Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 53


__ADS_3

Pagi hari nya Devan tampak terbangun dan mengerjapkan mata nya berkali - kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada dalam ruangan itu. Devan tampak memegang kepala nya yang terasa pusing seraya mengubah posisi nya menjadi duduk.


Devan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling namun dia tak mengenali satu barang pun yang ada di sana. Semua tampak asing bagi Devan.


" Dimana aku sekarang?" Devan terlihat mengingat - ingat apa yang terjadi semalam namun tetap saja dia tidak mengingat nya. Disana Devan melihat ruangan kecil dengan tempat tidur kecil yang sedang dia tiduri, bahkan tempat tidur itu hanya sebuah kasur busa beralaskan tikar saja. Tak jauh dari sana ada sebuah sofa tunggal yang agak panjang dan meja kecil di samping nya serta sebuah televisi berukuran sedang di letakan tak jauh dari sana. Di sana juga terdapat beberapa barang yang seperti nya milik perempuan.


Ceklek


Pintu terbuka dari luar ternyata Mia yang datang membawa kantong plastik yang seperti nya berisi makanan.


" Bapak sudah bangun?" Mia mendudukan diri nya di atas karpet dekat tempat tidur yang di pakai Devan.


" Apa aku di rumah mu?" tanya Devan setelah menganggukan kepala nya.


" Bukan, saya di sini ngontrak pak" jawab Mia cuek. " Ayo sarapan, bapak pasti lapar!" Mia mengeluarkan makanan yang tadi dia beli dari dalam kantong plastik yang tadi dia bawa. Ternyata itu dua cup bubur ayam yang Mia beli di abang penjual yang mangkal dekat rumah nya.


Semalam Devan mabuk berat dan tidak sadarkan diri, Mia yang sama sekali tidak mengetahui di mana rumah guru BK nya itu pun memutuskan untuk membawa nya ke kontrakan nya saja yang letak nya tidak jauh dari bar milik paman nya itu.


" Ini untuk ku?" Devan menunjuk makanan yang ada di hadapan nya.


" Bukan, buat hantu! Ya iya lah pak ini buat bapak" Mia memutar bola mata nya malas seraya mulai menyendokan makanan ke dalam mulut nya. " Maaf hanya ini yang bisa saya beli" tambah Mia lagi.


" Ini sudah cukup, terima kasih" Devan tersenyum dan langsung memakan makanan nya dengan rakus, jujur saja Devan saat ini sangat lapar karena dari kemarin sore Devan tidak makan apa - apa, hanya minuman keras semalam yang sudah masuk ke dalam perut nya.


" Ck ck ck.. Seperti nya anda sangat lapar?" Mia berdecak melihat guru BK nya itu memakan bubur ayam yang dia beli dengan lahap nya.


" Ya, kamu benar! Aku sangat lapar" Ucap Devan dengan mulut penuh dengan makanan.

__ADS_1


" Ish, telen dulu pak! Baru ngomong!" Mia tak habis fikir dengan kelakuan guru nya itu yang selalu terlihat dingin dan berwibawa ternyata kadang bersikap seperti anak kecil.


Devan tak mengatakan apa - apa lagi karena sibuk dengan makanan nya. Begitu pun Mia, mereka tampak menikmati makanan mereka dengan tenang.


" Sekarang katakan, apa yang kamu lakukan di tempat itu! Bukankah seorang siswi seperti mu harus nya tidak berada di tempat seperti itu?" Devan menatap Mia dengan tatapan menyelidik setelah kedua nya menghabiskan makanan mereka.


" Ish, aku di sana bekerja pak" jawab Mia enteng.


" Bekerja? Tapi apa harus di tempat seperti itu? Maksud ku apa tidak ada tempat lain selain tempat itu untuk bekerja?" Devan mengerutkan kening nya. " Sekarang dimana orang tuamu? Biar aku bicara pada mereka" Devan bertanya tanpa memberi kesempatan untuk Mia berbicara.


" Ish, bapak ini bertanya atau mengintrogasi ku ha? Aku jadi berasa seperti penjahat yang sedang di sidang" Mia mendengus kesal pada pria yang ada di hadapan nya.


