
Yemi melangkahkan kaki nya dengan ragu menghampiri seseorang yang tadi mengaduh kesakitan terkena kaleng yang Yemi tendang sembarangan.
" Sial, woy siapa sih yang ngelempar kaleng sembarangan?" Teriak seorang pria yang sedang mengusap - ngusap kepala nya yang masih terasa sakit karena kaleng yang tadi Yemi tendang mengenai kepala nya. Pria tampan dengan umur sekitar 30 tahunan dengan setelan jas yang membalut tubuh atletis nya terlihat sedang mencari - cari orang yang sudah membuat kepala nya terkena timpukan kaleng.
Tadi mobil nya yang tiba - tiba berhenti membuat dia terpaksa harus turun dari mobil nya dan memeriksa apa yang salah pada mobil nya itu. Namun di saat dia sedang fokus memeriksa mobil nya, tiba - tiba sebuah kaleng mendarat dengan sempurna di atas kepala nya.
" Ma maaf!" Ucap Yemi ragu menghampiri seorang pria yang menatap nya dengan wajah yang sangat kesal
" Maaf" Pria itu mengernyitkan kening nya menelisik penampilan Yemi. " Oh, jadi kamu yang melemparkan kaleng ini" pria itu menunjukan kaleng yang tadi mengenai kepala nya tepat di hadapan Yemi.
" I iya, maafkan aku . Aku tidak sengaja" Yemi menatap takut - takut pada pria yang sedang menatap nya dengan aneh.
" Ngomong - ngomong cantik juga gadis ini, aku tidak boleh melepaskan nya begitu saja .Tapi seperti nya dia masih sekolah, sekarang saja dia masih memakai seragam. Tapi apa yang dilakukan seorang pelajar di pinggir jalan saat masih jam pelajaran seperti ini? Apa dia bolos sekolah?" Batin pria itu seraya tersenyum penuh arti menatap gadis yang belum dia ketahui nama nya itu.
" Kenapa dia memandangku seperti itu? Dan kenapa dia senyum - senyum seperti itu?" Ihh.. Apa otak dia sedikit geser karena terkena timpukan kaleng yang aku tendang tadi ya?" Yemi brigidig ngeri melihat pria yang ada di hadapan nya.
" Apa kamu fikir cuma dengan kata maaf semua akan selesai begitu" pria itu menaikan sebelah alis nya menatap Yemi dengan tatapan menggoda nya. " Dengarkan aku, kalau kata maaf berlaku, maka penjara tidak akan ada penghuni nya" pria itu berkata dengan sombong nya membuat Yemi mendengus kesal.
" Lalu apa yang harus aku lakukan ha, ganti rugi untuk pengobatan luka om? Katakan, berapa yang om perlukan?" Yemi tampak mengambil dompet nya yang ada di dalam tas nya. Yemi tidak ingin berurusan lebih lama lagi dengan pria yang ada di hadapan nya itu.
__ADS_1
" Ish, kamu fikir semua akan selesai hanya dengan uang? Kalau uang aku juga punya, lihat ini!" pria itu ikut mengeluarkan dompet nya dan memperlihatkan isi nya pada Yemi. Dan benar saja isi nya sangat banyak bahkan lebih banyak dari yang Yemi punya sekarang.
" Tadi kamu memanggil ku apa, om?" Pria itu tampak menatap aneh pada Yemi. Dia merasa aneh saat gadis yang ada di hadapan nya memanggil nya dengan sebutan om, karena biasa nya para gadis seumuran Yemi akan memanggil nya dengan sebutan kakak. Ya dia fikir dia masih cukup muda karena umur nya saja baru 30 tahun dan wajah nya juga sangat tampan.
"Ya om, apa ada yang salah? Katakan , apa yang om inginkan?" ucap Yemi to the point.
" Devan" pria itu malah mengulurkan tangan nya pada Yemi seraya menyebutkan nama nya. Dia harap setelah gadis itu tahu nama nya, gadis itu akan memanggil nya dengan kak Devan atau Devan saja . Itu lebih baik dari pada di panggil om, fikir nya.
