
" Sekarang katakan! Apa yang membuatmu merasa kamu pantas untuk putra kami? Apa kamu tahu kalau Alfaro adalah pewaris kerajaan Aldiron Petra Company?" Archilles menatap Simi dengan tatapan menyelidik.
" Aku?" Simi tidak tahu apa yang akan dia katakan pada pria paruh baya di hadapan nya ini karena jujur saja dia sendiri juga tidak tahu apa kelebihan nya. Kepintaran standard, kekayaan standard juga dan keanggunan, Simi jelas - jelas sangat jauh dari kata itu.
" Lihatlah, kamu bahkan tidak tahu apa kelebihan mu sendiri" Archilles tersenyum mengejek pada Simi
" Aku memang tidak punya kelebihan apa pun, dan aku sadar diri kalau aku tidak pantas di sandingkan dengan pewaris kerajaan bisnis terbesar di kerajaan ini. Tapi di sini aku datang untuk om Alfa, aku tidak ingin meninggalkan nya dan membuat nya kecewa atau membuatku terluka" Simi mengatakan itu dengan penuh percaya diri, Alfaro yang mendengarkan perkataan Simi barusan tersenyum seraya lebih mengeratkan tangan nya pada Simi. Simi yang merasakan itu pun langsung menoleh pada Alfaro dan membalas senyuman Alfaro dengan senyum manis nya. " Lagi pula om Alfa yang aku cintai adalah om Alfa sang asisten dari uncle Kenzi yang rajin dan sederhana" tambah Simi lagi tanpa menolehkan pandangan nya membuat Alfaro semakin mengembangkan senyum nya.
" Tadi gadis itu memanggil Alfaro apa, om?" Batin Shopia dengan wajah yang menatap heran pada gadis yang ada di hadapan nya. " Kalau kamu begitu sadar diri, kenapa kamu tidak meninggalkan Alfaro dan mencari pria lain?" Ucap Shopia meninggalkan keheranan nya.
" Kalau tangan ini sudah melepaskan tangan ku dan menginginkan aku untuk pergi dari nya, maka aku akan pergi. Tapi selama tangan ini masih menggenggam erat tangan ku, maaf aku tidak akan mundur selangkah pun" Simi mengangkat tangan nya yang di tautkan dengan tangan Alfaro seraya menatap Alfaro dengan tatapan penuh arti nya begitupun sebalik nya Alfaro. Anaya yang melihat itu tersenyum bahagia, Anaya tidak menyangka kalau Simi akan bisa seberani ini dalam menghadapi ke dua orang tua nya. Diri nya saja yang hidup selama bertahun - tahun dengan ke dua orang tua nya tidak pernah berani mengungkapkan pendapat nya atau protes nya, termasuk saat Alfaro di kirim ke Indonesia oleh daddy nya itu walau pun itu demi kebaikan Alfaro sendiri.
Sebenar nya Alfaro di kirim ke Indonesia oleh Archilles karena Alfaro melakukan kesalahan yang cukup besar saat itu. Alfaro yang dulu nya di berikan kepercayaan oleh daddy nya untuk mengurus salah satu perusahaan cabang Aldiron Petra Company malah bersikap seenak nya di sana sehingga membuat perusahaan itu koleps dan hampir bangkrut. Para pekerja di sana juga melakukan aksi protes karena Alfaro dengan seenak nya mem PHK karyawan di sana hanya karena kesalahan kecil yang mereka lakukan saat itu.
Ya Alfaro dulu sangat sombong dan suka seenak nya, Alfaro selalu menyombongkan kehebatan dan kekuasaan yang dia miliki sebagai putra mahkota kerajaan bisnis terbesar di negara itu Aldiron Petra Company sehingga daddy nya Archilles merasa sangat marah dan memutuskan untuk menghukum Alfaro dengan mengasingkan nya ke Indonesia untuk belajar bisnis di sana dan merasakan hidup susah menjadi orang biasa dan seperti ini lah kehidupan yang di jalani Alfaro saat ini menjadi asisten pribadi dari Kenzi yang kadang selalu bersikap seenak nya pada nya, tapi di balik sikap seenak nya Kenzi juga memiliki hati yang baik dan rasa toleransi yang besar terhadap para karyawan nya dan Alfaro bisa belajar banyak dari sikap kepemimpinan yang di tunjukan oleh Kenzi selama ini.
