
Beberapa hari kemudian di pagi hari yang lumayan cerah tampak seorang gadis berseragam lengkap sedang berlari ke arah gerbang sekolah yang sudah tertutup beberapa menit berlalu.
" Sial, gue telat lagi" umpat gadis itu yang tak lain adalah Mia, sahabat Yemi. " Kayak nya terpaksa harus manjat lagi" Mia pun mendengus kesal seraya berlari ke arah belakang sekolah untuk melompati pagar tembok sekolah.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Mia sampai di sana karena jarak dari gerbang depan ke belakang sekolah hanya beberapa meter saja. Mia yang sedang berlari tampak mengangkat sudut bibir nya saat dia melihat seseorang yang sangat familiar bagi nya sedang berusaha memanjat tembok juga. Seperti nya dia juga terlambat.
" Woy, lo kesiangan juga?" Mia memukul bokong orang itu yang sedang bersusah payah menaiki tembok yang lumayan tinggi itu.
" Sialan lo, dasar kampret. Lo juga sama?" Orang itu yang tak lain adalah sahabat baik nya Mia siapa lagi kalau bukan Yemi.
" Huuh, sial banget gue." Mia berbicara dengan nafas yang tersengal - sengal karena habis berlari tadi.
"Kenapa lo bisa telat?" Yemi menggapai kembali atas tembok untuk kembali meniaki nya.
" Biasa lah gue, kerja" Mia pun melakukan hal yang sama di samping Yemi.
" Ish, kan paman sama bibi lo ga ngebebanin lo juga Mi. Jangan sampai subuh lah biar lo gak telat" Yemi kini sudah ada di atas tembok dan bersiap melompat ke sisi yang lain nya.
" Ya ya ya, lo sendiri kenapa telat? Jangan bilang lo mimpi basah lagi?" Mia pun sudah bersiap untuk melompat ke bawah.
Bluug
Suara kaki mereka terdengar saat ke dua nya menapakkan kaki mereka di atas tanah. Yemi dan Mia terkekeh geli bersama saat ke dua nya mendarat dengan sempurna.
" Emang si uncle gak bangunin lo apa?" Tambah Mia setelah mereka sama - sama di sisi lain tembok
" Gue sekarang bukan mimpi Mi, tapi basah beneran gue" Yemi tergelak saat mengatakan nya. " Kalau uncle Ken, dia juga bangun kesiangan karena kegiatan panas yang kami lewati semalam" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, udah diem jangan lo ceritain! Bisa - bisa telinga gue yang masih suci ternodai oleh omongan lo" Mia mendengus kesal pada sahabat nya itu karena bisa - bisa nya sahabat gila nya itu mengatakan hal yang tidak seharus nya dia ketahui.
__ADS_1
" Ish, suci apa nya orang lo hampir tiap malam lihat yang gituan di bar paman lo" Yemi memutar bola mata nya malas.
" Enak aja lo, kalau pun ada yang ngelakuin hal begituan. Mereka ngelakuin nya di hotel kali Yem" Mia menepuk tangan Yemi pelan dan mereka pun tertawa bersama.
" Ekhem"
Di saat Yemi dan Mia sedang asyik tertawa, tiba - tiba terdengar suara bariton dari arah belakang mereka membuat tubuh mereka mematung seketika.
" Kalian, benar - benar ya! Sudah berapa kali kalian datang terlambat ke sekolah, ck ck ck." Devan menggelengkan kepala nya sambil ke dua tangan nya menjewer telinga ke dua gadis yang ada di hadapan nya.
" Aw" Pekik ke dua nya bersamaan saat telinga mereka di tarik oleh guru BK nya itu.
" Pak, lepaskan sakit!" Mia meringis kesakitan.
" Iya pak, lepaskan sakit" Yemi pun melakukan hal yang sama.
" Kalian ikut aku!" Devan pun beranjak setelah melepaskan tangan nya dari telinga ke dua siswi langganan nya.