" Ish, siapa juga yang ingin tahu nama om. Cepat katakan apa yang om inginkan! Aku tidak punya banyak waktu" Yemi memutar bola mata nya malas.
Yemi berfikir betapa sial nya dia hari ini, sudah mendengarkan Kenzi menyebut nama seorang wanita. Dan sekarang apa ? Dia harus menghadapi pria aneh yang ada di hadapan nya.
" Apa? Hey Om aneh, aku hanya tidak sengaja menendang kaleng dan sial nya lagi kaleng itu malah mengenai kepala mu. Lalu kenapa kamu membawa - bawa sekolah ku segala?" Yemi memberengut kesal menatap pria yang ada di hadapan nya. Yemi tidak habis fikir dengan pria itu, bisa - bisa nya dia mau mendatangi sekolah nya hanya gara - gara masalah sepele yang dilakukan nya.
" Ish, asal kau tahu karena kesalahan mu itu ada banyak akibat yang bisa saja terjadi pada kepala ku ini selain gegar otak, aku juga bisa saja terkena amnesia atau penyakit - penyakit yang akan menyerang kepala ku karena kaleng yang kamu tendang tadi mengenai kepala ku" Devan tampak bicara panjang lebar membuat Yemi membulatkan mata dan mulut nya saking tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh om - om menyebalkan yang ada di hadapan nya.
" Ish, are you kidding me? oh pleace deh om, semua yang om sebutkan tadi adalah penyakit yang hanya bisa di dapatkan bila om mengalami kecelakaan berat dan bukan terkena timpukan kaleng seperti ini" Yemi memutar bola mata nya malas .
" Siapa bilang? Itu bisa saja terjadi pada ku" Devan tidak mau kalah.
__ADS_1
" Terserah apa mau nya om, mau ke sekolah ku juga terserah aku tidak peduli. Aku ingin pulang oke" putus Yemi pada akhir nya seraya melangkahkan kaki nya meninggalkan Devan. Tapi baru satu langkah tangan Yemi ditarik oleh Devan sampai tubuh Yemi terpental menubruk dada bidang Devan.
Sesaat mereka saling terdiam di posisi mereka saat ini dengan mata mereka yang saling bertemu. Jantung Devan berdetak dengan sangat jencang saat melihat wajah Yemi yang terlihat dekat dengan wajah nya.
Yemi yang sadar dengan apa yang terjadi pun langsung mendorong tubuh Devan dengan sangat keras sampai dia terbebas dari dekapan om - om menyebalkan itu.
" Hey, om jangan macam - macam dengan ku ya! " Yemi menujuk wajah Devan dengan telunjuk nya " berani - berani nya mencari kesempatan dalam kesempitan" Yemi mendengus kesal dengan apa yang telah di lakukan oleh Devan tadi.
" Maaf" Devan pun sadar kalau yang dia lakukan barusan salah.
" Dasar menyebalkan" Yemi menginjak kaki Devan dengan sangat keras
" Aw" Devan meringis kesakitan seraya memegang kaki nya yang tadi terkena injakan kaki Yemi sedangkan setelah menginjak kaki Devan Yemi berlari dengan cepat menjauh dari Devan.
" Aku harap kita tidak akan bertemu lagi, dasar om - om menyebalkan" Yemi berteriak setelah dia rasa jarak nya dan Devan sudah cukup jauh.
" Kita akan bertemu lagi gadis nakal" Devan mengangkat sudut bibir nya melihat punggung Yemi yang sudah mulai menjauh dari tempat nya berdiri.
" Aneh, kenapa jantungku berdetak kencang saat berdekatan dengan nya? Padahal selama aku sering bergonta - ganti pasangan, aku tidak pernah merasakan hal ini pada gadis mana pun?" Devan bergumam seraya memegang dada nya yang masih bisa dia rasakan detak jantung nya yang berdetak dengan cepat saat tadi Yemi dan diri nya tak sengaja berpelukan.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