lagi entah untuk berapa lama. Bahkan Yemi melupakan apa yang membuat nya panik saat terbangun tadi, yaitu guru - guru dan teman - teman sekolah nya yang pasti akan mencari nya apa lagi posisi Yemi sebagai ketua di sana.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara pasangan suami istri itu sedang asyik dengan kegiatan panas mereka, berbeda dengan keadaan di penginapan saat pagi ini semua murid di kumpulkan di halaman penginapan bersiap untuk melakukan aktifitas di hari pertama study tour mereka.
" Dimana Yemi?" Devan yang pertama kali menyadari ke tidak hadiran murid kesayangan nya itu tampak bertanya pada semua murid yang ada di sana. Semua murid tampak saling tatap satu sama lain, karena di antara mereka tidak ada yang tahu keberadaan Yemi saat ini.
__ADS_1
" Mi, si Yemi kemana sih? Kok gak kelihatan?" Dika yang juga merasa heran tampak bertanya pada Mia.
Mia mengangkat bahu nya acuh " Si Yemi palingan lagi di kurung sama si uncle" batin Mia seraya mengulum senyum di bibir nya.
" Mia, dimana Yemi? Bukankah kalian satu kamar?" Devan mendekati Mia untuk menanyakan keberadaan Yemi saat ini.
" Em.. Itu.. Em ..Yemi.." Mia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal tak tahu harus menjawab apa pada guru BK yang ada di hadapan nya. " Aduh Yemi, lo yang bersenang - senang kenapa gue yang jadi pusing?" batin Mia mengumpat sahabat nya itu.
" Aam ...Eem.. Aam... Eem, jawab yang bener!" Dika merasa jengah dengan kelakuan sahabat nya yang satu ini.
" Ish, berisik lo" Mia memukul tangan Dika dengan cukup keras membuat Dika meringis kesakitan.
" Ayo Mia, jawab! Di mana Yemi?" Devan terlihat tidak sabar menunggu jawaban dari Mia.
" Aduh, gue harus ngomong apa ya? Masa iya gue harus bilang kalau si Yemi lagi in de hoy sama suami nya sih" batin Mia merasa serba salah.
Devan menatap Mia dengan tatapan menyelidik pada gadis yang terlihat kebingungan dengan jawaban yang akan di berikan pada guru yang sudah tidak sabar ingin mendengarkan jawaban dari gadis yang ada di hadapan nya itu.
" Kemarin Yemi di telfon oleh uncle nya pak, dan seperti nya ada urusan penting yang tidak bisa di tunda. Jadi uncle Yemi menjemput Yemi dan membawa nya pergi dari penginapan ini pak" Jawab Mia dengan ragu.
" Urusan penting? Urusan penting apa yang membuat uncle Yemi menjemput nya?" Devan tampak berfikir dan mulai mencemaskan murid kesayangan nya itu.
__ADS_1
" Mana saya tahu pak" Mia mengangkat bahu nya acuh. Sebenar nya ingin sekali Mia mengatakan hal yang sesungguh nya pada pria yang ada di hadapan nya saat ini agar dia tidak terlalu berharap pada sahabat nya itu. Namun itu juga tidak mungkin karena Mia harus menyembunyikan semua itu setidak nya sampai mereka lulus sekolah yang akan tiba kurang dari dua bulan lagi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