Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 89


__ADS_3

Simi masih dalam posisi jatuh nya yang berada di atas tubuh seorang pria yang entah siapa itu.


" Aw" Simi mengaduh seraya mendongakan kepala nya untuk melihat siapa yang sudah dia tabrak tadi dan betapa terkejut nya saat dia mengetahui siapa orang nya.


" Kamu?" Ucap mereka berdua bersamaan dengan nada yang berbeda. Kalau si pria berucap dengan nada kesal nya berbeda dengan Simi yang mengatakan nya dengan nada senang.


" Om Alfa, ternyata kita berjodoh ya" Simi berkata dengan santai nya masih dalam posisi yang sama.


" Apa nya yang berjodoh? Cepat turun dari tubuh ku! Kau fikir tubuh mu itu tidak berat apa? Dasar gadis gila!" Alfaro mendengus kesal.


" Iya - iya maaf, lagi pula mana mungkin tubuh mungil ku ini berat. Om ini suka melebih - lebihkan saja" Simi pun bangkit dari posisi nya seraya terkekeh geli, begitu pun Alfaro yang ikut bangkit dengan wajab yang terlihat kesal.


" Kenapa setiap bertemu dengan mu aku selalu bernasib sial" Alfaro merapikam kembali baju nya yang berantakan sambil menggerutu kesal.


" Ish, enak saja! Justru bertemu dengan ku adalah kebeeuntungan untuk om" Simi pun melakukan hal yang sama.


" Simi, kenapa kamu lama sekali sayang. Mama sudah memilihkan gaun yang pas untuk mu!" Sinta datang menghampiri Simi karena mendengar ada keributan dari arah sana. Untung saja Simi dan Alfaro sudah sama - sama bangun dari posisi mereka.


" Mama, Simi ada apa ini? Tadi aku dan Rere mendengar suara kributan dari sini" Juan dan Rere juga datang menghampiri mereka.


"Simi, siapa pria ini?" Rere menatap kagum pada pria asing yang ada di hadapan nya.


" Oh ini, perkenalkan ini Alfaro kekasihku. Mama aku hanya mau menikah dengan dia dan bukan dengan yang lain nya" ucap Simi dengan santai nya sambil tangan nya menggelayut manja pada tangan kekar milik Alfaro sedangkan Juan, Rere, Sinta dan Alfaro tampak membulatkan mata mereka dengan wajah yang terkejut.


" Apa yang kau_ aw" Alvaro yang hendak protes malah mengaduh kesakitan saat kaki nya diinjak dengan keras oleh Simi. " Apa yang kamu lakukan?" Alfaro mendengus kesal seraya meringis kesakitan merasakan kaki nya yang terasa berdenyut akibat injakan kaki Simi barusan.


" Om diam saja!" Bisik Simi dengan nada yang di tekan


" Apa maksud mu sayang?" Juan tampak panik


" Ya, Simi apa maksud mu? Yang kamu akan nikahi itu Juan bukan dia" Sinta tampak marah pada putri nya itu.

__ADS_1


" Seperti yang kalian dengar, aku akan menikah dengan Alfaro dan bukan dengan yang lain nya" Simi kembali berucap dengan nada tegas " Bantu aku om, sekali lagi saja! Aku tidak mau menikah dengan pria berengsek itu" bisik Simi dengan nada penuh permohonan pada Alfaro.


" Lalu apa untung nya bagi ku?" Alfaro membalas berbisik.


" Aku akan melakukan apa pun yang om katakan, aku janji" ucap Simi mantap.


" Benarkah? baiklah kalau begitu" Alfaro tersenyum penuh arti menatap Simi.


" Apa aku salah bicara ya? Aih Simi kenapa kamu mengatakan itu sih?" Batin Simi meringis merutuki kebodohan nya.


" Simi benar tante, kami saling mencintai dan aku akan menikah dengan nya" Alfaro akhir nya mengucapkan kata itu dengan terpaksa. " Semoga aku tidak akan menyesali perkataan ku ini" batin Alfaro


" Kamu jangan macam - macam ya! Simi adalah calon istri ku dan sebentar lagi kami akan menikah" Ucap Juan dengan kilatan amarah di mata nya dan hendak melayangkan pukulan pada wajah Alfaro namun Alfaro dengan mudah bisa menghindari nya.


