Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 14


__ADS_3

Setelah beberapa hari terlewati dengan berbagai drama yang dilakukan Yemi mengenai persiapan pernikahan nya dengan Kenzi. Yang membuat Kenzi lumayan pusing dan kewalahan.


Dimulai dari pemilihan cincin pernikahan, kebaya pengantin yang akan di gunakan Yemi saat akad dan MUA yang diinginkan Yemi untuk merias diri nya nanti, bahkan Yemi juga ingin mengadakan acara pernikahan nya di apartemen Kenzi dan Yemi juga ingin ada riasan di ruang tamu apartemen Kenzi itu. Jadi akad yang tadi nya akan dilaksanakan di KUA, pada akhir nya akan dilaksanakan di apartemen milik Kenzi yang akan di hadiri oleh pak penghulu, pak Dadang satpam yang bekerja di apartemen Kenzi dan Alfaro asisten pribadi Kenzi yang akan menjadi saksi pernikahan nya dengan Yemi. Juga Mia selaku sahabat Yemi yang juga akan hadir pada acara pernikahan ini.


Kenzi dan Yemi juga akan meminta bantuan bi Inah dan bi Ipah untuk memasak dan menyiapkan segala keperluan acara akad itu.


Awal nya Kenzi menolak semua nya karena menurut nya itu semua tidak di perlukan karena perniikahan mereka dilaksanakan juga bukan karena cinta, pernikahan ini bagi Kenzi hanya sebuah kedok saja agar Yemi bisa tinggal bersama nya dan bisa menjaga Yemi dalam pengawasan nya sesuai wasiat dari mendiang ayah nya Yemi yang bahkan Yemi sendiri pun tidak mengetahui nya.


" Lo terlihat sangat cantik sekali" Mia berkata pada Yemi setelah dia selesai di rias oleh MUA yang di sewa oleh Kenzi untuk acara ini.


Yemi saat ini mengenakan kebaya berwarna putih tulang dengan kain rok berwarna gold tampak begitu pas di tubuh Yemi yang ramping.


" Benarkah ?"Yemi berkata dengan wajah yang berbinar.


" Tentu saja, tanyakan pada mbak nya. Iya kan mbak?" Mia tampak bertanya pada mbak yang tadi merias Yemi.


" Ya, tentu saja. Saya baru pertama kali ini melihat pengantin yang sangat cantik natural seperti adek ini" MUA itu tampak tersenyum ramah .


" Aih, aku jadi malu" Yemi memegang ke dua pipi nya yang sudah bersemu merah karena malu.


" Aish, lo gak pantes tersipu malu - malu kayak gitu" cibir Mia membuat Yemi memberengut kesal.


" Maksud lo?" Yemi mengangkat sebelah alis nya.

__ADS_1


" Ya, lo kan biasa nya malu - maluin " Mia berkata seraya terkekeh membuat MUA yang sedang membereskan barang - barang nya pun ikut teekekeh.


" Ish, dasar temen lucnut lo" Yemi memutar bola mata nya malas.


" Tapi jujur deh, uncle Ken lo itu pasti gak bakalan ngedip lihat lo yang cantik banget kayak gini" Mia menatap pantulan diri nya dan Yemi pada cermin besar yang ada di depan nya.


" Yang bener lo? Aih... Semoga aja kayak gitu" wajah Yemi tampak berbinar.


Tok


Tok


Tok


" Wah, non Yemi cantik sekali" bi Inah menghampiri Yemi dengan penuh kekaguman.


" Ya, bibi sampai pangling" bi Ipah ikut menimpali.


" Ah, bibi bisa saja" Yemi lagi - lagi tersipu malu mendengarkan pujian dari ke dua orang yang sudah dia anggap sebagai keluarga nya sendiri.


" Oh ya, non Yemi sudah siap, pak penghulu nya udah nunggu di luar non?" Bi Inah mengatakan tujuan nya datang ke kamar Yemi.


" Oh, sudah nunggu ya? Aku siap bi, ayok kita keluar!" Yemi pun tampak bersemangat ke luar dari kamar nya. Tidak ada pengantin wanita yang gugup dan salah tingkah seperti pengantin wanita pada umum nya di tunjukan oleh Yemi sekarang ini. Yemi ya Yemi, selalu bersemangat dan cuek dalam melakukan segala apa pun termasuk pernikahan yang sebentar lagi akan di laksanakan oleh nya.

__ADS_1


Yemi keluar dengan di dampingi oleh Mia, bi Ipah dan juga bi Inah. Yemi tampak agak kesulitan saat berjalan memakai heels dan juga setelan kebaya nya. Karena biasa nya Yemi selalu menggunakan celana jeans atau rok pendek bila ke mana pun dan sekarang dia di balut dengan kebaya dan bawahan rok kain yang pas pada tubuh nya membuat ruang gerak nya terbatasi apa lagi dengan heels yang di gunakan cukup tinggi, jadi membuat dia semakin kesulitan dalam berjalan.


Semua mata tertuju pada sang pengantin wanita yang tampak cantik dan juga sangat anggun di mata mereka.


" Euleuh - euleuh apa itu beneran neng Yemi? Cantik pisan euy" Mang Dadang dengan logat sunda nya tampak kagum dengan penampilan Yemi saat ini.


" Pak Dadang ini ngomong apa sih?" Alfaro tampak bingung dengan perkataan pak Dadang tadi tapi mata nya juga ikut menatap kagum pada Yemi yang sangat cantik hari ini.


" Ih si den Alfaro ini, itu neng Yemi cantik banget" Pak Dadang pun menjelaskan.


" Oh begitu, kalau itu sih Alfa setuju pak" Alfaro tampak memberikan ibu jari nya ke arah pak Dadang seraya tertawa kecil.


Kenzi yang sedari tadi mendengarkan ocehan pak dadang dan asisten nya Alfaro sambil mengutak atik ponsel di tangan nya pun akhir nya merasa penasaran dan langsung mendongakan wajah nya melihat ke arah wanita yang sebentar lagi akan menjadi istri sah nya.


Kenzi tampak tidak berkedip dengan mulut yang agak terbuka bahkan ponsel yang ada di tangan nya kini terjatuh teronggok begitu saja di dekat kaki nya saat dia melihat takjub pada keindahan yang ada di depan mata nya. " Apa ini benar - benar Yemi? Anak kecil itu?" Batin Kenzi dengan wajah yang terus memancarkan rasa kagum pada calon istri nya itu. " Oh God, kalau seperti ini bagaimana bisa aku menahan diri ku untuk tidak jatuh cinta pada nya" batin Kenzi lagi.


" Ekhem" Suara deheman sang penghulu menyadarkan Kenzi dari dunia nya saat Yemi sudah berada tepat di samping nya. " Apa kalian sudah siap?" Pak penghulu menatap pasangan berbeda usia di hadapan nya.


" Siap pak!" Seperti biasa nya Yemi tampak bersemangat berbeda dengan Kenzi yang tampak sedang memikirkan sesuatu.


" Bagaimana tuan Kenzi, apa anda sudah siap?" Pak penghulu kembali menanyakan nya karena Kenzi hanya diam saja sedari tadi.


" Uncle, apa uncle tidak apa - apa? Kenapa uncle diam saja?" Yemi tampak khawatir dengan Kenzi yang hanya diam saja, Yemi takut kalau uncle nya itu tiba - tiba membatalkan pernikahan nya. " Aku harap uncle tidak merubah keputusan uncle saat ini" batin Yemi menatap cemas pada Kenzi.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2