
Yemi masih berdiri mematung melihat pemandangan menyakitkan yang ada di hadapan nya dengan air mata yang sudah tampak jatuh di pipi mulus nya. Kenzi saat ini sedang berpelukan dengan seorang wanita cantik.
" Yemi, apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu bolos lagi" Kenzi yang tidak menyadari keadaan sekarang malah memberikan pertanyaan yang menurut Yemi tidak penting setelah dia melepaskan pelukan nya dari wanita yang ada di dalam ruangan nya itu.
Yemi terburu - buru menghapus air mata yang sempat menetes di pipi nya sebelum Kenzi dan wanita itu melihat nya. Yemi tidak mau terlihat lemah, Yemi ya Yemi harus terlihat cuek dan ceria bagaimana pun sulit nya keadaan yang harus Yemi hadapi.
" Kenzi, siapa dia?" Wanita yang tadi berpelukan dengan Kenzi tampak menautkan ke dua alis nya melihat Yemi.
" Oh, dia Yemi. Gadis yang aku ceritakan itu" Kenzi terlihat akrab dengan wanita yang tadi di peluk nya.
" Oh, jadi dia gadis itu?" Wanita itu tampak menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Cantik dan manis, pantas saja kau menyukai nya" Wanita itu tampak berbisik pada Kenzi membuat Yemi semakin kesal. Kini tangan Yemi sudah terkepal erat dengan wajah yang memerah menahan kekesalan nya.
" Siapa sih dia? Kenapa dia berpelukan dengan uncle dan kenapa dia sangat akrab dengan uncle?" batin Yemi memberengut kesal membuat wanita yang kini ada di samping Kenzi mengulum senyum nya melihat Yemi yang terlihat lucu di mata nya.
" Yemi perkenalkan ini Celin" ucap Kenzi memperkenalkan wanita yang ada di samping nya.
" Celin, apa dia wanita yang di sebut uncle saat itu. Pantas saja uncle selalu mengingat nya, dia begitu cantik" batin Yemi menatap Celin dengan tatapan tidak suka.
" Kenapa kamu diam saja? Kemarilah!" Kenzi berkata datar seraya menggerakan tangan nya memanggil Yemi agar mendekat.
__ADS_1
" Tidak usah, aku hanya ingin memberikan ini" Yemi mengambil kantong makanan yang tadi terjatuh dari tangan nya. " Ini! Aku pergi dulu, maaf mengganggu kalian" Yemi berlalu dari hadapan Kenzi dan Celin setelah mengerahkan kantong makanan yang dia bawa dengan perasaan sesak yang ada dalam hati nya.
" Nona Yemi" Alfaro yang melihat Yemi keluar lagi dari ruangan Kenzi merasa khawatir dan ingin berbicara pada Yemi, namun Yemi pergi begitu saja tanpa menghiraukan Alfaro yang memanggil nya berkali - kali.
" Pasti nona Yemi salah faham pada nona Celin" Alfaro menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal seraya mata nya menatap pada Yemi yang sudah menghilang di balik pintu lift. Alfaro merasa bingung dengan hubungan bos nya itu, karena kurang keterbukaan membuat mereka selalu salah faham.
Sementara di dalam ruangan Kenzi.
" Kenapa dia? " Kenzi menautkan kedu alis nya menatap punggung Yemi yang menghilang di balik tembok.
" Seperti nya dia cemburu pada ku" Celin terkekeh saat mengatakan nya. " Dia sangat lucu, pantas saja kamu begitu tergila - gila pada nya" Kekehan Celin berubah menjadi suara tawa yang terdengar renyah.
Ya, Celin adalah sahabat Kenzi sejak kuliah. Kenzi dan Celin sangat akrab dan saling terbuka akan kehidupan satu sama lain tentang semua hal. Celin selalu menceritakan apa pun pada Kenzi masalah keluarga ataupun masalah asmara, Ya Celin sudah mempunyai kekasih dan mereka akan bertunangan dalam beberapa hari ini. Celin baru pulang dari luar negri dan ingin memberikan undangn langsung untuk Kenzi. Walaupun Celin berada di luar negri tapi mereka selalu berkomunikasi melalui telfon dan internet, Kenzi juga selalu menceritakan tentang Yemi dan diri nya. Makan nya Celin sudah tahu tentang Yemi saat bertemu dengan nya.