" Sabar nak Juan, jangan berbuat nekat. Kita akan membicarakan ini lagi di rumah. Simi mama kecewa pada mu" Sinta menatap kecewa pada Simi membuat hati Simi sakit dan merasa bersalah. " Lebih baik kita pulang sekarang dan Simi, mama harap ada penjelasan yang pantas untuk perbuatan mu ini! Mama akan membicarakan ini pada papa mu dan bersiaplah untuk memberikan pembelaan mu di rumah nanti!" Sinta pun berlalu dengan mengajak Juan yang masih terlihat ingin menghajar Alfaro dengan kilatan amarah di mata nya. Rere pun mengikuti mereka dengan wajah yang sulit untuk di artikan.


" Aku harap yang aku lakukan ini benar, maaf karena sudah melibatkan om dalam masalah ku ini dan aku harap om mau membantuku lagi" Simi menunduk lesu.


" Kita menikah saja, apa susah nya!" Simi mengangkat bahu nya acuh. " Lagi pula aku tidak keberatan menjadi istri om, om tampan dan juga mapan. Kurang apa lagi coba?" Simi malah tersenyum senang.


" Ish, tapi aku yang tidak mau menikah dengan gadis gila seperti mu. Bisa - bisa aku mati berdiri menghadapi semua tingkah gila mu itu" Alfaro menyugar rambut nya kasar. " Sudah lah aku masih ada urusan!" Alfaro pun hendak pergi namun tangan Simi menarik tangan nya.


" Ikut!" Simi menatap Alfaro dengan puppy eyes nya.


" Aih, kenapa kalau seperti itu dia kelihatan imut sekali" batin Alfaro terpesona dalam sesaat kemudian dia langsung menepis nya kembali.


" Terserah!" Alfaro pun melangkah kan kaki nya untuk menemui orang di sana. Simi pun mengikuti Alfaro dari belakang.


Alfaro melangkah sambil mencari orang yang dia cari dan tak lama mata Alfaro pun menemukan apa yang dia cari dan menghampiri nya. Di sana terlihat Devan dan Mia yang sedang duduk di salah satu kursi yang di sediakan di butik itu sambil mengobrol.


" Akhir nya aku menemukan kalian!" Ucap Alfaro saat sampai di dekat mereka berdua dan ikut duduk di samping Devan.

__ADS_1


" Kak Alfa lama sekali, kami menunggu mu dari tadi tau" Mia mengerucutkan bibir nya.


" Maaf, aku sebenar nya sudah sampai sejak tadi namun ada sedikit masalah di dekat pintu masuk"


" Masalah?" Devan mengerutkan kening nya.


" Maaf, itu semua gara - gara aku" ucap Simi saat baru sampai di sana.


" Kamu, bukan nya kamu calon istri kak Alfa?" Mia tampak menatap Simi dengan tatapan menelisik.


" Iya"


" Bukan" ucap Alfaro dan Simi secara bersamaan.


" Kenapa jawaban kalian berbeda? Dari awal aku melihat gadis ini bersamamu seperti nya ada yang aneh, cepat katakan sebenar nya apa yang terjadi sebenar nya!" Devan mengerutkan kening nya menatap Alfaro dan Simi secara bergantian.


" Yah, aku juga penasaran bagaimana mungkin kalian yang baru pertama kali bertemu di dalam biang lala tiba - tiba menjadi calon pasangan suami istri" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Maaf, karena telah membohongi kalian. Akan aku ceritakan yang sebenar nya" ucap Simi dengan nada menyesal nya.


" Duduklah di sini!" Mia menunjuk kursi koseng di sebelah nya dan dengan senang hati Simi pun duduk di sana dan langsung menceritakan tentang kejadian saat di taman hiburan, saat bagaimana dia melihat calon suami nya yang sedang berciuman mesra dengan sahabat nya dan bagaimana dia ingin membatalkam pernikahan nya dengan berpura - pura menjadi calon istri dari Alfaro.


" Jadi begitu cerita nya" Mia mengangguk - anggukan kepala nya mengerti. " Kamu yang sabar ya, pria seperti itu tidak pantas kamu pertahan kan. Langkah mu itu memang sudah benar, aku mendukung mu" Mia memegang tangan Simi dan memberi nya dukungan.


" Terima kasih, aku jadi kembali bersemangat kalau seperti ini" Simi mengembangkan senyum nya.


" Ish, kau bersemangat tapi aku tidak" Alfaro mendengus kesal.


" Aih, kak Alfa ini apa salah nya membantu Simi ? Kak Alfa kan juga jomblo, siapa tahu Simi memang jodoh kakak" Mia terkekeh saat mengatakan nya sedangkan Alfaro tampak mendengus kesal.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2