" Kalian kenapa masih di sana? Cepat ikuti aku!" Devan menolehkan kepala nya untuk melihat ke dua murid nya yang hanya diam di tempat mereka tadi.
" Iya - iya " Yemi dan Mia pun mengikuti langkah Devan dengan perasaan yang sangat kesal.
Devan pun berjalan menuju ke ruangan nya dengan di ikuti dua gadis yang selalu saja menjadi biang onar di sekolah nya.
" Sekarang katakan! Kenapa kalian bisa terlambat datang?" Devan menatap dua gadis yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyelidik.
" Aku semalam bekerja pak, dan baru pulang pukul dua dini hari dan baru bisa tertidur pukul setengah tiga dini hari" Mia menjawab enteng.
" Kalau aku" Yemi tampak menggaruk kepala nya yang tidak gatal memikirkan alasan yang akan dia gunakan untuk guru gila menyebalkan nya itu.
__ADS_1
"Aku apa?" Devan mengangkat alis nya sebelah seraya ke dua tangan nya ia lipat di atas meja dengan mata yang menatap tajam pada gadis yang ada di hadapan nya.
" Ish, apa aku benar - benar harus menjawab nya?" Yemi ragu saat mengatakan nya.
" Ish, yang benar saja? Jangan - jangan!" Mia menggelengkan kepala nya sedangkan Devan tampak bingung dengan maksud dari ke dua murid nya itu. Namun sepersekian detik kemudian dia tampak menyadari sesuatu.
" Ekhem, Mia benar. Kamu jangan katakan" ucap Devan dengan salah tingkah setelah mengetahui maksud ke dua murid nya itu.
" Ish, pak Devan seperti nya sangat tahu hal begituan" cibir Mia.
" Apa maksud mu? Aku ini masih polos ya" Devan tak terima atas apa yang di katakan murid nya itu.
" Iya deh tuan polos" Mia memutar bola mata nya malas.
" Sudah - sudah, sekarang kalian pilih sendiri hukuman untuk kalian!" Devan menyerahkan selembar kertas pada ke dua gadis yang ada di hadapan nya.
" Pak, bisakah kita tidak di hukum untuk kali ini saja? Kami berjanji tidak akan mengulangi nya lagi" Mia berusaha membujuk Devan.
" Tidak bisa, siapa suruh kalian datang terlambat. Mana ini sudah yang kesekian kali nya lagi, apa kalian tidak lihat buku ini penuh dengan nama kalian semua" Devan menunjukan sebuah buku catatan nya.
" Ya pak, sekali saja. Lagi pula tubuh ku sakit semua, terasa remuk rasa nya" Yemi ikut membujuk guru nya itu.
" Ish, itu urusan mu dengan suami mu" Devan mendengus kesal. Jujur saja Devan masih kecewa atas apa yang dia ketahui beberapa hari yang lalu itu. Tapi seiring berjalan nya waktu, Devan bisa menerima nya dengan lapang dada, karena dia juga tidak mungkin jadi pebinor kan? Kecuali kalau Yemi tidak lagi mencintai Kenzi, itu lain lagi cerita nya.
" Bapak coba lihat ini, apa setelah bapak melihat nya bapak akan tetap menghukum kami?" Mia memperlihat kan layar ponsel nya yang tadi sudah dia otak - atik.
Devan tanpa banyak bicara langsung melihat apa yang di tunjukan oleh siswi nya itu, dan betapa terkejut nya Devan saat melihat apa yang ada di dalam nya. Sedangkan Yemi tampak menatap aneh pada interaksi ke dua nya.
" Bagaimana kamu bisa mendapatkan nya?" Devan ingin merebut ponsel Mia dengan tangan nya untuk menghapus vidio yang ada di sana namun terlambat. Di sana dapat Devan lihat dengan jelas kelakuan nya yang memalukan saat sedang mabuk beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
" Aish, kalau semua nya melihat vidio ini. Bagaimana reaksi mereka ya?" Mia dengan cekatan langsung menjauhkan ponsel nya dari jangkauan Devan dan menyimpan nya ke dalam kantong seragam atas nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