
Yemi akhir nya berhasil sampai lebih dulu dari uncle Ken nya ke apartemen tempat mereka tinggal. Yemi dengan tergesa - gesa masuk ke dalam kamar nya dan membersihkan make up dari wajah nya, setelah itu dia pun mengganti baju nya dengan baju rumahan nya yang biasa ia gunakan yaitu celan pendek dan tanktop yang pas di tubuh nya.
Ceklek pintu kamar Yemi tiba - tiba di buka dari luar, untung saja Yemi sudah selesai mengganti baju nya dan menghapus make up nya. Yemi terburu - buru menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur dan berpura - pura tidur sebelum Kenzi melihat nya.
" Dia sudah tidur, berarti tadi memang aku yang salah lihat" batin Kenzi seraya tersenyum menatap Yemi yang sedang menutup mata nya.
Setelah puas memandang wajah cantik itu dari kejauhan, Kenzi pun kembali menutup pintu itu dan masuk ke dalam kamar nya sendiri.
" Huuufth, untung saja aku tidak ketahuan" Yemi bernafas lega setelah Kenzi menutup pintu kamar nya dan pergi dari sana.
Yemi pun langsung tertidur tak lama setelah itu. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi diri nya. Yemi berharap semoga besok - besok dia tidak akan mengalami hal yang menyebalkan lagi seperti kemarin dan hari ini.
Dua bulan telah berlalu, hubungan Yemi masih seperti itu - itu saja seperti jalan di tempat . Dan yang paling menyebalkan bagi Yemi adalah Devan yang selalu saja mencari kesalahan Yemi untuk menghukum nya. Mending hukuman biasa yang wajar di berikan untuk siswa yang melakukan kesalahan, tapi Devan selalu saja memberikan hukuman yang tidak masuk akal di luar urusan sekolahan. Seperti hari ini Yemi yang tidak sengaja datang terlambat harus kembali menhadapi guru BK yang sangat menyebalkan bagi nya itu.
" Yemi, kenapa kamu terlambat lagi? Ini sudah ke empat kali nya dalam dua bulan ini kamu terlambat. Memang apa yang kamu lakukan ha?" Devan tampak menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
Saat ini Yemi sedang di ruang BK menghadapi guru BK yang lumayan tampan tapi menyebalkan karena dia terlambat lagi datang ke sekolah.
" Ish, tidak mungkin kan aku ceritakan kalau aku bangun kesiangan karena lagi - lagi aku bermimpi berciuman panas dengan uncle Ken" batin Yemi menggerutu kesal.
Ya, akhir - akhir ini Yemi sering terbangun tengah malam setelah dia bermimpi berciuman panas dengan uncle yang bersetatus sebagai suami nya itu. Dan yang lebih aneh nya lagi, ke dua belah dada nya juga terasa ngilu seperti sudah ada yang habis meremas nya. Bahkan kadang Yemi juga menemukan tanda merah pada dada nya itu. Yemi tidak ambil pusing dengan tanda itu dan mengira itu adalah perbuatan serangga yang ada di kamar nya saja.
__ADS_1
" Aku akhir - akhir ini suka terbangun tengah malam pak, dan sulit untuk tertidur lagi" Yemi berkata jujur.
" Terbangun tengah malam? Apa kamu terkena insomnia?" Devan tampak mengerutkan kening nya.
" Ish, tentu saja tidak. Ini tidak terjadi setiap malam pak, ini hanya terjadi kadang - kadang saja." Yemi mengerucutkan bibir nya lucu.
" Aish, kenapa dia memajukan bibir nya seperti itu. Dia jadi terlihat sangat menggemaskan" Batin Devan dengan wajah yang tampak gemas melihat gadis yang ada di hadapan nya itu.
" Baiklah pak, sekarang apa yang harus aku lakukan sebagai hukuman ku? Apa aku harus membuat makanan untuk bapak atau aku harus membantu bapak merapikan buku - buku di rak buku bapak atau saya harus menemani anda ke pesta lagi? Ayo katakan" Yemi berkata enteng
" Hukuman mu hari ini adalah menjadi asisten pribadi ku seharian ini. Dimulai dari jam pulang sekolah" Devan berkata dengan nada tak ingin di bantah.
" What, apa bapak tidak salah ha? Aku tidak mau" Yemi memalingkan wajah nya.
" Ya sudah kalau tidak mau, itu berarti aku akan menelfon uncle mu" Ya Devan sudah mengetahui tentang orang tua Yemi yang meninggal karena kecelakaan dan kini Yemi tinggal bersama dengan uncle nya. Tapi Devan tidak tahu kalau uncle Yemi itu juga suami sah dari murid yang dia sukai itu.
" Ish, selalu saja ancaman bapak seperti itu. Baiklah aku akan melakukan nya dan lain kali aku akan berusaha tidak terlambat lagi agar tidak udah berurusan dengan guru menyebalkam seperti bapak" Yemi mendengus seraya keluar dari ruangan guru gila nya itu meninggalkan Devan yang tampak membulatkan bola mata nya menatap tak percaya pada punggung gadis itu yang menghilang di balik pintu.
" Apa tadi dia bilang, aku guru menyebalkan?" Devan menggeleng - gelengkan kepala nya mengingat tingkah laku dari murid kesayangan nya itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
__ADS_1
Sementara di Alfano Corp tepat nya di ruangan Kenzi, Kenzi tampak sedang melamun dengan sesekali tersenyum sendiri seperti orang gila seraya menyandarkan tubuh nya pada sandaran kursi kebesaran nya.
" Bagaimana bisa aku tidak bisa menahan naf su ku sendiri" Kenzi mengingat apa yang tadi malam dia lakukan pada Yemi yang sedang tertidur. Dan bukan hanya sekali saja Kenzi melakukan nya, sebelum itu Kenzi juga sudah pernah melakukan nya berkali kali.
Flash back on
Malam ini, Kenzi pulang bekerja terlambat karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan. Kenzi datang ke apartemen saat sudah larut malam dan Yemi juga sudah tertidur pulas di atas sofa ruang tengah dengan tv yang menyala.
" Kenapa kamu tidur di sini hem? Apa kamu menungguku?" Kenzi bertanya pada Yemi yang masih setia di alam mimpi nya.
Yemi yang selalu berpakaian minim saat di rumah tampak tertidur sambil memeluk boneka beruang kesayangan nya.
" Ish, enak sekali si Bery. Bisa kamu peluk setiap malam" Kenzi memukul pelan boneka beruang berwarna coklat itu yang masih setia dalam pelukan Yemi.
Kenzi pun dengan perlahan menyingkirkan Bery dari tangan Yemi dan membaringkan diri nya di samping gadis yang sedang tertidur pulas itu. Untung saja sofa yang ditiduri lumayan besar sehingga muat untuk dua orang. Kenzi perlahan menarik tubuh mungil Yemi untuk masuk ke dalam dekapan nya.
" Terima kasih karena selalu mrnunggu ku, dan maaf karena aku terkadang masih bersikap dingin dan cuek kepada mu. Karena aku takut tidak bisa menahan diriku saat aku mengungkapkan semua isi hati ku." Kenzi berbicara sendiri seolah gadis yang berada di dalam dekapan nya itu mendengar semua perkatan nya.
" Tunggu sampai kamu menyelesaikan sekolah mu, dan aku akan mengungkapkan semua nya. Semoga kamu tidak pernah menyerah pada cinta mu" Kenzi mengecup bibir mungil Yemi yang selalu terlihat menggoda dan menjadi candu bagi nya itu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1