Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 111


__ADS_3

Simi, Anaya dan Alfaro berjalan masuk ke dalam mansion yang saat ini sedang mereka datangi dengan di tuntun oleh pria yang tadi menyambut kedatangan mereka. Simi menatap takjub dengan mata yang berbinar melihat setiap sudut mansion yang kini dia datangi walau dalam hati nya dia masih merasa bingung dan tidak percaya diri.


Bingung karena masih tidak percaya kalau ini adalah rumah keluarga kekasih nya dan tak percaya diri kalau ini memang yang sesungguh nya. Simi merasa kalau diri nya tidak pantas bila di sandingkan dengan dengan Alfaro yang merupakan tuan muda dari mansion semegah ini.


" Apa keluarga nya akan bisa menerima ku?" Simi melihat penampilan nya sendiri dengan wajah yang terlihat tidak percaya diri sambil melangkahkan kaki nya dengan pelan di belakang Alfaro dan Anaya. Menyadari Simi yang memelankan langkah nya membuat Alfaro menolehkan kepala nya.


" Ayo!" Alfaro pun menggandeng tangan Simi dan menarik nya. " Tenang saja, semua akan baik - baik saja!" Alfaro tersenyum manis seraya mengusap lembut punggung tangan Simi yang terasa dingin, seperti nya Simi sangat gugup saat ini.


Simi pun dengan ragu menganggukan kepala nya seraya tersenyum canggung ke arah Alfaro, Simi tidak ingin membuat kekasih nya itu khawatir kepada nya. " Simi, ayo semangat!" batin Simi memberikan semangat untuk diri nya sendiri


Kaki mereka terus melangkah mengikuti pria berpakaian formal yang menyambut mereka tadi entah dia membawa mereka kemana, Simi juga tidak tahu yang pasti jarak ruangan itu dari pintu masuk utama lumayan jauh. Tak lama langkah pria itu berhenti di depan sebuah pintu berukuran sedang dengan cat berwarna putih, Alfaro dan yang lain nya pun ikut menghentikan langkah mereka. Pria itu tampak mengetuk pintu itu dengan hati - hati.


" Masuk!" Terdengar suara bariton seseorang dari dalam sana.


Ceklek


Pria itu membukakan pintu tersebut dengan perlahan.

__ADS_1


" Silahkan masuk tuan muda, nona muda, tuan dan nyonya besar sudah menunggu di dalam!" Pria itu membungkuk hormat dengan tangan nya yang masih memegang handle pintu. Alfaro dan Anaya pun menganggukan kepala nya dan langsung masuk ke dalam ruangan itu begitu pun Simi yang tangan nya di tarik oleh Alfaro. Pria tadi langsung menutup pintu nya dari luar dan menunggu di depan pintu itu.


Jantung Simi kini berdetak dengan sangat kencang seiring dia melangkahkan kaki nya menuju ruangan yang lumayan besar dengan dekorasi ala Eropa yang sangat kental. Di sana tampak sepasang paruh baya yang sedang duduk dengan gaya yang terlihat sangat berwibawa. Sepasang paruh baya itu tampak menatap kedatangan Alfaro dan yang lain nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Simi menundukan wajah nya di saat mereka sampai di depan sepasang paruh baya itu yang terlihat menatap nya dengan tatapan yang siapa pun bila melihat nya akan merasakan nyali nya menciut.


" Untuk apa kau pulang kemari ha? Apa kamu sudah merasa hebat?" Pria paruh baya yang seperti nya adalah ayah Alfaro tampak menatap tajam pada Alfaro membuat Simi merasa tidak enak.


" Aku ke sini hanya untuk meminta restu dari daddy dan mommy saja" jawab Alfaro dengan setenang mungkin.


" Cih, sudah ku bilang sejak dulu. Jodoh mu sudah kami tentukan! Dan kamu tahu kalau tidak boleh sembarang gadis yang menjadi istri dari penerus Aldiron Petra Company" daddy Alfaro yang bernama Archilles itu berkata dengan nada yang tak ingin di bantah.


