
" Jadi uncle Ken yang membuatku sakit seperti ini? Hiks hiks" Yemi mulai menangis dan terisak seraya memandang Kenzi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. " Uncle harus bertanggung jawab atas apa yang aku alami saat ini!" lanjut nya dengan tangis yang semakin kencang.
" Bertanggung jawab apa? Aku sudah menikahi mu sayang, aku harus tanggung jawab apa lagi coba?" Kenzi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan untuk istri nya yang sedang menangis.
" Iya juga ya" Yemi juga ikut merasa bingung dengan apa yang di ucapkan oleh nya seraya menghapus sisa air mata nya dan menghentikan isak tangis di bibir nya.
" Aish, pasangan ini bodoh atau aneh sih? Masa mereka tidak mengerti apa maksud ku itu" Dimas ikut menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal melihat interaksi pasangan suami istri yang lumayan aneh menurut nya. " Begini_" Dimas belum sempat melanjutkan ucapan nya karena Kenzi tiba - tiba menyela nya.
" Tunggu - tunggu, telat menstruasi, trus perut membesar selama beberapa bulan ke depan, apa istriku ?" Kenzi menatap Dimas dengan tatapan meminta penjelasan.
" Ish, akhir nya kau mengerti juga. Aku fikir kamu tidak akan mengerti" Dimas memutar bola mata nya malas.
" Apa itu benar?" Kenzi kembali memastikan dengan tatapan berbinar nya seraya mengguncangkan tubuh dokter yang ada di hadapan nya.
" Iya, aku fikir begitu" Dimas menjawab seraya menggaruk dagu nya dengan telunjuk nya.
" Terima kasih, syukurlah!" Kenzi bersorak kegirangan sambil memeluk Dimas.
" Ish , uncle ini kenapa sih? Istri nya sakit, tapi malah terlihat sangat bahagia seperti itu" Yemi memberengut kesal.
" Sayang, dengarkan aku baik - baik! Aku senang karena kamu bukan sakit biasa, tapi karena ada bayi kecil yang akan tumbuh dalam perut mu ini" Kenzi menjelaskan dengan lembut pada istri kecil nya itu seraya menyentuh dan mengusap perut Yemi yang masih rata dengan sangat lembut.
__ADS_1
" Apa, bayi?" Yemi tampak membulatkan kedua mata nya seraya menutup mulut nya yang ikut membola. " Ma maksud uncle aku hamil?" Yemi menatap Kenzi dengan tatapan tidak percaya, dan Kenzi pun menganggukan kepala nya dengan mantap.
" Ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang mama dan aku akan menjadi papa" Kenzi menganggukan kepala nya.
" Benarkah, oh god aku tidak percaya rasa nya! Ada bayi kecil dalam perut ku?" Yemi mengembangkan senyum nya dengan wajah yang berbinar seraya memegangi perut nya yang masih rata dengan air mata yang menetes dari ujung mata nya. Itu adalah air mata kebahagiaan yang keluar tanpa di minta oleh pemilik nya.
" Hey, kenapa kamu menangis hem?" Kenzi mengangkat dagu Yemi dan menghapus air mata yang sudah menetes itu.
" Aku terlalu bahagia uncle, ini air mata kebahagiaan" Yemi pun tersenyum senang seraya memasukan diri nya ke dalam dekapan suami nya. Kenzi pun dengan senang hati menerima nya dan mendekap Yemi dengan agak erat karena takut bayi yang ada dalam perut Yemi merasa sesak bila diri nya memeluk istri nya itu terlalu erat. Kenzi pun sesekali mengecup puncak kepala Yemi dengan sayang.
" Ekhem, apa aku tidak terlihat oleh kalian? Aku masih di sini dan aku bisa melihat apa yang kalian lakukan sekarang, jangan mentang - mentang aku seorang jomblo kalian berbuat semau nya" Dimas mendengus kesal.