Saat ini ke dua nya sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Kenzi dengan posisi saling berhadapan.
" Ish, aku tampan, kaya, kurang apa lagi coba?" Kenzi berkata ponggah seraya melipat kedua tangan nya di dada nya.
" Untuk apa tampan, tapi cuek dan kayak manusia es" cibir Celin " Lo gak mau kejar dia gitu?" Celin menatap Kenzi dengan heran melihat sahabat nya itu cuek di saat gadis yang dia cintai pergi begitu saja karena salah faham
" Untuk apa? Nanti juga ketemu di apartemen" Kenzi menjawab dengan santai. " Asal kamu tahu ya, Yemi itu sama cuek nya dengan ku. Dia juga ceria dan sangat kuat, dia tidak mudah terpuruk dalam suatu keadaan yang membuat nya bersedih apa lagi hanya masalah seperti ini."
__ADS_1
" Ish, itu beda Zi. Kamu tahu, terkadang wanita bisa lelah dan menyerah jika orang yang kita cintai tidak juga menunjukan perasaan nya pada kita apa lagi kalau pria itu sudah memiliki wanita idaman nya sendiri. Apa kamu tidak takut kalau dia menyerah dan berpaling dari mu?" Celin tampak mengulum senyum nya saat melihat riak wajah Kenzi yang mulai berubah.
" Tapi kau kan bukan kekasihku" Kenzi berkilah
" Tapi kan dia tidak tahu" jawab Celin telak. " Apa kamu tidak lihat bagaimana wajah nya tadi?" Celin merasa senang bisa membuat seorang Kenzi yang terkenal dingin dan sangat cuek menjadi panik karena hanya seorang gadis kecil.
" Celin benar, apa lagi sekarang ada Devan si guru BK itu yang selalu mencari perhatian pada Yemi" batin Kenzi membenarkan perkataan Celin.
" Ya sudah, kamu fikirkan baik - baik ucapan ku! Jangan sampai kamu menyesal nanti nya!" Celin memberikan nasihat nya. " Baiklah aku pergi dulu, ini undangan untuk mu. Jangan sampai kamu tidak datang, dan ajak gadis kecil itu!" Celin berdiri dari duduk nya dan berlalu pergi dari ruangan Kenzi.
Jujur saja Celin lumayan terkejut saat mengetahui Kenzi yang jatuh cinta pada seorang gadis kecil. Tapi dia juga sangat senang karena akhir nya sahabat baik nya Kenzi dapat membuka hati nya juga terhadap seorang gadis mengingat sikap sahabat nya itu yang terlalu dingin dan cuek.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara Yemi yang sudah berada di dalam mobil nya tampak menjatuhkan kepala nya pada stir mobil yang ada di hadapan nya.
" Apa ini saat nya aku menyerah?" Gumam Yemi dengan air mata yang menetes pada pipi nya.
" Ish, apa yang kau fikirkan sih?" Yemi memukul kepala nya pelan setelah itu dia mengusap air mata nya dengan kasar.
" Semangat Yemi, kamu tidak boleh menyerah!" Yemi mengepalkan tangan nya ke atas memberi semangat pada diri nya sendiri. " Lebih baik aku bersiap untuk study tour besok lusa dan nanti akan aku fikirkan lagi bagaimana cara nya merebut uncle Ken dari wanita cantik itu" gumam Yemi seraya menghidupkan mesin mobil nya. " Ish, bahkan aku saja memuji wanita itu. Bagaimana dengan uncle" Yemi kembali terlihat lesu sambil kaki nya menginjak pedal gas mobil nya dan mulai melaju membelah jalanan ibu kota.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