
Di tempat pesta Celin, acara tampak berjalan dengan lancar dan berlangsung dengan meriah, Kenzi dan Yemi terlihat sudah pamit pada pasangan yang sedang berbahagia itu karena malam sudah sangat larut dan Yemi terlihat sudah sangat mengantuk. Terbukti sekarang Yemi tampak menguap beberapa kali dan teetidur saat dalam perjalanan pulang ke apartemen mereka.
Kenzi yang tidak tega membangunkan istri kecil nya itu terlelap pun memutuskan untuk menggendong istri kecil nya itu dari mobil sampai ke dalam kamar mereka. Perlahan Kenzi meletakan Yemi di atas tempat tidur mereka dengan sangat hati - hati, seperti nya dia sangat kelelahan. Tidak kelelahan saja Yemi tidur seperti orang pingsan apalagi kalau lelah? Kenzi melepaskan sepatu yang di pakai oleh Yemi dan menggantikan pakaian pesta Yemi dengan baju tidur yang sangat tipis dan menerawang.
" Kenapa aku tidak pernah melihat Yemi memakai ini?" Kenzi menatap tubuh Yemi yang sudah terbungkus kain tipis berwarna hitam yang dia tenukan dalam lemari milik istri kecil nya itu. " Aih kalau begini , aku tidak bisa menahan hasrat ku lagi" Kenzi mengusap wajah nya kasar dan langsung menyelimuti tubuh Yemi dengan selimut mereka dan langsung melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya sekaligus menidurkan kembali belut albino nya yang sempat terbangun saat dia menggantikan pakaian Yemi yang tertidur pulas.
" Aih, salah aku juga kenapa memilih pakaian tidur yang seperti itu" Kenzi merutuki kebodohan nya sendiri yang malah memilih pakaian itu untuk dia kenakan pada tubuh indah istri nya itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat lain, tepat nya di sebuah bar yang lumayan besar di ibu kota terlihat hingar bingar dan suara dentuman lagu yang membengkakan telinga. Ada berbagai orang yang ada di sana, ada yang terlihat sedang menggoda wanita, ada yang sedang menari di lantai dansa dengan bebas nya, dan ada juga yang sedang mabuk sampai tidak sadar kan diri.
Di sebuah meja bartender di kursi paling ujung tampak seorang pria tampan berpakaian rapi tampak sedang meminum minuman nya sambil meracau tidak jelas.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah menikah? Aku pasti tidak akan mencintai mu sedalam ini" pria itu tampak memukul dada nya sendiri untuk menetralisir rasa sesak yang ada pada dada nya. " Satu gelas lagi!" pinta pria itu pada bartender pria yang ada di sana.
__ADS_1
Bartender itu pun memberikan satu botol minuman pada pria itu yang tak lain adalah Devan. Bartender itu tampak menggelengkan kepala nya melihat Devan yang sudah sangat mabuk dengan empat botol bekas minuman berjejer di hadapan nya. Ini adalah botol yang ke lima yang akan di minum oleh Devan saat ini.
" Sudah pak hentikan, anda sudah sangat mabuk!" Seorang wanita terlihat menghampiri Devan dengan memakai rok mini dan atasan kaos pendek yang tampak pas pada tubuh nya mengambil botol minuman yang akan di minum oleh Devan.
" Jangan menghentikan ku, aku sedang patah hati" Devan merebut kembali botol minuman yang tadi di rebut oleh wanita itu namun wanita itu tetap mempertahankan nya. " Kamu, sedang apa di tempat seperti ini?" Devan mengerutkan kening nya melihat sosok wanita yang tak asing di mata nya.
" Yang ku lakukan , yang pasti aku disini bukan untuk mabuk karena patah hati seperti bapak" Wanita itu berkata dengan nada mengejek. "Seperti nya bapak sudah mengetahui kebenaran tentang Yemi, sehingga bapak patah hati seperti ini" wanita itu berbicara dengan enteng nya.
" Kau juga tahu? Ah aku lupa, kau itu kan sahabat nya" Ya wanita yang menghampiri Devan adalah Mia, sahabat dari wanita yang sudah membuat Devan patah hati.
Paman nya adalah adik kandung dari mama nya yang untung saja menyayangi Mia begitu pun bibi nya istri dari paman nya itu. Biaya sekolah Mia mereka lah yang tanggung bahkan segala keperluan Mia. Paman dan bibi nya sudah menganggap Mia seperti anak mereka sendiri karena mereka belum di karuniai seorang anak pun setelah 5 tahun pernikahan mereka.
Sebenar nya paman dan bibi Mia melarang Mia untuk membantu di bar karena mereka tahu bagaiman bahaya nya dunia malam, tapi Mia juga tidak mungkin hanya ongkang - ongkang kaki saja setelah apa yang sudah di berikan oleh paman dan bibi nya itu. Mia cukup tahu diri akan hal itu, dan Mia juga sudah berlatih sedikit bela diri untuk bisa melindungi nya dari orang - orang yang berniat jahat pada nya.
" Sahabat mu itu jahat sekali, dia mempermainkan perasaan ku" racau Devan dengan gaya khas orang mabuk.
__ADS_1
" Bukan Yemi yang jahat, bapak saja yang salah melabuhkan hati bapak" Mia memutar bola mata nya malas seraya mendudukan diri nya di kursi kosong yang ada di samping Devan. " Uncle Kenzi dan Yemi tidak mungkin mengumumkan pernikahan mereka karena status Yemi yang masih pelajar. Lagi pula uncle Ken menikahi Yemi untuk melindungi Yemi yang sudah kehilangan keluarga nya." Mia teringat kembali masa - masa menyedihkan yang sempat membuat Yemi yang biasa nya kuat dan ceria menjadi hancur.
" Melindungi? Apa itu berarti tuan Kenzi tidak mencintai yemi, itu berati aku punya kesempatan untuk merebut Yemi dari tangan nya" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
Kalau saja pria yang ada di hadapan nya ini bukan guru nya, sudah di pastikan satu jitakan akan melayang pada kepala Devan dari Mia karena ucapan nya itu.
" Ish, mau sekeras apa pun bapak berusaha itu tidak akan berhasil karena apa? Karena Yemi sudah cinta mati pada uncle Kenzi sejak dia baru memasuki SMP." Mia mendengus kesal pada pria yang ada di hadapan nya yang dengan tidak tahu diri nya berkata akan merebut Yemi dari Kenzi.
" Berarti sudah tidak ada lagi kesempatan untuk ku?" ucap Devan dengan tubuh yang lemas seraya menjatuhkan kepala nya pada meja yang ada di hadapan nya.
" Itu bapak tahu" Mia mengangguk - anggukan kepala nya.
" Aaaahk, kenapa begini?" Devan tiba - tiba berteriak seraya merengek sambil menghentak - hentakam kaki nya seperti anal kecil membuat Mia mengulum senyum nya sambil merekam Devan yang sedang bersikap seperti itu dengan menggunakan ponsel nya.
" Ini akan menjadi senjata ku" Mia tersenyum menyeringai menatap hasil rekaman nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