" Berarti kalian tidak keberatan kan kalau kalian tidak bisa mendapatkan fasilitas dari kami?" Archilles memandang Simi dan Alfaro dengan angkuh nya.
__ADS_1
" Aku tidak keberatan dad, lagi pula kehidupan ku yang sekarang juga sudah baik" Alfaro mengangguk mantap.
" Aku juga, yang penting om Alfa mencintaiku dan menyayangiku itu lebih dari cukup" Simi pun melakukan hal yang sama.
" Apa kalian yakin?" Shopia ingin memastikan. Dan tanpa mereka sadari tercetak senyuman tipis pada bibir Shopia dan Archilles saat ini saat mendengar perkataan ke dua nya barusan.
Simi dan Alfaro saling melempar pandangan mereka satu sama lain dan menganggukan kepala mereka dengan senyum yang tercetak pada bibir ke dua nya. " Ya, kami sangat yakin" jawab ke dua nya bersamaan.
" Baiklah kalau memang kalian seyakin itu, maka mulai sekarang Anaya lah yang akan meneruskan Aldiron Petra Company!" Archiles berkata mantap sambil melihat mimik wajah Alfaro dengan serius.
Sedangkan Simi bisa melihat segurat raut wajah kecewa pada wajah pria yang sedang menggenggam tangan nya itu, ada sedikit rasa bersalah dalam hati nya saat ini.
" Maaf, apa ini berarti kalian merestui pernikahan kami?" Ucap Simi dengan wajah polos nya.
" Dengan satu syarat!" Archiles menganggukan kepala nya dengan wajah yang masih terlihat berfikir.
" Syarat, syarat apa maksud daddy?" Alfaro tampak berwajah cemas.
__ADS_1
" Pernikahan kalian harus di laksanakan di negara kita ini dan aku ingin kalian memberikan ku cucu sesegera mungkin" Archilles tampak tersenyum penuh arti menatap putra nya yang sudah selama bertahun - tahun ini tidak dia temui. Sedangkan Simi dan Alfaro menunjukan wajah yang terlihat bingung. " Kemarilah, apa kamu tidak merindukan daddy mu ini?" Arcilles merentangkan tangan nya agar putra nya masuk ke dalam pelukan nya seraya tertawa renyah.
Alfaro, Simi dan Anaya tampak bengong karena belum mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
" Daddy dan mommy sudah tahu bagaimana kamu hidup di Indonesia dan kami bangga karena kamu sudah sangat berubah, Alfaro yang dulu bersikap sombong dan arogan kini sudah tidak ada. Kami bangga pada mu" Shopia yang melihat kebingungan pada wajah ke tiga nya pun ikut berbicara.
" Apa kamu tidak mau memeluk daddy mu ini? Aku sudah mulai pegal dengan posisi seperti ini!" Archilles terkekeh saat mengatakan nya.
Alfaro pun tak menunggu lama langsung berhambur memeluk daddy nya itu setelah sebelum nya mencium tangan yang sudah mulai keriput itu.
" Terima kasih dad, maafkan aku jika selama ini aku selalu membuat mu kecewa" ucap Alfaro di sela pelukan nya.
" Apa kamu tidak merindukan mommy mu juga hem?" Shopia menunjukan wajah merajuk nya.
Tak menunggu lama Alfaro pun melepaskan pelukan nya dan beralih pada sang mommy, " tentu saja aku sangat merindukan mu" Alfaro merasa bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarga nya yang sudah lama terpisah. Simi dan Anaya sama - sama memandang dengan wajah haru mereka dari jarak yang tidak jauh.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1