Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 12


__ADS_3

Malam itu Yemi dan Kenzi tidur bersama di atas lantai yang dingin dengan posisi kedua nya terbungkus selimut. Awal nya Kenzi susah untuk memejamkan mata nya dengan posisi nya yang seperti itu, namun seiring berjalan nya waktu dan karena rasa lelah yang menghinggapi pada sekujur tubuh nya akhir nya Kenzi pun terlelap juga setelah waktu menunjukan lewat tengah malam.


Seiring dengan terlelap nya mereka tanpa mereka sadari selimut yang membungkus meteka tadi sedikit demi sedikit terurai seiring pergerakan - pergerakan kecil yang mereka lakuakan dengan tanpa sadar sehingga kedua nya terlepas dari selimut itu dan selimut nya pun kini menjadi alas tidur kedua nya.


Kenzi dan Yemi yang sama - sama merasakan hawa dingin yang menerpa permukaan kulit mereka pada akhir nya mereka saling berpelukan mencari kehangatan dari tubuh mereka masing - masing tanpa mereka sadari.


Sampai pagi hari pun menjelang dan burung - burung sudah bermyanyi di luar sana, bahkan cahaya matahari pun mulai naik dan memancarkan cahaya yang cukup terik pada permukaan bumi. Namun semua itu tidak mengusik kenyamanan dan kehangatan yang dirasakan oleh sepasang pemuda dan pemudi berbeda usia yang tidur di atas lantai dengan posisi saling mendekap erat.


" Nnngh" Lenguh Yemi yang mulai terbangun dati tidur nya. Dia mengerjapkan mata nya berkali - kali membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di ruangan itu.


Yemi tampak membulatkan mata nya seraya tangan nya menutup mulut nya yang saat ini ingin sekali berteriak kegirangan saat tahu dia tidur dalam dekapan uncle Ken nya yang sealalu dia idamkan.


" Oh God, apa ini bukan mimpi? Jika ini mimpi maka jangan bangunkan aku ya Tuhan" batin Yemi menatap wajah tampan Kenzi yang hanya berjarak beberapa senti saja dengan senyuman yang mengembang di wajah cantik nya.


Mata Yemi tampak menyapu seluruh bagian wajah uncle Ken nya itu dan berhenti tepat pada bagian bibir yang semalam tanpa di sengaja telah memempel sempurna dengan bibir nya.


Perlahan Yemi menyentuh bibir nya sendiri dan mengingat kejadian semalam saat bibir itu menempel dengan bibir milik Kenzi. Walaupaun itu hanya kecelakaan dan hanya sekilas. tapi itu sangat berarti untuk Yemi yang sangat tergila - gila pada Kenzi sang uncle.


" Apa aku cium bibir uncle lagi saja?" batin Yemi menatap bibir Kenzi.


Yemi perlahan mendekatkan wajah nya pada wajah Kenzi dan sasaran nya tentu saja bibir Kenzi yang terlihat sangat menggoda di mata Yemi. Wajah Yemi semakin dekat, dan semakin dekat lagi sampai tinggal beberapa inci lagi kedua bibir itu akan saling bertaut namun suara lenguhan Kenzi membuat Yemi terkesiap dan berpura - pura menutup mata nya seolah dia masih tertidur.

__ADS_1


" Nnngh" Suara lenguhan Kenzi terdengar kembali dan ternyata kali ini mata nya pun terbuka dan tampak mengerjap beberapa kali untuk membiasakan mata nya dengan cahaya yang ada di sana.


Kenzi menggeliat namun tangan nya terasa berat karena semalaman tangan nya dia pakai Yemi sebagai bantalan.


" Ish, tangan ku rasa nya sangat pegal" Kenzi menoleh melihat tangan nya namun yang dia lihat justru wajah cantik Yemi yang masih terpejam. Lebih tepat nya pura - pura terpejam.


" Pantas saja badan ku rasa nya mau remuk, ternyata semalaman aku tidur di lantai dengan posisi seperti ini" Gumam Kenzi seraya berusaha melepaskan tangan nya yang dijadikan bantalan oleh Yemi dan bangun dari posisi nya sekarang meninggalkan Yemi yang tampak mengintip Kenzi dengan cara membuka mata nya sebelah.