" Dua - dua nya" Devan mengacungkan ke dua jari nya. " Cepat katakan!" Devan berkata dengan nada tak ingin di bantah.


" Ish, baiklah! Akan aku ceritakan, bapak dengarkan aku baik - baik!"


" Gadis ini begitu kuat dan tegar, ternyata di balik keceriaan dan kebadungan yang dia tunjukan di sekolah tersembunyi banyak luka di dalam nya." Batin Devan menatap Mia dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


" Itu berarti selama beberapa tahun ini kamu tinggal sendiri, begitu?"


" Ya, aku sudah terbiasa" Mia tersenyum manis untuk menutupi kesedihan dalam hati nya setelah dia menceritakan kisah hidup nya yang bisa di bilang sangat menyedih kan.


" Ish, bagaimana bisa aku kalah dengan gadis seperti dia, dia melewati masalah yang sangat berat dalam hidup nya dan masih baik - baik saja. Sedangkan aku baru di tinggal menikah saja sudah seperti orang tidak waras" tambah Devan lagi dalam hati nya.


" Kamu kuat, aku jadi kagum pada mu" Devan tersenyum manis yang terlihat aneh di mata Mia saat ini apa lagi tatapan Devan saat ini yang terasa semakin aneh saja.


" Ish, jangan memuji ku seperti itu pak! Dan jangan tersenyum begitu." Mia memalingkan wajah nya. " Oh ya, dan berhenti menatap ku seperti itu. Nanti kalau bapak jatuh cinta pada ku bagaimana?" Mia berkata dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


" Cih, siapa juga yang akan jatuh cinta pada mu, patah hati yang di akibatkan oleh sahabat mu itu saja masih belum hilang. Aku tidak mungkin begitu mudah nya untuk jatuh cinta lagi, apa lagi pada gadis yang suka terlambat dan tertidur di kelas seperti mu" Devan mendengus kesal.


" Syukurlah kalau seperti itu, karena maaf saja ya, saya tidak suka pria tua seperti Yemi" Mia berkata dengan nada mencibir.


" Apa kamu bilang? Aku bukan pria tua, ingat itu!" Devan menatap tajam gadis yang ada di hadapan nya.


" Cih, sudah tua tidak mau di bilang tua" cibir Mia seraya membalas tatapan tajam dari guru nya itu.


Ke dua nya kini sedang saling tatap dengan tatapan yang sama - sama tajam tanpa ada yang mau mengalah.


Dug dug dug dug


Suara jantung mereka berdua terasa lebih cepat dari biasa nya yang mereka rasakan.


" Kenapa jantung ku berdetak sangat kencang saat melihat mata nya ya" batin Devan dengan perasaan aneh nya.


" Aih jantung, kenapa kamu berdetak sangat cepat sekarang?" Batin Mia juga merasa aneh akan apa yang di rasakan nya


" Suami Yemi mungkin tua, tapi aku masih beberapa tahun lebih muda dari nya. Asal kau tahu itu" Devan terlebih dulu memutus kontak mata mereka dan memalingkan wajah nya untuk menetralisir perasaan aneh yang ada pada diri nya.


" Tetap saja bagiku anda pria tua, karena umur anda hampir dua kali lipat umur ku" Mia pun ikut memalingkan wajah nya. " Oh iya, lebih baik anda segera pulang. Mungkin keluarga anda mencari anda karena tak pulang semalaman" ucap Mia tanpa menoleh.


" Ya kau benar, lebih baik aku pulang!" Devan pun dengan terburu - buru mengambil jas nya yang di letakan di dekat nya dan langsung pergi dari kontrakan Mia.


Sebenar nya Devan tidak perlu khawatir dengan keluarga nya karena dia tinggal sendiri di sebuah apartemen di kota itu sedangkan orang tua nya tinggal di luar negri. Tapi lebih lama tinggal di dekat gadis itu, Devan takut jantung nya akan bekerja semakin tidak normal dan itu tidak baik untuk kesehatan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2