" Kau!" Archilles tampak sudah mulai terbakar emosi saat ini.


" Apa yang kamu katakan Alfaro?" Sophia yang merupakan mommy dari Alfaro dan Anaya tampak menatap Alfaro dengan wajah yang terlihat panik.


" Aku berkata apa ada nya mom, sejak dulu aku selalu menuruti keinginan daddy termasuk untuk pergi ke Indonesia dengan hanya berbekalkan uang seada nya saja. Tapi kali ini tidak, aku tidak mau melepaskan Simi apa lagi hanya demi harta dan kekuasaan" Alfaro menggeleng pelan.

__ADS_1


" Daddy, mommy, aku mohon, biarkan kak alfaro menikah dengan Simi. Mereka saling mencintai" Anaya yang sejak tadi diam pun ikut berbicara.


" Diam kamu Anaya! Tidak ada yang menyuruh mu berbicara di sini!" Archilles menatap tajam pada putri nya itu, Anaya pun langsung menunduk dengan tangan yang terkepal kuat. Seperti itulah daddy mereka yang selalu bersikap tegas dan keras terhadap anak - anak nya. Anaya dan Alfaro sejak dulu tidak pernah bisa berani melawan daddy mereka itu, terkadang itu membuat Anaya membenci diri nya sendiri.


Shopia yang melihat itu menganggukan kepala nya pelan pada putri nya itu agar Anaya tidak lagi mengatakan sepatah kata pun.


" Kalian tahu apa yang daddy kalian lakukan pada kalian semata - mata hanya untuk melindungi kalian" Shopia masih meyakinkan anak - anak nya.


" Melindungi? Dari ku, apa aku terlihat sangat berbahaya? Wah aku sudah tidak bisa diam lagi" Batin Simi mendengus kesal. Simi sedari tadi hanya diam dan menyaksikan perdebatan antara keluarga itu tanpa menyela karena dia masih menghormati Alfaro dan tidak mau membuat Alfaro masuk ke dalam masalah yang lebih besar lagi karena ulah nya. Tapi kalau di bilang dia membahayakan anak - anak mereka, Simi sungguh sudah tidak bisa menerima nya.


" Apa maksud anda nyonya, kalian melakukan ini untuk melindungi om Alfa dan Anaya begitu? Sekarang katakan bagian mana dari diri ku yang terlihat membahayakan ?" Simi menatap Archilles dan Shopia secara bergantian. " Aku memang bukan dari keluarga konglomerat seperti kalian, dan aku juga tidak bisa bersikap anggun seperti putri kerajaan. Tapi aku bukanlah orang jahat yang bisa membahayakan orang - orang di sekitar ku" Simi tidak terima dengan apa yang di katakan mommy Alfaro tentang nya.


Archilles dan Shopia kini tampak menatap Simi dengan tatapan tak percaya nya karena baru kali ini ada orang apa lagi seorang gadis kecil yang berani berbicara seperti itu pada mereka. Sedangkan Alfaro dan Anaya tampak mengangkat sudut bibir mereka sambil menatap Simi dan ke dua orang tua nya secara bergantian.


" Kamu berani berbicara seperti itu pada ku? Apa kamu tidak tahu siapa kami?" Archilles menatap tajam pada Simi.


" Kenapa aku harus takut, tuan dan nyonya sama - sama makan nasi atau roti dan bukan memakan manusia. Kalau tuan dan nyonya memakan manusia baru aku akan takut pada kalian" jawab Simi dengan enteng nya membuat Archilles membulatkan bola mata nya seraya menggeleng - gelengkan kepala nya menghadapi gadis yang ada di hadapan nya ini, sedangkan Alfaro dan Anaya sudah terkekeh sejak mereka mendengarkan jawaban Simi tadi.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2