" Ish, uncle lepaskan aku! Kasihan kan pak Dokter ini" Yemi tampak membela Dimas dan mendorong pelan tubuh Kenzi untuk mengurai pelukan nya.
" Terima kasih nona, kamu memang mengerti aku, tidak seperti seseorang yang lebih dulu mengenalku" Dimas melirik Kenzi dengan ujung mata nya sedangkan Kenzi mendengus kesal.
" Tentu saja, aku kasihan pada pak dokter kalau lebih lama melihat kami bermesraan, takut nya pak dokter menginginkan nya dan pak dokter mau tidak tahu harus melakukan nya dengan siapa karena pak dokter kan seorang jomblo" Yemi berkata dengan polos nya sedangkan Dimas kini tampak berwajah kesal.
" Mereka memang sangat cocok, sama - sama menyebalkan dan tidak peka" batin Dimas menatap Yemi dengan wajah kesal nya sedangkan Kenzi kini sedang mengulum senyum nya karena merasa lucu saat melihat wajah Dimas yang berubah kesal.
" Baiklah, aku permisi dulu! Oh ya, kalau kalian ingin lebih memastikan nya sebaik nya kalian datang ke rumah sakit terdekat dan kalian periksakan pada dokter obgyn yang ada di sana" setelah mengatakan hal itu Dimas pun berlalu meningalkan pasangan suami istri yang ajaib itu dengan perasaan yang sulit untuk di artikan.
__ADS_1
" Terima kasih dokter Dimas" Yemi pun berteriak sebelum Dimas benar - benar menghilang di balik dinding.
" Aku antar dia dulu ya sayang!" Kenzi pun beranjak meninggalkan Yemi untuk mengantarkan Dimas sampai di pintu depan.
Hari itu seharian Yemi beristirahat di dalam kamar nya dan sore hari nya mereka pergi ke rumah sakit dekat apartemen mereka untuk memeriksakan kondisi Yemi pada dokter obgyn yang ada di sana untuk memastikan kandungan Yemi di sana.
Setelah melakukan pemeriksaan ternyata benar Yemi sedang mengandung bayi mereka dan usia kandungan nya baru menginjak tiga minggu dan tri semester awal kehamilan adalah masa paling berat bagi sebagian wanita hamil karena di awal kehamilan, sebagian ibu hamil akan mengalami ngidam yang berbeda beda. Dari mual muntah seperti yang di alami oleh Yemi atau ada juga yang cuma mual ringan tanpa memuntahkan apa pun dari dalam perut nya, bahkan ada juga yang tidak merasakan gejala apa pun selama awal kehamilan nya.
" Apa kamu menginginkan sesuatu sayang?" Kenzi melirik Yemi sekilas dan kembali fokus pada jalanan di depan nya. Ya, saat ini mereka sedang di dalam mobil yang di kendarai oleh Kenzi. Mereka baru saja pulang dari rumah sakit.
" Aku, eeem" Yemi tampak berfikir.
" Seperti nya aku sedang ingin makan es krim uncle, apa boleh?" Yemi terlihat ragu saat mengatakan nya.
" Tentu saja boleh sayang, apa pun yang kamu inginkan uncle akan berusaha untuk memenuhi nya apalagi sekarang dalam perut mu ada Kenzi junior" Kenzi mengacak rambut Yemi dengan lembut.
" Benarkah? Kalau begitu, ayo kita makan es krim!" Yemi tersenyum senang.
Kenzi pun tersenyum melihat istri kecil nya yang terlihat bahagia saat ini. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Kenzi, karena hari ini dia mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan dalam hidup nya. Kehadiran Kenzi junior yang tumbuh di dalam perut Yemi memberi arti yang sangat besar dalam kehidupan rumah tangga mereka berdua yang baru saja mereka jalani, Kenzi berharap dengan kehadiran Kenzi junior nanti akan membuat cinta di antara Yemi dan juga diri nya akan semakin kuat.
Jangan lupa Like , Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1