" Ish, kenapa uncle malah pergi" batin Yemi seraya mengerucutkan bibir nya tajam.


Yemi pun menyusul Kenzi yang sudah memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Yemi mandi di kamar yang satu nya sedangkan Kenzi di kamar nya.


Beberapa hari telah berlalu kini Yemi sudah mulai memasuki hari libur nya. Dan seperti yang sudah di sepakati sebelum nya bahwa hari libur ini akan di pakai untuk mereka menyiapkan pernikahan yang akan dilaksanakan pada minggu ini dengan acara sederhana di kantor KUA karena mereka berdua yang tidak mempunyai keluarga jadi hanya memerlukan saksi dan penghulu saja.


Hari ini sesuai rencana Kenzi dan Yemi akan pergi ke toko perhiasan yang lumayan besar di pusat perbelanjaan di sekitar rumah nya untuk membeli cincin pernikahan mereka. Walaupun pernikahan ini hanya sebatas untuk menjaga Yemi saja dan cincin pernikahan tidak terlalu penting bagi nya, tapi Kenzi akhir nya membeli nya juga karena Yemi selalu merengek minta membeli nya sejak keputusan tentang pernikahan nya dan Kenzi sudah di putuskan.


" Wah, uncle cincin nya bagus dan lucu - lucu" Yemi memandang deretan cincin yang ada di dalam etalase toko dengan wajah yang berbinar sedangkan yang di ajak bicara tidak peduli sama sekali malah asyik dengan ponsel yang ada di tangan nya. Entah sedang apa dia, sedari tadi ponsel nya tidak berhenti berdering. Yemi hanya bisa membuang nafas nya kasar seraya mengerucutkan bibir nya tajam saat diri nya merasa di acuhkan oleh uncle nya sekaligus calon suami nya itu.


" Uncle bisakah uncle berhenti memainkan ponsel uncle dan membantuku untuk memilih salah satu cincin di sini?" Yemi memberengut kesal seraya menhentakan kaki nya dan melipat kedua tangan nya di depan dada.


" Tidak bisa Yemi, uncle sedang sibuk, ini masalah pekerjaan" Kenzi memberi pengertian pada Yemi. " Mbak tolong bantu dia melilih sepasang cincin pernikahan!" Kenzi meminta bantuan mbak penjaga toko.

__ADS_1


" Baik tuan" mbak penjaga toko menganggukan kepala nya seraya tersenyum ramah.


" Mbak bisa saya melihat yang itu, seperti nya model nya sangat lucu" Yemi menunjuk ke salah satu cincin pasangan yang dia sukai


" Oh yang ini ya" mengambil cincin nya " ini!" menyodorkan nya pada Yemi.


" Uncle lihat lah apa ini bagus?" Yemi menunjukan cincin nya pada Kenzi yang berada disamping nya masih sibuk dengan ponsel nya.


" Bagus" Kenzi menjawab singkat tanpa menolehkan pandangan nya.


" Ish, bagus apa nya? Dilihat saja tidak" Yemi mendengus kesal.


" Maaf dek, ini untuk pernikahan paman nya kan ya? Tapi kenapa yang mau menikah cuek seperti itu?" Mbak penjaga toko mulai kepo karena biasa nya pengunjung yang datang kesana untuk membeli cincin pernikahan pasti dengan pasangan nya dan terlihat bahagia. Tapi ini apa yang dilihat nya. Pengantin pria yang membeli cincin pernikahan nya ditemani oleh keponakan nya yang masih kecil dan sang mempelai malah cuek dan yang mengantar malah lebih terlihat antusias dari pada mempelai nya.


" Ish mbak ini, uncle ku itu memang cuek seperti itu"


" Oh begitu ya" si mbak terlihat mengangguk - anggukan kepala nya. " Terus calon istri nya kenapa tidak datang bersama nya? Apa dia dipaksa menikah ya sampai - sampai malas untuk mempersiapkan nya? Padahal paman mu itu sangay tampan dan juga keren, aku saja mau kalau menikah dengan dia" mbak penjaga toko menatap Kenzi dengan penuh kagum


" Ish, mempelai pengantin wanita nya ya aku ini" Yemi yang sudah kesal dengan sikap Kenzi semakin kesal dengan perkataan penjaga toko itu.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen.Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2